
Seketika ekspresi wajah Devan menjadi berubah. Devan terlihat langsung banyak pikiran dan itu terlihat jelas dimata Angel.
Gimana ini? mau sampai kapan rahasia ini akan tertutup rapat,, aku yakin suatu saat nanti istriku pasti akan bertemu dengan Diki,, pria yang sangat dia cintai dulu,,, aku benar-benar belum siap,, aku nggak akan pernah mau istriku kembali pada masa lalunya,,, aku sangat mencintai dia,, entah bagaimana nantinya aku jika dia kembali pada masa lalunya,, batin Devan yang benar-benar sangat kepikiran dengan Angel dan Diki,, apalagi Devan sangat ingat betul perpisahan Angel dan Diki karena suatu kecelakaan bukan karena ingin berpisah.
Nadia tampak mengernyitkan dahinya bingung begitu melihat Devan yang seperti banyak pikiran padahal baru-baru saja Devan terlihat lega ketika Clarisa dibawa ke kantor polisi.
Sedangkan orang yang berkerumun tadi menyaksikan Clarisa di bawa di kantor polisi langsung bubar kembali ke urusan mereka masing-masing.
"Ada apa?" tanya Angel sambil menyentuh bahu Devan.
Devan sedikit terlonjak kaget begitu Angel menyentuh bahunya.
"Maaf nggak maksud membuat kamu kaget," ucap Angel.
Devan pun tersenyum melihat Angel.
__ADS_1
"Iya aku tau kok,," ucap Devan lembut sambil membawa Angel untuk segera duduk.
Pemilik tempat itu yang langsung melayani Devan,, Angel dan Nadia,, karena dia tidak ingin melakukan suatu kesalahan apapun,, karena sedikit saja ada yang membuat Devan tidak nyaman,, maka tidak menutup kemungkinan usahanya akan bangkrut seketika.
"Kamu mau minum apa sayang?" tanya Devan pada Angel.
Angel pun menggelengkan kepalanya.
"Aku nggak mau minum apa-apa,, aku nggak haus,, tadi kan aku tanya kamu kenapa,, kok seperti ada beban pikiran,," ucap Angel lagi sambil melihat Devan.
"Ya udah Nadia,, kamu aja yang pesan kalau gitu," ucap Devan sambil melihat Nadia.
"Beneran kan nggak haus?" tanya Devan sekali lagi sambil melihat Angel.
Angel pun menganggukan kepalanya sambil melihat Devan.
__ADS_1
"Iya beneran,, aku nggak bohong,, sekarang ayo katakan padaku kamu kenapa? kok seperti banyak beban pikiran," ucap Angel lagi yang masih sangat penasaran dengan ekspresi wajah Devan yang tiba-tiba berubah.
"Aku nggak kenapa-kenapa kok istriku,, aku hanya masih teringat masalah tadi saja,, gimana tadi kalau nggak ada aku,, bisa-bisa kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa,, aku sangat takut itu terjadi sayang," ucap Devan sambil melihat Angel.
Nadia benar-benar merasa menjadi obat nyamuk berada diantara Devan dan Angel.
Nasih jomblo yah gini,, mereka lupa kali yah kalau aku ada disini,, jangan sayang-sayangan mulu dong,, kan aku juga pengen seperti itu,, tapi nggak punya,, jomblo ngenes emang,, batin Nadia sambil melihat Angel dan Devan.
"Oh itu udah kamu nggak usah ingat-ingat lagi,, kan aku nggak kenapa-kenapa sekarang,, jadi nggak usah pikirkan itu lagi yah, dan makasih udah datang tepat waktu," ucap Angel sambil tersenyum melihat Devan.
Tuhan,, aku benar-benar nggak bisa kehilangan istriku, batin Devan yang semakin takut kehilangan Angel apabila Angel tau semuanya mengenai Diki yang masih hidup.
"Iya sayang," ucap Devan sambil membawa Angel ke dalam dekapannya.
"Udah,, ada Nadia tuh," ucap Angel yang merasa tidak enak pada Nadia.
__ADS_1
"Emmm nggak apa-apa kok,, lanjutkan aja," ucap Nadia sambil nyengir.
Sementara di tempat lain ada Clarisa yang sedang teriak-teriak tidak terima masuk penjara.