Atmosphere

Atmosphere
N (Nitrogen)


__ADS_3

Happy Reading all.


***


Udaha angin malam terasa begitu menyegarkan membelai kulit tubuh yang terekspose. Adhara dan Chan kini tengah duduk berdua di taman menikmati udara malam hari di taman belakang rumah Chan yang juga di hias dengan indah.


“Chan,” panggil Adhara pada laki-laki yang duduk di sebelahnya.


Chan hanya menaikan sebelah alisya seolah berkata “Apa”. Laki-laki itu memang sangat irit berbicara, terkeculai saat mabuk laki-laki itu akan berubah menjadi bawel.


“Kenapa lo bilang kalo gue pacar lo?” tanya Adhara penasaran.


Ia sebenarnya kurang nyaman saat Chan mengatakan hal tersebut. Apa lagi dengan tatapan kakek Chan yang terlihat sangat tidak menyukainya.


“Mulai sekarang lo jadi pacar pura-pura gue,” ucap Chan terdengar begitu tegas dan tak ingin di bantah. Adhara yang mendengar ucapan Chan malah di buat menganga mendengar ucapan laki-laki itu. Tanpa memberikan Alsa laki-laki itu malah langsung mengatakan ia sebagai pacar pura-puranya.


“Lah kenapa gue?” tanya Adhara tidak suka. Ia memang tidak ingin lagi terlibat dengan Chan dan Antariksa. Jika saja laki-laki itu bukan sahabat Arche ia pasti dengan pasti akan menjauh dari mereka.


“Karena lo yang punya skandal sama gue,” ucap Arche pasti. Adhara menghela nafasnya kasar.


Untuk kedua kalinya ia merasa menyesal membantu dan berbuat baik pada seseoarang karena ujungnya itu hanya akan menjadi bomerang untuknya.


“Gak, gue gak mau. Apa lagi alasan lo gak jelas banget. Lo jelas-jelas udah punya tunangan, lo Cuma buat gue malu tau gak,” ucap Adhara dengan kesal. Ia malah merasa Chan hanya membuatnya benar-benar terlihat seperti seorang pelakor.


“Dia bukan tunangan gue,” ucap Chan tegas.


Adhara hanya berdecak kesal bingung harus bagaimana lagi ia menolak Chan. Ia jelas tak ingin menjadi kekasih laki-laki itu walau hanya pura-pura.


“Gue tetep gak mau,” ucap Adhara yang tak kalas tegas dari Chan.


Chan menatap Adhara dengan tajam, ia paling tidak suka jika di bantah.


“Lo harus mau, karena gue gak nerima penolakan,” ucap Chan dengan tatapannya yang begitu tajam.


Baru saja Adhara membuka mulutnya untuk menjawab ucapan Chan seoarang gadis datang menghampiri mereka. Gadis itu adalah Nora entah apa yang gadis itu lakukan di sana.


“Tuan, Tuan besar meminta anda untuk segera masuk. Acara akan di mulai,” ucap Nora pada Chan. Nora menatapmu selikas dengan tatapan menilainya lalu setelahnya gadis itu segera masuk meninggalkan kalian.

__ADS_1


“Dia siapa sih? Songong banget,” ucap Adhara dengan tatapan kesalnya pada Nora yang sudah menghilang dari pandangannya.


“Dia pengawal gue,” ucap Chan membuat Adhara memelotot. Ia tak tahu jika perempuan seperti itu adalah seoerang pengawal.


“Ayo masuk acara udah mau mulai,” ucap Chan sambil merangkul Adhara dengan posesif memasuki rumahnya.


“Lepas gak usah pegang-pegang,” ucap Adhara ang hendak melepaskan rangkulan Chan pada pinggangnya tapi Chan bukannya melepaskannya laki-laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


Saat mereka memasuki ruang tamu Chan yang di jadiakan tempat acara kakek Chan sudah berdiri di bagian dengan, di depannya sudah ada kue dengan lilin berangka 60 tahun.


Chan menarik pingang Adhara membawanya menuju kakeknya walau Adhara sering kali memberontak agar laki-laki itu melepaskannya tapi Chan malah mengeratkannya.


“Senyum, dan tenang,” ucap Chan datar. Adharea akhirnya hanya bisa menghela nafasnya dan mengikuti apa yang Chan katakan.


Iringan melodi lagu ulang tahun mulai terdengar hingga saat sampai di acara tiup lilin suara tepuk tangan terdengar begitu meriah.


