
...Venue Akad nikah Ana dan Rio...
...Ananda Rio Darmanto BIN Cahyono Darmanto...
...Saya Nikahkan dan Saya Kawinkan...
...Engkau dengan Putri Kandungku...
...Sandriana Alfian BINTI Reino Alfia...
...dengan Maskawinnya Berupa Logam Mulia Seberat 100grm Tunai....
...Saya Terima Nikah dan Kawinnya Sandriana Alfian BINTI Reino Alfian...
...dengan Maskawinnya Tersebut Dibayar Tuani...
Kemudian penghulu menanyakan kebsahan ijab kabul kepada para saksi, secara serentak para saksi mengatakan "sah... sah.." setelah itu penghulu membacakan doa-doa pernikahan.
Setelah pembacaan doa, MC mempersilahkan Ana untuk memasuki ruangan untuk penandatanganan buku nikah, Ana berjalan secara perlahan di dampingi oleh Lyra di sebelah kanan dan Risti di sebelah kiri, Ana tersenyum ke arah Rio.
Rio tak hentinya menatap wajah cantik Ana yang sedang berjalan arahnya, ia sungguh nampak terpesona dengan penampilan Ana yang mengenakan kebaya putih dengan bahan brokat, dengan rambut yang di sanggul rapih.
Kemudian Ana duduk di sebelah Rio untuk melakukan penandatanganan buku nikah, acara selanjutnya Rio memasangkan cincin berlian dijari manis Ana dan Ana pun memasangkan cincin dijari manis Rio, setelahnya Ana mencium tangan Rio dan Rio mencium kening Ana, Rio menyerahkan mas kawin tersebut kepada Ana yang kini telah resmi menjadi istrinya.
Selesai prosesi akad nikah selanjutnya prosesi upacara panggih.
Yang pertama adalah balang gantal, Rio melemparkan gantal (sirih) ke dada Ana sebagai tanda bahwa ia telah mengambil hati Ana, dan Ana akan menujukan gantal ke lutut Rio sebagai tanda bakti kepada Rio.
Ritual yang kedua menginjak sebutir telur ayam mentah oleh Rio, sebagai harapan bahwa ia akan mendapatkan keturunan karena keduanya telah bersatu, kemudian Ana membasuh kaki Rio sebagai tanda kasih sayangnya.
__ADS_1
kKtiga kain sindur berwarna merah dan putih diharapkan akan memberikan keberanian bagi kedua pengantin agar menjalani pernikahan mereka, pada ritual ini Rio dan Ana dibalut oleh kain sindur sembari diantar menuju pelaminan oleh Pak Reino.
Kempat Bobot timbang, Rio dan Ana duduk di pangkuan Pak Reino, Kemudian ibu naik ke atas panggung untuk menanyakan kepada Pak Reino "siapa yang lebih berat di antara mereka?" Kemudian, Pak Reino menjawab "keduanya sama beratnya" artinya kasih sayang untuk Ana dan Rio sama besarnya, tak ada yang di bedakan.
Kelima Minum rujak degan, meminum air kelapa dilakukan secara bergilir dalam satu gelas untuk satu keluarga. Dimulai dari Pak reino kemudian diberikan kepada Ana dan Rio.
Keenam kacar kucur, ritual ini dilakukan oleh Rio yang mengucurkan uang logam beserta kebutuhan pokok seperti beras dan biji-bijian kepada Ana sebagai simbol bahwa Ia akan bertanggung jawab dalam memberikan nafkah kepada keluarga.
Ketujuh dulangan, ritual saling menyuapi sebanyak tiga kali sebagai simbol bahwa Rio dan Ana akan selalu menolong satu sama lain dan juga saling memadu kasih hingga tua.
Dan yang terakhir sungkeman, Ana berlutut di depan Ibunda Rio, sedangkan Rio berlutut di depan pamannya, kemudian Ana dan Rio bertukaran tempat. Setelahnya Ana berlutut di depan Risti sedangkan Rio berlutut di depan Pak Reino, kemudian Ana dan Rio bertukaran tempat.
Ritual ini sebagai bentuk penghormatan karena telah membesarkan mereka hingga akhirnya dapat menjalani kehidupan baru. Semua yang hadir tidak dapat menahan rasa harunya termasuk Rio dan Ana, dari awal melakukan sungkeman Rio dan Ana tak hentinya meneteskan air matanya.
Mengingat acara tersebut berlangsung secara tertutup hanya di hadiri keluarga inti saja, maka prosesi akad nikah di tanyangkan secara live di chanel youtube perusahaan Rio dan Pak Reino.
