Atmosphere

Atmosphere
S2 Hujan Meteor


__ADS_3

Fyi "Hujan meteor adalah peristiwa masuknya meteor ke atmosfer dalam jumlah banyak. Jumlahnya bisa mencapai 100 meteor tiap jam."


Happy Reading All.


***


“Lo masih suka ke tempat latihan tembak om lo buat ketemu sama Nora?” tanya Izar dengan tatapan menyelidiknya yang membuat  Izar malah gelagapan mendengar hal tersebut. Karena memang belakang ini semenjak melihat Nora di tempat latihan tembak milik om nya Izar jadi sering datang namun kini sudah tiga hari Nora tak pernah datang.


Bahkan kemarin Adhara datang sendiri ke kampus membuat nya bertanya-tanya kemana perginya gadis tersebut, namun untuk bertanya pada Adhara ia merasa malu jadilah hingga kini ia masih merasa penasaran kemana perginya Nora.


“Gue dateng buat latihan kali, bukannya buat liat dia,” ucap Izar dengan tegas namun laki-laki tersebut mengalihkan pandangannya dari Antares yang kali ini hanya terkekeh mendengar ucapan temannya tersebut.


Ia tahu bagaimana temannya tersebut. Saat ia membuat alibi laki-laki tersebut akan melihat ke arah lain. Antares hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah sepupunya tersebut.


Hingga dari kejauhan dapat ia melihat seorang gadis yang tengah berjalan seorang diri, dengan wajah galaknya yang sesekali memelototkan matanya saat ada laki-laki yang mengganggunya. Atau tersenyum ramah saat ada perempuan lain yang menyapanya, namun jika laki-laki yang menyapanya mata gadis tersebut akan memelotot membuat Antares menjadi gemas dengan gadis tersebut.


“Gue duluan Zar, gue ada urusan penting,” ucap Antares yang setelahnya langsung berlari mengejar Adhara, meninggalkan Izar yang hanya bisa menggeleng melihat tingkah sahabatnya yang satu itu.


“Segitu tertariknya lo sama Adhara,” ucap Izar sambil menggelengkan kepalanya.


Setelahnya Izar juga memilih untuk langsung menuju kelasnya membiarkan sepupunya tersebut dengan urusan tak pentingnya itu. Mereka padahal akan menuju kelas yang sama namun Antares kini malah meninggalkannya untuk Adhara.


Disisi lain kini Antares sudah berada di belakang Adhara berjalan mengendap ke arah gadis tersebut berniat untuk mengaget kan Adhara.


Adhara yang menyadari jika ada yang mengendap-ngendap di belakangnya sudah mengetahui jika orang tersebut pastilah Antares. Memangnya laki-laki mana lagi yang akan berani mengganggu Adhara selain Antares? Namun percayalah sampai saat ini ia belum juga mengetahui siapa nama laki-laki tersebut. Apalagi sistem absen di kampus Adhara menggunakan finger print.


Adhara yang sudah menyiapkan topeng yang baru saja dibelinya segera memasangnya lalu berbalik dan mengagetkan Antares. Membuat laki-laki tersebut yang tak mengetahui apapun hampir membuat nya terjatuh ke belakang membuat tawa Adhara meledak melihatnya.


“Mampus lo, mangkanya jangan suka ngagetin orang. Rasain lo,” ucap Adhara kesal lalu memberikan bonus tendangan di kaki Antares membuat laki-laki tersebut memejamkan matanya menahan rasa sakit di kakinya akibat ulah Adhara.


“Gimana? Sakit?” tanya sebuah suara di belakang Antares sambil menepuk pundak laki-laki tersebut. Antares segera menoleh ke samping hingga mendapati sepupunya yang kini malah tertawa di sampingnya. Sepertinya Izar begitu bahagia melihat penderitaan Antares.

__ADS_1


“Sialan lo,” ucap Antares kesal lalu menendang Izar agar laki-laki tersebut merasakan apa yang ia rasakan.


“Gimana? Sakit?” tanya Antares mengikuti pertanyaan Izar. Setelahnya laki-laki tersebut segera pergi meninggalkan Izar dan berjalan lebih dulu menuju kelasnya.


