
Fyi "Geminid sering disebut sebagai rajanya hujan meteor lantaran mampu memproduksi hingga 120 meteor per jam."
Happy Reading All.
***
Adhara kini tengah menyelonjorkan kakinya di atas paha Chan yang saat ini tengah memijat kakinya. Semenjak kehamilannya ia memang begitu sering merasa cepat kelelahan namun ia begitu beruntung karena ia memiliki suami seperti Chan yang selalu bisa untuk memanjakannya.
“Tuan, Nyonya maaf mengganggu di depan ada seorang perempuan yang mencari tuan,” ucap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka.
Adhara dan Chan yang kini tengah berada di ruang keluarga menonton televisi mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan pelayannya tersebut. Namun setelahnya Adhara segera keluar bersama dengan Chan untuk melihat siapa yang mencari suaminya tersebut.
“Siapa?” tanya Adhara saat melihat perempuan yang tak ia kenali tersebut kini tengah berdiri di depan rumahnya dengan senyumannya yang mengembang.
“Kamu lupa sama aku?” tanya perempuan tersebut yang kali ini membuat Chan mengerutkan keningnya bingung melihat perempuan yang tak ia kenali tersebut.
“Gue gak kenal sama lo, bukannya lupa,” ucap Chan dengan suara tegasnya pada perempuan tersebut yang kini malah terkekeh membuat Adhara dan Chan mengerutkan keningnya bingung melihat perempuan tersebut.
“ODGJ kali nih cewek, mau apa sih lo?” tanya Adhara yang kini menatap tak suka pada gadis tersebut yang justru terkekeh mendengar ucapan Adhara yang menghinanya.
“Lo gak tau, suami lo ini pernah nyewa gue,” ucap perempuan tersebut yang kini membuat Adhara sontak melihat ke arah Chan dengan memelototkan matanya melihat Chan yang kini sudah menatap Adhara sambil menggelengkan kepalanya.
“Lo lupa Chan?” tanya perempuan tersebut pada Chan yang kali ini berusaha mengingat kembali. Hingga ingatannya kembali pada kejadian saat ia mabuk karena Adhara dan ia sempat menyewa perempuan tersebut walau akhirnya ia tak memakai perempuan tersebut.
“Udah inget Chan?” tanya wanita tersebut dengan senyuman manisnya pada Chan saat melihat laki-laki tersebut yang kali ini sudah terdiam mengira jika Chan sudah mengingatnya.
Adhara yang kini berada di samping Chan sudah mengepalkan tangannya dan siap untuk memberikan pelajaran pada Chan yang tentu kini sudah merasa takut dan merutuki gadis tersebut yang kini malah datang ke rumahnya. Entah dari mana perempuan tersebut mengetahui rumahnya.
“Mau apa lo kesini?” tanya Chan dengan wajah datarnya pada wanita tersebut yang kali ini tersenyum dengan tatapan menggodanya pada Chan.
“Hanya ingin bertanya, mau sewa gue lagi?” tanya perempuan tersebut yang kini benar-benar membuat Adhara naik pitam mendengarnya. Bagaimana bisa ia menawarkan diri pada Chan di saat ada Adhara di sana yang berstatus istri Chan.
__ADS_1
“Murah banget lo, jual diri ke laki gue. Gue masih di sini woy,” ucap Adhara dengan marahnya lalu ingin untuk memberikan pelajaran pada wanita tersebut yang membuat Chan segera menahannya takut jika mereka bertengkar malah akan mencelakai Adhara juga anaknya.
“Udah kerjaan gue ini jual diri,” ucap perempuan tersebut pada Adhara yang kali ini meledakkan tawanya mendengar ucapan perempuan tersebut yang memang benar. Salah Adhara juga mengatakan hal tersebut padahal memang pekerjaannya.
“Ya lo salah tempat ini rumah gue bukan club malam,” ucap Adhara dengan amarahnya. Ia sudah tak tahan untuk mencabik-cabik perempuan tersebut namun Chan menahannya dan segera membawanya untuk masuk.
“Bawa dia pergi,” ucap Chan pada pengawal yang berada di sana memerintahkan pengawal tersebut untuk membawa wanita tersebut dari sana. Hanya mencari masalah saja dengan datang ke rumah Chan dan membuat keributan di sana karena jelas Chan tidak akan melepaskannya begitu saja.
