
Fyi "Komet ini tergolong kecil dengan diameter sekitar 1,6 kilometer."
Happy Reading All.
***
Antares yang melihat kedua gadis tersebut yang kini tengah tersenyum-senyum seperti itu membuat Antares menjadi curiga. Akhirnya ia memilih untuk segera menghubungi Chan dan memberitahu laki-laki tersebut jika kini Adhara tengah berada di kampusnya.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya Chan menjawab panggilannya.
“Apa?” tanya Chan langsung saat panggilan Antares juga dijawab oleh laki-laki di seberang sana.
“Bini lo lagi di kampus gue bareng Sky, kayaknya mereka lagi ngerencanain sesuatu. Adhara bawa motor sport nya lagi,” ucap Antares pada Chan tanpa menjawab ucapan Antares tersebut laki-laki tersebut malah segera mematikan sambungan teleponnya yang membuat Antares menganga melihatnya.
“Sialan, udah untuk di kasi tau juga malah gak ada untaian kata lain langsung di matiin aja,” ucap Antares menggerutu karena Chan yang langsung mematikan sambungan teleponnya tersebut.
Tak lama Sky juga Adhara sudah melajukan motornya membuat Antares dengan segera mendekatinya dengan berlari karena ia belum mengambil kendaraannya jadilah kini ia hanya bisa mengejarnya dengan berlari mengikuti kedua perempuan tersebut yang kini ternyata melajukan motornya ke arah parkiran mobil.
Antares kini masih berusaha mengatur nafasnya saat melihat Adhara dan Sky yang kini sudah menghentikan mobil Lucine dan meminta Lucine untuk keluar dari mobilnya. Antares memang tak mengetahui tentang masalah antara Adhara juga Lucine. Jadi ia pikir Sky lah yang membawa bala bantuan untuk memberikan pelajaran pada gadis tersebut.
Hingga setelah mendengarkan apa yang terjadi barulah ia mengetahui jika Lucine juga menggoda Chan, oleh karena itu Adhara kini juga turun tangan langsung untuk memberikan pelajaran pada gadis tersebut. Segala ucapan menusuk dari Adhara dilancarkan. Kini ia jadi percaya jika Adhara tanpa filter di mulutnya memang begitu buruk.
“Ini Chan kemana sih lama banget,” ucap Antares karena merasa kesal pada Chan yang tak juga kunjung datang. Ia tak bisa datang kesana karena yang ada ia malah akan terkena amukan dari kedua perempuan bar-bar tersebut.
“Mana mereka?” tanya sebuah suara yang sudah Antares tunggu sedari tadi dan akhirnya kini Chan yang sudah ia tunggu kedatangannya kini datang juga.
“Akhirnya lo datang juga, noh mereka,” ucap Antares sambil menunjuk ke arah Adhara dan Sky yang kini tengah berhadapan dengan Lucine. Tak ada ketakutan sedikitpun pada kedua perempuan tersebut yang kini bahkan sudah berhadapan dengan orang gadis. Jika dilihat dari jumlah mereka harusnya kalah namun dilihat dari sifat mereka tentu mereka menang.
__ADS_1
Melihat hal tersebut akhirnya Chan memilih untuk segera menghampiri mereka dan menghentikan pertengkaran tersebut. Ia pikir Adhara sudah memaafkannya dan melupakan semuanya namun ternyata tidak, perempuan tersebut masih merasa kesal dengan Lucine.
“Adhara, Sky,” ucap Chan memanggil kedua gadis tersebut yang sontak menoleh ke arahnya dengan wajah terkejutnya.
***
Adhara dan Sky kini menatap Chan dengan tatapan tajamnya. Begitupun dengan Antares yang kini tak lepas dari tatapan tajam tersebut. Tak ada rasa takut pada kedua perempuan tersebut yang kini masih begitu berani untuk membalas tatapan Chan dengan begitu tajamnya.