Setelah selesai seluruh rangkaian prosesi akad nikah dan prosesi adat, Rio dan Ana berserta seluruh keluarga besar mereka, berbaur menikmati hidangan yang telah tersaji, tangan Rio tak lepas merangkul pinggang Ana.
Selesai makan Rio mengajak Ana menuju kamar pengantin untuk mengganti pakaian dan membersihkan diri, namun sebelum Rio dan Ana beranjak dari tempat duduknya risti mengingatkan Rio dan Ana agar jam setengah tujuh malam nanti tidak lupa untuk menghadiri GR resepsi yang akan di gelar keesokan harinya.
"Awww.. pelan-pelan sayang sakit." beberapa helai rambut Ana sedikit ketarik oleh tangan Rio ketika Rio membantu melepas sanggulnya.
"Maaf sayang, tidak sengaja" ucap Rio sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut, kemudian ia mengecupnya.
"Oh ia resepsi besok tidak ada kejutan flash mob ya, aku tidak ingin kamu berjoged-joged didepan orang banyak" ucap Rio.
"Tapi aku sudah latihan dengan teman-temanku" protes Ana dengan nada kecewa karena selama sebulan penuh dirinya telah latihan menari bersama teman-temannya untuk ia persembahkan ke Rio di acara resepsi pernikahannya
"Kamu joged saja di depanku sekarang" Rio menatap Ana dengan tatapan menggodanya.
Membuat wajah Ana memerah seperti buah tomat, ia tidak dapat mehan rasa malunya di goda oleh suaminya.
__ADS_1
"Sudah ah aku mau mandi dulu" Ana beranjak dari sofanya, namu Rio menahan tangan istrinya "Aku ikut" bisiknya.
"Hah?" Ana terkejut, ia belum siap karena ia ingin membersihkan seluruh make up dan rambutnya yang di sasak, jika Rio ikut dengannya ia tidak akan berkonsentrasi.
"Aku bercanda sayang, kamu mandilah jangan lupa setelah selesai mandi berwudhu, kita shalat jamaah" Rio memberikan handuk kepada Ana.
Setelah Ana masuk kedalam kamar mandi, Rio menelepon pihak hotel untuk meminta kunci kamar yang kosong karena ia juga ingin membersihkan tubuhnya, jika menunggu Ana selesai tentu akan memakan waktu yang lama.
Ketika Ana keluar dari kamar mandi, ia sudah melihat suaminya duduk di atas sajadah, Rio juga sudah mempersiapkan mukena dan sajadah untuk Ana.
"Yuk shalat dzuhur dulu kemudian shalat sunah."
Ana mengangguk dan memakai mukenanya memposisikan dirinya di belakang Rio, seusai shalat rio mebacakan doa, kemudian Rio mencium kening Ana dan Ana mencium tangan Rio.
Rio melihat Ana tertunduk dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Kalo belum siap tidak apa-apa kok, kita bisa melakukannya saat kamu sudah siap" ucap Rio sambil menggenggam tangan istrinya.
"A-aku merasa tidak enak padamu karena tidak bisa mem..."
"Ssst.... jangan bahas itu lagi ya. Kamu sempurna dan aku sangat mencintaimu" Rio menempelkan jarinya di bibir Ana, ia tidak ingin istrinya terus membahas masalah tersebut, karena ia menerima Ana apa adanya.
"Kita istirahat aja yuk" ajak Rio, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya melipat sajadahnya.
"Tunggu sebentar ya, sayang" Ana membuka mukenanya kemudian masuk kembali ke kamar mandi, Ana mengganti pakaiannya dengan lingerie yang telah ia siapkan.
Ana membuka handphonenya mendownload musik yang ia akan di pakai pada saat flashmob, Ana merias wajahnya dengan makeup natural dan mencatok rambutnya agar terlihat lebih rapih, terakhir Ana menyemprotkan minyak wangi di seluruh tubuhnya, setelah ia siap barulah ana keluar dari kamar mandi.
Rio yang sibuk dengan gadgetnya, memeriksa kurva saham-sahamnya tidak menyadari jika istrinya sudah keluar dari kamar mandi.
"Sayang" Panggil Ana dengan lembut.
__ADS_1
"Tidurlah di sampingku sini sayang!! aku sedang memeriksa sahamku sebentar." Rio menepuk kasurnya, dengan masih tetap fokus dengan gadgetnya.
Ana menyalakan musik dihandphonenya, agar suaminya menoleh ke arahnya, benar saja baru beberapa detik setelah musik itu di nyalakan, Rio menoleh ke arahnya. Rio menatap Ana tanpa berkedip hingga menjatuhkan gadgetnya di atas tempat tidurnya.