Saat acara petongan kue kakak Chan pertama memberikannya pada Chan baru setelahnya pada Titania. Titania terlihat tersenyum ke arah Adhara dengan senyuman kemenangannya. Membuat Adhara hanya memutar bola matanya malas. Apa gadis itu pikir ia akan iri? Tidak sama sekali karena ia pun juga tak suka berada di sana.


“Saya ucapkan teriama kasih untuk kalian semua yang hadir, harapan saya di usia saat ini semoga saya masih bisa bertahan untuk melihat kesuksesan anak dan cucu saya,” ucap Kakek Chan sambil melihat ke arah Chan yang di balas dengan anggukan oleh Chan.


“Semoga kalian menikmati acara malam ini,” ucap Kakek Chan sambil mengangkat gelas minumannya yang di balas dengan tepuk tangan yang begitu meriah dari tamu yang datang.


“Halo semua, selamat malam. Rasanya sangat tidak seru bukan jika tidak ada hiburan?” tanya suara di depan sana yang ternyata adalah suara Titania.


Adhara terus memperhatikan gadis itu ingin melihat tingkah seperti apa lagi yang akan di buat gadis itu. Lihat saja jika ia melibatkan Adhara dalam rencanya ia pastikan akan membalas gadis itu.


“Bagaimana jika meminta Adhara, kekasih Chan untuk menampilkan sesuatu? Bukankah ini adalah acara Kakek Chan,” ucap Titania dengan senyuman sinisnya melihat ke arah Adhara.


Adhara terlihat tersenyum ke arah para tamu yang melihat ke arahnya. Lalu tatapannya tertuju pada Chan dan menatap laki-laki itu dengan tajam namun senyumannya masih terpasang di wajahnya.


“Tidak, Mending lo aja kan lo lebih berbakat dari gue,” ucap Adhara sambil menggeleng tegas.


“Ayolah Adhara, lo mau ngecewain kakek?” tanya Titania dengan wajah sedihnya sambil melihat ke arah Kakek yang kini tersenyum ke arahnya.


“Gue bener-bener bakalan buat perhitungan sama lo dan tunangan lo itu,” ucap Adhara sambil menujuk Chan yang hanya menghela nafasnya kasar. Sepertinya setelah ini ia juga harus memberikan perhitungan pada Titania.


Adhara berjalan ke arah depan lalu menuju sound sistim untuk mengatakan jika ia akan membawakan tarian padang.

__ADS_1


Setelahnya ia langsung berdiri di depan ruangan. Bersiap untuk memulai tariannya. Saat musik mulai terdengar Adhara mulai tariannya dengan lincah. Gadis itu bagai sudh begitu hafal dengan tarian tersebut.


Fokus Adhara terlihat begitu stabil bahkan gerak tubuhnya tak menunjukkan kesalahan sedikitpun dengan kespresi wajahnya yang terlihat begitu pas. Tarian Adhara berhasil menghipnotis siapapun yang melihatnya.


Bahkan Titania kini terlihat mengepalkan tangannya saat melihat banyaknya orang yang terpukau dengan tarian Adhara. Chan dan Arche yang melihatnya pun begitu terpesona dengan gadis itu. Hingga suara musik selesai di dengar suara gemuruh tepuk tangan terdengar begitu meriah membuat Titania semakin kesal mendengarnya langsung pergi dari sana.


“Wah dia sangat berbakat,” ucap salah satu hadirin yang datang sambil tertepuk tangan dengan meriah,


Adhara menundukkan tubuhnya sebagai akhir dari tariannya.


“Terima kasih,” ucap Adhara dengan senyumannya lalu segera pergi dari sana untuk berjalan ke arah Arche dan mengambil minuman. Ia begitu lelah setelah melakukan tarian tersebut yang memang menbutuhkan tenaga.


“Liat aja pembalasan gue,” kesal Adhara sambil meneguk minumannya dalam sekali teguk.


Arche yang melihat ekspresi Adhara hanya bisa menggeleng sambil tertawa,


“Udah gak papa, lo keren kok,” uji Arche yang langsung membuat senyumannya mengembang.


Beruntung ada Arche yang datap mengembalikan moodnya.


 


***


 


Thank for Reading all


Hai semua apa kabar?


Aku datang lagi nih dengan cerita baru yang pastinya gak kalah seru sama cerita sebelumnya.


Semoga kalian suka ya sama ceritanya maaf kalau masih banyak typo dan feel kurang dapet.


Jangan lupa untuk Like, Koment, tambah ke favorite.


See You Next Chapter all

__ADS_1


 


 


__ADS_2