
Hah itu jangan-jangan kekasih dia,, aduh gimana kalau dia sampai mengingat semuanya dan aku belum bisa membuat dia jatuh cinta padaku,, kan ini tugas yang diberikan oleh tuan Devan,, aku nggak mau membuat dia kecewa padaku,, dia sudah banyak membantu aku,, batin Ayu sambil mengingat Devan dan melihat Diki..
"Kamu kenapa Ayu? kok malah diam lagi?" ucap Diki sambil melihat Ayu.
"Emm aku cuma lagi kepikiran aja dengan kata-kata kamu,, mungkin dia itu bukan orang yang spesial Adri,, mungkin dia hanya teman kamu,, bisa aja kan?" ucap Ayu sambil melihat Diki.
"Iya bisa juga sih,, tapi kenapa aku merasa sepertinya dia sangat berarti di dalam hidup ku tapi kenapa aku nggak ingat,, padahal aku sangat ingin mengingat dia," ucap Diki.
"Udah kamu jangan paksa untuk mengingat dia,, pelan-pelan saja mungkin nanti kamu akan mengingat dia,,, karena kalau kamu paksa yang ada malah nanti kamu jadi sakit lagi,, aku nggak mau kamu sakit Adri,," ucap Ayu lagi sambil tersenyum.
"Makasih yah kamu sudah perhatian sama aku," ucap Diki sambil tersenyum pada Ayu.
"Iya,, udah santai aja," ucap Ayu lagi.
Begitu ingin berbicara tiba-tiba ponsel Diki berdering,, dengan segera Diki melihat nama kontak yang meneleponnya.
"Oh Nadia,," ucap Diki lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Nadia.
Hmmm Nadia? batin Ayu.
__ADS_1
"Halo Nadia,, ada apa?" ucap Diki begitu mengangkat panggilan telfon dari Nadia.
"Kamu lagi dimana? kamu sibuk nggak?" tanya Nadia.
"Aku lagi bersama dengan Ayu sekarang,, aku kerja sama dia,," ucap Diki.
"Jadi kamu nggak ada waktu?" ucap Nadia lagi.
"Emm nggak tau juga nih,," ucap Diki lagi.
"Memangnya ada apa Nadia? apa ada yang ingin kamu bicarakan?" ucap Diki lagi.
"Oh gitu yah,, iya juga sih kita udah lama nggak ketemu,, tapi mau gimana lagi aku lagi kerja Nadia," ucap Diki yang sudah tentu didengar oleh Ayu.
"Ada apa Diki?" ucap Ayu yang kepo.
"Emm ini Nadia nanyain kapan aku ada waktu,, dia pengen ketemu," ucap Diki.
"Oh ayo ketemu aja,, nggak apa-apa kok,, aku ikut boleh kan? aku pengen punya banyak teman,," ucap Ayu yang sudah tentu didengar oleh Nadia.
__ADS_1
Hmm aku pengennya berdua dengan Diki,, tapi nggak mungkin juga kan aku bicara seperti itu,, emang aku siapanya Diki mau jalan berdua dengan dia? batin Nadia.
"Beneran nggak apa-apa?" ucap Diki lagi sambil melihat Ayu.
"Iya dong nggak apa-apa,, malah aku justru senang,," jawab Ayu sambil tersenyum bahagia.
"Tapi Nadia mau nggak kalau kalian ketemu ada aku?" tanya Ayu.
"Nadia,, gimana kamu mau nggak kalau ada Ayu?" tanya Diki langsung kepada Nadia.
"Emmm mau kok,, kan bagus kalau ada Ayu," ucap Nadia.
"Oke,, kamu atur aja yah semuanya,, nanti aku datang bersama Ayu,," ucap Diki lagi.
"Oke,, aku tutup dulu yah panggilan telfonnya,," ucap Nadia.
"Iya," jawab Diki.
Nadia pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Diki.
__ADS_1
Sementara di tempat lain ada,, Clara,, ayah Devan dan juga Marco yang sedang saling menyalahkan.