Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor
Menggosok-gosok matanya berulang kali,,,


__ADS_3

"Sayang jangan terlalu kelelahan yah,, pokoknya kamu nggak usah masak kalau sampai di sana,, kamu duduk santai aja yah,, biar aku yang masak atau melakukan hal yang lainnya,," ucap Devan yang membuat Angel langsung tertawa.


Devan mengernyitkan dahinya begitu melihat Angel tertawa.


"Kok tertawa sih sayang?" ucap Devan sambil mencubit gemas pipi Angel yang semakin chubby.


"Yah abis kamu sok-sokan mau memasak,, memang kamu tau memasak sayang?" ucap Angel sambil melihat Devan.


Devan pun langsung menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Yah nggak tau sih sayang,, tapi kan ada kamu yang ajar jadi kalau kamu mau masak biar aku saja nanti kamu ajarin aku aja sayang,, jadi kamu nggak capek,," ucap Devan lagi.


"Jangan deh,, aku kasihan sama kamu,, pasti kamu sangat kesusahan nantinya,, aku nggak masak kok kan ada mama,, sepertinya dia akan sama dengan kamu melarang aku melakukan apapun begitu tau aku sedang hamil,," ucap Angel sambil membayangkan ekspresi wajah mamanya begitu mamanya tau nanti dia sedang mengandung.


"Oh iya juga yah,, tapi kan kamu ngeyel sayang,, makanya aku beritahu memang," ucap Devan sambil tersenyum lembut pada Angel.


Sopir yang sedang menyetir hanya menjadi pendengar terbaik saja sambil sesekali tersenyum mendengar pembicaraan majikannya,, apalagi mendengar seorang seperti Devan sangat bucin dan menjaga istrinya.


"Aku nggak akan ngeyel kok tenang aja," ucap Angel sambil nyengir.

__ADS_1


Devan pun ikut tersenyum sambil mengusap lembut rambut Angel.


Kalau istriku seperti ini terus manjanya terus nggak mau jauh-jauh dari aku, mau lah aku punya anak terus,, batin Devan.


############


Rumah Angel...


Angel yang sudah sampai di rumahnya segera turun dari dalam mobil dengan perasaan yang luar biasa bahagia.


"Sayang tunggu aku,, jangan cepat-cepat jalannya,," ucap Devan sambil keluar dari dalam mobil.


"Ya ampun aku nggak cepat-cepat kok ini,, kamu aja yang lama," ucap Angel sambil menoleh kepada Devan.


"Tidak istriku,, kamu jalannya cepat-cepat,, ingat kamu lagi berbadan dua,, jangan seperti dulu yang belum mengandung,, oke ingat yah,," ucap Devan lagi sambil menggandeng tangan Angel.


"Iya,, iya aku ingat,, nggak usah gandeng-gandengan juga kan nggak lagi mau nyebrang,," ucap Angel sambil melihat Devan.


"Iya aku tau,, tapi jangan sampai kamu tersandung kan kalau aku gandeng aku bisa menahan kamu sayang,," ucap Devan yang membuat Angel hanya melongo.

__ADS_1


Devan pun segera menggandeng tangan Angel sampai ke depan pintu rumah Angel lalu segera mengetuk pintu rumah Angel.


Belum lama mengetuk pintu mama Angel pun sudah membuka pintu. Mama Angel langsung memeluk Angel.


"Angel,, udah lama datangnya nak?" ucap Mama Angel sambil memeluk Angel karena sangat merindukan anaknya.


"Belum ma,, barusan kok datangnya,,, rindu banget sama mama,, ayah dan adik-adikku,," ucap Angel sambil memeluk mamanya juga.


Devan pun hanya tersenyum melihat kejadian itu.


"Maaf ma,, baru datang lagi sekarang,," ucap Devan.


"Iya nggak apa-apa kok,, kita mengerti,, ayo masuk,," ucap Mama Angel.


Angel dan Devan pun segera masuk ke dalam rumah Angel.


Sementara di tempat lain...


Mila menggosok-gosok matanya berulang kali ketika melihat Diki.

__ADS_1


__ADS_2