
Aduh Ayu kenapa kesini,, istriku lagi di dalam,, gawat kalau dia langsung bicara nih,, batin Devan begitu melihat Ayu.
Devan langsung memberikan isyarat agar Ayu diam,, tidak bicara apapun.
Ayu mengernyitkan dahinya bingung begitu melihat Devan yang seperti itu.
Tuan kok kayak kaget banget lihat aku datang,,, apa karena aku langsung masuk yah tadi,, tapi kata Kevin nggak apa-apa,, asal aku ketuk pintu dulu,, batin Ayu.
Kevin memang sudah mengenal Ayu,, mata-mata Devan yang sudah Devan anggap adik sendiri,, dan di dalam pikiran Kevin,, Angel sudah mengenal Ayu.
"Kamu jangan bicara apa-apa dulu mengenai yang aku perintahkan sama kamu,, karena disini ada istriku,, apapun yang terjadi istriku tidak boleh tau mengenai rencana itu,, kamu mengerti kan?" ucap Devan pelan dan berada di dekat dari Ayu.
Devan langsung berucap seperti itu karena takutnya Ayu akan membicarakan hal itu sekarang.
Sedangkan Ayu dengan segera menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dengan maksud Devan,, walaupun dia masih bingung.
__ADS_1
"Oh jadi kamu seperti ini di belakang aku? aku ada di dalam ruangan kamu saja kamu seperti ini,, lalu bagaimana jika aku ada di rumah? aku nggak tau lagi apa yang kamu lakukan," ucap Angel dengan tatapan dinginnya pada Devan.
Deg...
Devan benar-benar terkejut begitu mendengar suara Angel.
Posisi dia dan Ayu memanglah dekat kalau Angel lihat dari belakang. Sedangkan Ayu hanya bingung dengan maksud istri Tuannya.
Devan dengan segera membalikkan badannya menghadap ke Angel.
Angel terlihat benar-benar sedang kesal dan dimata Devan,, Angel semakin cantik ketika sedang kesal.
"Istriku sayang kamu hanya salah paham,, jangan marah yah,, aku nggak pernah macam-macam di belakang kamu,,, benar-benar nggak pernah macam-macam,," ucap Devan ketika berada di dekat Angel yang masih memasang ekspresi wajah kesalnya.
"Hah salah paham? setelah aku lihat di depan mata aku,, kamu bilang aku salah paham,, aku salah paham darimana nya?" ucap Angel yang semakin kesal.
__ADS_1
Dia juga bingung kenapa dia sangat tidak suka melihat Devan dekat dengan wanita lain.
"Yah salah paham sayang,, aku nggak seperti dengan apa yang kamu pikirkan sekarang,," ucap Devan yang sengaja menunda-nunda untuk menjelaskan siapa Ayu,, karena dia senang lihat Angel yang sedang marah padanya karena salah paham melihat kedekatan dia dan Ayu.
Hah,, tunggu deh apa Nyonya salah paham sama aku,, ya ampun aku bukan pelakor,, aku cuma anak buah yang menganggap tuan Devan sudah seperti kakak aku sendiri,, tapi nggak enak juga kalau aku langsung bicara,, takutnya aku salah bicara,, batin Ayu.
"Udahlah aku mau pulang aja,, aku udah kasih jatah masih aja seperti ini,,, kamu lanjut aja bersama dia,, aku nggak mau ganggu," ucap Angel sambil ingin keluar dari dalam ruangan Devan dengan perasaan kesal.
Aduh gini amat percakapan suami dan istri,,, tapi mungkin jatah makan,, bisa aja kan, batin Ayu.
Devan benar-benar menahan tawanya begitu mendengar ucapan Angel.
"Jangan pulang dong istriku sayang,, kan kita mau ke dokter,," ucap Devan sambil memeluk Angel dari belakang.
"Nggak usah peluk-peluk,, dia lihat tuh," ucap Angel yang masih kesal.
__ADS_1
"Memang kenapa kalau dia lihat,, aku juga mau cium nih,,," ucap Devan dan langsung mencium pipi Angel.
"Dia itu Ayu,, yang kamu cemburukan juga tadi sebelum aku minta jatah," ucap Devan dengan santainya.