
Ayu yang masih memikirkan Diki sedikit terkejut begitu mendengar ponselnya berdering,, dengan segera Ayu melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
"Hah, tuan Devan,, ada apa yah? tumben nelfon,, atau jangan-jangan...," ucap Ayu menggantung lalu dengan segera mengangkat panggilan telfon dari Devan.
"Halo,," ucap Ayu begitu mengangkat panggilan telfon dari Devan.
"Halo Ayu,, kamu lagi dimana sekarang?" tanya Devan.
"Lagi di rumah,, ada apa tuan? ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Ayu.
"Oh di rumah,, emm ini aku mau menanyakan tentang tugas yang aku berikan sama kamu,, gimana udah ada kemajuan belum?" tanya Devan langsung.
Aduh mampus aku,, belum ada kemajuan sama sekali tuan,, Diki sangat susah di dekati,, dia hanya menganggap aku sebagai bos saja,, padahal sebenarnya aku mungkin sudah jatuh cinta pada dia,, batin Ayu.
__ADS_1
"Ayu,, kok malah diam? gimana udah ada kemajuan belum?" tanya Devan lagi.
"Emm belum ada tuan,, dia sangat susah untuk didekati dan juga dia hanya menganggap aku sebagai bos saja,, dia juga selalu sakit kepala,, dia selalu mengingat seorang wanita yang samar-samar diingatan dia,, begitu kata dia tuan," ucap Ayu.
Deg...
Jantung Devan langsung berdetak tidak karuan begitu mendengar ucapan Ayu,, Devan sudah tentu tau wanita yang dimaksud Ayu itu sudah pasti Angel istri Devan sendiri,, bayangan Angel yang akan pergi bersama Diki benar-benar membuat Devan semakin khawatir.
Ayu mengernyitkan dahinya begitu tidak mendengar suara Devan lagi,, namun dia takut untuk menegur.
"Iya tuan,, saya selalu usaha setiap hari,, tapi sepertinya wanita yang selalu dia ingat samar-samar itu,, membuat dia susah untuk didekati,, karena dia juga merasa wanita itu sangat spesial untuk dia," ucap Ayu lagi.
"Nggak ada yang nggak mungkin,, kamu harus semangat,, dan kalahkan wanita itu,," ucap Devan lagi.
__ADS_1
Ayu benar-benar bingung dengan Devan yang sangat menginginkan dirinya bisa membuat Diki jatuh cinta. Sebenarnya itu sekarang sudah menjadi keinginan dari hati Ayu juga untuk membuat Diki jatuh cinta,, namun Ayu sadari bahwa itu sangat tidak mudah untuk dilakukan.
"Ayu,, apa kamu dengar apa yang aku katakan?" tanya Devan karena tidak ada jawaban dari Ayu sama sekali
"Iya tuan aku dengar kok,, aku hanya lagi memikirkan cara saja," ucap Ayu lagi.
"Oh kirain kamu nggak dengar,, sebisa mungkin jangan sampai dia mengingat wanita itu,," ucap Devan lagi yang membuat Ayu lagi-lagi mengernyitkan dahinya bingung.
Hmmm gimana caranya,, kalau sudah tiba saatnya dia mengingat wanita itu aku bisa apa,, aku hanya bisa pasrah saja,, tuan Devan ada-ada saja kalau memberikan tugas,, batin Ayu.
"Maaf tuan,, apa tuan tau wanita itu?" tanya Ayu.
"Iya aku sangat tau,, makanya dia nggak boleh mengingat wanita itu,, dia seperti sekarang ini sudah bagus," ucap Devan yang membuat Ayu terkejut.
__ADS_1
Ya ampun ada apa sih sama tuan Devan? kalau dia tau dia bisa kan memberitahukan Diki kasihan Diki,, siapa tau saja kan dia bisa kembali mengingat masa lalunya,, biar dia tidak tersiksa seperti ini,, aku sangat kasihan pada Diki yang selalu kesakitan,, batin Ayu.