Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Clarisa dan Nadia,,,


__ADS_3

"Duh kok lama banget,, ayo lebih cepat lagi,, aku nggak mau kehilangan jejak,," ucap Angel yang terus menyuruh anak buah Devan untuk ngebut..


Anak buah Devan tampak sangat tertekan,, dia sangat takut melakukan kesalahan yang akan membuat dirinya menyesal seumur hidup..


"Apa kamu mendengar ku?" tanya Angel sambil melihat anak buah Devan.


Anak buah Devan pun dengan segera menganggukkan kepalanya.


"Iya Nyonya muda aku mendengar Nyonya,, hanya saja sesuai pesan tuan Devan bahwa saya tidak boleh ngebut ketika mengantar Nyonya muda,, tentu Nyonya muda sudah tau mengapa tuan Devan memesan itu kepada saya," ucap anak buah Devan sambil melirik Angel sebentar lalu fokus kembali menyetir mobil.


"Aduh aku tuh nggak bakalan kenapa-kenapa kok,, ayo ngebut aja,, aku ingin bertemu dengan orang yang ada di dalam mobil itu," ucap Angel sambil melihat mobil di depannya yaitu mobil Ayu,, yang tentu di dalam mobil itu ada Ayu dan Diki.


"Maaf Nyonya muda,, saya tidak seberani itu untuk tidak mengikuti ucapan tuan Devan,, apa Nyonya muda tidak tau seberapa menakutkan kan nya kalau tuan Devan marah,, jadi tolong Nyonya muda kasihani saya,, saya hanya ingin tetap hidup dan tetap bekerja pada tuan Devan," ucap anak buah Devan lagi sambil memasang ekspresi wajah penuh kasihannya.

__ADS_1


"Kalau boleh saya tau siapa orang yang ada di dalam mobil itu,, Nyonya muda mengenalnya?" tanya anak buah Devan lagi yang memang lebih leluasa dan berani ketika dia berbicara pada Angel daripada berbicara pada Devan.


"Iya aku mengenalnya bahkan sangat mengenalnya,, dan wanita itu juga seperti tidak asing,," ucap Angel yang memang tidak melihat langsung wajah Ayu karena posisi berdiri Ayu sedikit tertutup tadi,, membuat Angel tidak melihatnya secara jelas.


"Mungkin hanya perasaan Nyonya saja,, sebaiknya kita ke tempat awal tujuan Nyonya,, mungkin Nyonya muda sudah ditunggu sekarang," ucap Anak buah Devan lagi sambil melihat sebentar ke arah Angel,, lalu kembali fokus menyetir mobil.


Angel pun langsung menepuk jidatnya sendiri begitu mendengar ucapan anak buah Devan.


"Ya ampun kok aku bisa lupa yah,," ucap Angel.


Angel pun tampak berpikir,, dengan anak buah Devan yang terus mengikuti mobil Ayu.


"Tetap kejar mobil itu,," ucap Angel lagi yang sudah memutuskan untuk mengejar mobil Ayu,, semua itu karena dia melihat Diki..

__ADS_1


Aku bisa bicarakan baik-baik kepada Nadia dan Clarisa karena aku telat datang,, aku nggak bisa membiarkan dia pergi lagi,, aku nggak mau kehilangan dia,, meskipun aku nggak tau kenapa dia tidak mau menemui aku ketika dia masih hidup,, atau dia tidak menemui aku karena aku yang sudah menikah? batin Angel yang langsung merasa telah melukai hati Diki dan Angel benar-benar merasa bersalah pada Diki.


"Ayo ngebut,," ucap Angel lagi yang tiba-tiba tersadar bahwa mobil yang sedang dia ikuti mulai menjauh.


"Iya Nyonya muda,, ini sudah ngebut," ucap anak buah Devan.


Sementara di tempat lain,, Devan masih sibuk dengan pikirannya.


Devan pun melihat jam tangannya.


Seharusnya mereka sudah sampai,, batin Devan.


Devan pun memutuskan untuk menelepon anak buah yang mengantar Angel pergi untuk menemui Nadia dan Clarisa.

__ADS_1


Sementara di tempat lain ada Clarisa dan Nadia yang sedang menunggu Angel.


__ADS_2