Saat sampai di kelasnya ia segera duduk di samping Adhara membuat Adhara menatap tajam padanya sedangkan Antares malah tersenyum ke arah Adhara dengan senyuman lebarnya yang membuat Adhara kesal melihatnya.


“Jauh-jauh lo dari gue,” ucap Adhara pada Antares yang sama sekali tidak bergeming di tempatnya dan tetap saja berada di samping Adhara membuat gadis tersebut akhirnya hanya bisa pasrah saat seorang dosen datang.


“Gini banget idup gue harus ketemu sama makhluk satu ini,” ucap Adhara sambil menipiskan bibirnya dan menghembuskan nafasnya kasar merasa kasihan dengan hidupnya karena harus diganggu makhluk seperti Antares.


***


Adhara dengan cepat membereskan alat tulisnya. Kelas terakhirnya baru saja selesai dan kini ia ingin cepat-cepat pergi dari Antares yang seharian terus saja mengikutinya membuat Adhara kesal sendiri dengan tingkah laki-laki tersebut.


“Ayo Ra pulang,” ajak Antares dengan begitu santainya pada Adhara dan kini sudah berdiri di hadapan Adhara.


“Lah elo siapa?” tanya Adhara dengan wajah kesalnya lalu mendorong Antares yang menghalangi jalannya.


“Gue anter pulang aja kenapa sih Ra, daripada lo naik angkutan umum,” ucap Antares yang masih tetap saja memaksa Adhara agar mau di antar oleh nya.


“Yang bilang gue naik angkutan umum siapa?” tanya Adhara dengan sinisnya pada Antares yang kini terlihat menggaruk belakang kepalanya. Ia mengatakannya jelas karena ia tak pernah melihat Adhara di parkiran, oleh karena itu ia mengira jika Adhara naik angkutan umum.


“Ya udah gue buntutin dari belakang, gak baik loh cewek cantik kayaknya bawa kendaraan sendiri,” ucap Antares yang masih saja kekeh dengan keinginannya untuk mengantar Adhara pulang.


Bahkan kini laki-laki tersebut sudah mengikuti Adhara hingga mereka akan sampai di gerban depan kampus Adhara. Adhara tak mengatakan apapun pada Antares yang mengikutinya. Ia mengira jika Adhara mau menerima tawarannya. Namun ia malah dibuat kebingungan karena Adhara yang berjalan ke arah gerbang padahal ia mengatakan jika ia tak naik angkutan umum.


“Katanya lo bawa kendaraan?” tanya Antares lagi untuk menjawab kebingungannya. Adhara menghembuskan nafasnya kasar saat mereka sudah sampai di depan gerbang.


“Yang bilang gue bawa kendaraan siapa sih?” tanya Adhara lagi yang kini semakin membuat Antares bingung mendengarnya.


“Lah terus gimana? bawa kendaraan kagak, naik angkutan umum kagak. Lo jalan kaki?” tanya Antares pada Adhara sambil mengerutkan keningnya bingung.

__ADS_1


Adhara menunjuk seorang laki-laki yang kini menjadi pusat perhatian para mahasiswi karena ketampanannya juga aura misteriusnya yang membuat mereka dengan kagum ke arah laki-laki tersebut yang tak lain adalah Chan. Kini laki-laki tersebut tengah bersandar pada mobilnya yang semakin membuat siapapun akan luluh dengan ketampanan juga karisma yang dipancarkan laki-laki tersebut.


“Dia pacar gue, dan gue balik sama dia,” ucap Adhara dengan tegas. Ia berharap jika setelah ini, setelah Adhara memberitahu tentang Chan laki-laki tersebut akan mau menjauh darinya.


“Oh pacar lo, ganteng gue ini. Jadi gak papa selagi janur kuning belum melengkung masih dihalalkan untuk menikung. Lo tunggu aja,” ucap Antares yang kini berhasil membuat Adhara terbengong mendengarnya. Ia pikir laki-laki tersebut akan menjauh namun di luar dugaan laki-laki tersebut malah masih saja tak menyerah untuk mendapatkannya.


“Terserah lo,” ucap Adhara kesal lalu segera pergi dari sana. Ia bukannya tak ingin menambah teman namun ia hanya takut dengan kedekatannya pada Antares malah akan menghancurkan hubungannya dengan Chan. Jadi lebih baik ia mencari jalan aman dengan menjauh dari laki-laki tersebut.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2