“Lepas,” sentak Adhara pada Chan sambil menghempaskan tubuhnya membuat Chan kini menghembuskan nafasnya kasar ia tahu pasti kini istrinya tersebut sudah begitu marah pada Chan.
“Tidur di luar malam ini,” marah Adhara pada Chan lalu segera masuk ke kamarnya dan meninggalkan Chan yang kini masih terbengong di tempatnya. Malam ini terpaksa ia harus membiarkan Adhara terlebih dulu sampai wanitanya tersebut tenang baru ia akan mengajak Adhara untuk berbicara dan menjelaskan semuanya.
***
Suara dentuman musik yang begitu keras begitu memekak telinga siapapun yang datang ke tempat penuh maksiat tersebut. Bau asap rokok yang berbaur dengan alkohol menjadi ciri khas dari tempat hiburan malam tersebut, dengan lampu temeran yang berubah warna semakin membuat mata rasanya begitu sakit.
“Tumben banget lo ngajak gue ke sini,” ucap Izar pada sepupu sekaligus sahabatnya yang kini tengah menenggak minumannya beralkoholnya. Semenjak hubungannya dengan Sky semakin dekat, Antares tak pernah lagi datang ke tempat seperti ini dan terlalu sibuk dengan tunangannya tersebut.
Setelahnya tak ada lagi yang membuka pembicaraan Izar yang hanya fokus menatap ke depan melihat banyaknya orang yang tengah meliuk-liukkan tubuhnya dan tengah ruangan, sedangkan Antares sibuk dengan minuman beralkoholnya tersebut.
Tak lama suara dering ponsel Izar membuat laki-laki tersebut segera mengambil ponselnya hingga dapat ia lihat panggilan masuk dari Nora yang tertera di sana.
“Gue keluar dulu,” ucap Izar pada Antares, tentu ia tak akan menjawab telepon di sana jika tak ingin tunangannya tersebut marah padanya, jadilah ia memilih untuk segera keluar dari tempat tersebut menghindari keramaian.
“Hei Antares,” sapa seorang wanita yang kini sudah duduk di samping Antares. Antares segera melihat ke arah sampingnya dan melihat ke arah wanita tersebut yang kini tersenyum ke arahnya yang membuat Antares hanya diam.
“Buat lo,” ucap wanita tersebut pada Antares yang membuat Antares hanya mengabaikannya. Namun wanita tersebut tetap memaksanya yang membuat Antares berdecak lalu segera mengambilnya dan menegakkan hingga tandas.
“Sendiri?” tanya wanita tersebut pada Antares yang hanya menjawabnya dengan gelengan.
“Sama Izar,” ucap Antares yang membuat wanita tersebut mengangguk. Merasa jika ia harus ke kamar mandi dan menyelesaikan panggilan alamnya.
__ADS_1
Wanita tersebut yang melihatnya segera mengikuti membuat Antares berdecak melihatnya.
“Lo ngapain sih ngikutin gue Lucine?” tanya Antares dengan nada tak sukanya pada wanita yang tak lain adalah Lucine tersebut.
“Gue juga mau ke kamar mandi kali,” ucap Lucine dengan begitu sombongnya pada Antares membuat laki-laki tersebut berdecak kesal mendengarnya.
“Antares,” ucap Lucine yang setelahnya langsung menarik tangan Antares membuat Antares terdiam karena setelahnya mereka malah tak sengaja berciuman. Bukannya melepaskannya Antares kini malah semakin memperdalam ciumannya membuat Lucine tersenyum dengan senang karenanya.
Menyadari apa yang ia lakukan Antares segera melepaskan ciumannya. Menyadari kesalahannya ia segera mendorong Lucine dan segera pergi dari sana merasa jika apa yang ia lakukan begitu salah. Ia sudah memiliki tunangan tak seharusnya ia melakukan hal tersebut.
Tanpa mereka ketahui sedari tadi ada yang terus melihat mereka dengan terkejutnya. Namun ia masih berpikir jika Antares hanya khilaf saja dan akan membiarkannya untuk saat ini.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1