Lucine kini sudah tersenyum senang bahkan kini ia dengan segera menghampiri Chan dan berdiri di antara Antares juga Chan. Melihat hal tersebut Adhara dan Sky hanya berdecih melihatnya. Sangat di luar dugaan Lucine yang berpikir jika kedua perempuan tersebut akan marah saat melihatnya.
“Panas?” tanya Adhara pada Sky sambil melihat ke arah sahabatnya tersebut dengan wajah polosnya.
“Kagak,” uap Sky dengan wajah polosnya juga sambil menggelengkan kepalanya. Sebelum akhirnya mereka tertawa bersama melihat ke arah Chan dan Antariksa yang kini bengong melihatnya sedangkan Lucine kini mengepalkan tangannya karena merasa terhina.
“Cuma berdiri di sampingnya doang, gue mah udah sambil bunting gini ya kali panas cuma sama orang yang cuma bisa berdiri di sampingnya doang,” ucap Adhara dengan tawanya melihat Lucine yang semakin marah melihat hal tersebut.
“Gue udah bisa pake cincin di jari manis gini ya gak mungkin panas juga dong,” ucap Sky yang membalas ucapan Adhara lalu mereka malah melakukan tos dan tertawa bersama melihat tingkah mereka yang berhasil membuat Lucine kesal.
“Adhara stop, mending kita pulang,” ucap Chan pada Adhara berusaha untuk melerai pertengkaran tersebut. Ia hanya tak ingin jika mereka semakin menjadi pusat perhatian kampus yang kini sudah banyak menonton mereka.
Ia juga tak ingin jika Adhara akan semakin mempermalukan Lucine yang akhirnya malah akan berimbas pada wanita tersebut sendiri. Ia hanya takut terjadi sesuatu pada wanita nya tersebut. Mengingat keluarga Lucine bukan lah keluarga sembarangan.
"Lah kita siapa? Kita gak kenal gak usah sok kenal," ucap Adhara dengan sinisnya pada Chan yang kali ini berhasil membuat Chan menghembuskan nafasnya kasar sudah ia duga jika Adhara pasti akan menyalahkannya karena ini. Dan ia malah akan terkena amukan dari istrinya tersebut.
"Ayo Sky kita balik," ajak Adhara pada Sky yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya kedua perempuan tersebut langsung pergi dan berjalan ke arah motor Adhara meninggalkan kedua laki-laki tersebut yang kali ini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena hal tersebut.
“Gue peringatin sama lo buat gak lagi ganggu mereka,” ucap Antares pada Lucine dengan tatapan tajamnya pada gadis tersebut. Ia sudah lelah jika harus kembali bertengkar dengan tunangannya tersebut.
__ADS_1
“Kita hanya teman Lucine. Gue ngehargain lo karena lo anak sahabat bokap gue selebih nya gue gak pernah mau ada hubungin lebih sama lo. Jadi gue harap lo bisa buat sadar diri dan gak ganggu rumah tangga gue,” ucap Chan pada Lucine dengan begitu tegas. Ia tak ingin jika harus kehilangan Adhara lagi jadi lebih baik ia harus tegas dengan segala hal yang membuat ia dan Adhara harus bertengkar dan membuat hubungannya renggang.
Adhara dan Sky kini memilih untuk menghabiskan waktu mereka tanpa mau di ganggu oleh pasangan mereka. Mereka kini memilih untuk menuju tukang rujak yang mereka temui atas permintaan dari Adhara yang meminta untuk membeli rujak.
“Kita emang harus tegas sama tuh perempuan,” ucap Sky pada Adhara saat mereka kini tengah memakan rujak yang sudah mereka beli tersebut.
“Benar, kalau masih aja. Awas aja ya, kita balik lagi buat ngasih di pelajaran,” ucap Adhara pada Sky yang menjawabnya dengan anggukan.
Mereka akhirnya melanjutkan acara mereka untuk bermain. Dan mereka baru kembali saat hari sudah semakin sore dan pasangan mereka yang sudah menjemput mereka. Beruntung Chan memang memasang pelacak di ponsel Adhara.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya