Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Jangan Salahkan Aku


__ADS_3

"Melakukan apa?." Tanya Ayu semakin emosi.


Tristan lalu mengatakan segalanya pada Ayu, termasuk tentang peretasan saldo rekening Damar yang dia lakukan, juga harta Damar yang dia ambil.


Ayu kembali tersentak mendengar semua itu, apalagi saat Tristan mengatakan dia akan sanggup melakukan apa saja selama keinginanya belum tercapai. Dengan kekuasaan yang dia miliki, Tristan bisa dengan mudah menghancurkan Damar dan keluarganya. Damar memang kaya, tapi Tristan jauh lebih kaya.


"Sekalipun kalian menjual semua aset dan harta benda yang kalian punya, semua itu tidak akan cukup untuk membayar hutang suami tercinta kamu itu, "SAYAANG." Ujar Tristan penuh penekanan di akhir kalimatnya


"Dasar gila."Kata Ayu memaki Tristan."Jangan pernah memanggilku seperti itu (sayang), aku tidak sudi." Sergahnya. Tristan tersenyum miring.


"Anda semakin cantik saja kalau sedang marah seperti ini. Karena wajah cantik anda lah yang membuat aku tergila-gila, dan sanggup melakukan hal gila seperti ini."


"Berani sekali anda menyalahkan saya, hanya untuk menutupi perbuatan licik anda. Hahh.. jangan harap anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan. Sekalipun kami jatuh miskin, kami tidak takut. Lebih baik miskin daripada harus merendahkan diri pada baj*ngan seperti anda." Sarkas Ayu seraya melangkahkan kakinya.


"Anda jangan egois bu Ayu." Sahut Tristan kembali membuat langkah Ayu terhenti.


"Anda mungkin bisa menerima kalau seandainya kalian jatuh miskin, tapi apa anda pernah berfikir bagaimana dengan suami anda dan keluarganya. Apa mereka akan menerima nasib buruk menjadi miskin hanya karena anda?."


" Sudah ku bilang jangan pernah menyalahkanku. Jelas-jelas semua ini ulah kamu. Rencana licik kamu yang menyebabkan ini semua." Sergah Ayu emosi, membuat Tristan tersenyum menyeringai.


"Semua ini salah anda bu Ayu. Kenapa kita harus bertemu dan kamu berani membuat aku tergila-gila?. Tapi kenapa anda harus menjadi istri pak Damar?. Sekarang anda harus bertanggung jawab, membayar semuanya, kalau tidak jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang lebih jauh dari ini." Ancam Tristan.


"Hal apa maksud kamu?."


"Selain membuat suamimu dan keluarganya miskin, aku bisa membuat mereka menderita."

__ADS_1


"Kamu megancamku?. Hahh...aku tidak takut." Pungkas Ayu lalu berniat pergi dari sana, tapi Tristan mencekal tanganya.


"Lepaskan brengs*k!! Hardik marah Ayu, seraya menepis tangan Tristan.


"Aku tahu kamu tidak takut. Tapi fikirkan baik-baik tawaranku ini nyonya Damar. Kalau kamu memang benar-benar mencintai suami kamu, aku yakin kamu tidak akan tega melihatnya menderita karena kamu. Kalau kamu menolak, aku tidak segan-segan memisahkan kalian. Ingat itu." Ancam Tristan dengan senyum liciknya.


"Masih banyak perempuan cantik dan lajang diluar sana. Kenapa kamu menginginkanku?. Apa kamu sengaja ingin menghancurkan rumah tanggaku?." Sarkas Ayu.


"Benar. Memang banyak sekali perempuan cantik diluar sana. Tapi tak ada satupun dari mereka yang aku inginkan, kecuali....kamu. Dan harus kamu tahu, apa yang aku inginkan selalu bisa aku dapatkan." Ujar Tristan.


Ayu segera pergi dari sana dengan wajah kesal dan amarah yang begitu besar didadanya. Dia tidak menyangka Tristan sengaja melakukan semua ini karena menginginkan dirinya.


Ayu tidak habis fikir Tristan sanggup melakukan hal sekejam itu hanya karena ingin menjadikannya kekasih satu malam. Tapi apa benar hanya karena itu, atau memang dia punya alasan lain.


Tidak...aku tidak mau. Aku harus bicarakan ini dengan mas Damar. Batin Ayu.


Malamnya Ayu langsung menanyakan pada Damar tentang masalah hutangnya pada Tristan. Damar sangat terkejut saat itu. Darimana istrinya bisa tahu semuanya. Tanyanya dalam hati.


"Nggak penting aku tahu darimana mas. Yang lebih penting, kita harus segera membayarnya kan?." Kata Ayu. Damar diam.


"Mas, kita jual saja semua perhiasanku. Dan uang penjualan mobil itu juga belum aku pakai sepeserpun. Aku juga punya sedikit tabungan, kamu pakai saja mas. Kalau perlu, kita jual saja ruko kita di Bandung. Aku ikhlas, yang penting hutang kamu lunas. "Ujar Ayu. Damar masih Diam, tapi dadanya terasa bergemuruh, hatinya sakit mendengar ucapan istrinya itu.


"Kenapa kamu diam saja mas?." Tanya Ayu.


"Ini tidak sesederhana itu. Sekalipun aku menjual semuanya, tidak akan mampu menutupi semua hutangku." Kata Damar

__ADS_1


"Memangnya berapa hutang kamu?." Tanya Ayu.


"Sudahlah, kamu tidak perlu tahu. Semua itu urusanku. Aku akan membayarnya." Jawab Damar.


"Tidak mas, aku ingin tahu. Kita ini suami istri, sudah sepantasnya kita saling terbuka dan bersama-sama berbagi suka dan duka. Kita harus bersama menghadapi masalah apapun yang terjadi." Ujar Ayu.


"Tidak Yu, kamu tidak akan mengerti. Kamu tenang saja, aku akan menyelesaikan masalah ini." Sahut Damar.


Apa mungkin dia akan menyetujui penawaran Tristan?. Dia akan mengorbanku, istrinya sendiri sebagai penebus hutang?. Tanya Ayu dalam hati. Dia mulai berfikir buruk tentang suaminya.


"Mas Damar, apa kamu akan ..."


"Sudah Yu, jangan diteruskan. Aku capek!!


"Tidak mas, kita harus bicara. Aku tahu Tris...."


"Cukup!! Bentak Damar, membuat Ayu terkesiap. "Aku bilang jangan diteruskan. Aku sudah pusing dengan semua ini. Aku sudah bilang akan menyelesaikanya sendiri, jadi kamu nggak perlu ikut campur." Sergah Damar, lalu dia keluar dari kamar menuju ruang kerjanya sedangkan Ayu masih berdiri ditempatnya dengan mata berkaca-kaca. Selain kaget, dia juga merasa sakit hati, karena Damar membentaknya.


Tapi Ayu juga mengerti posisi Damar saat ini. Dia sedang menghadapi masalah yang sangat besar, dan terjebak diantara dua pilihan yang sangat sulit, antara istri dan perusahaanya. "Brengs*k." Umpat Damar saat dia ingat kelicikan Tristan.


Damar mengusap kasar wajahnya saat dia sadar apa yang baru saja dia lakukan pada Ayu. Karena masalah ini, dia sampai tega membentak istrinya sendiri, yang jelas-jelas berniat baik ingin membantunya.


Maafkan aku sayang!! Aku tidak bermaksud membentakmu. Aku tahu maksud kamu baik, tapi aku tidak mau melakukan apa yang kamu katakan tadi, karena semua itu percuma saja. Semua ini gara-gara Tristan sialan. Kata Tristan dalam hati.


Ayu berbaring diranjangnya, mencoba untuk tidur, tapi dia tidak bisa tidur. Ayu memikirkan sebenarnya seberapa besar hutang suaminya itu pada Tristan. Dan apa mungkin Damar akan tega menyerahkan dirinya pada Tristan?. Atau mungkinkah semua ancaman yang dikatakan Tristan tadi siang benar-benar akan dia lakukan?. Dia akan melakukan apapun supaya keinginanya tercapai, termasuk menghancurkan Damar?. Selama ini Damar selalu bisa menyelesaikan sesulit apapun masalah yang dihadapinya. Tapi kali ini, kenapa rasanya sangat sulit sekali, bahkan teman-temanya tidak ada yang mau memberinya pinjaman. Apa semua ini benar-benar ulah Tristan. Tanya Ayu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2