
Fyi "Planet ini dinamai Kepler-432b dan serupa dengan ukuran Jupiter. Kepler-432b disebut langka dan misterius karena sebenarnya planet yang sudah hancur."
Happy Reading All.
***
“Izar maaf tapi gue belum siap. Gue mau pulang,” ucap Nora yang setelahnya segera pergi dari sana. Melihat hal tersebut Izar terdiam di tempatnya, ia masih mencerna ucapan Nora tersebut.
Izar menghembuskan nafasnya kasar setelah tersadar dari keterkejutannya lalu setelahnya ia segera mengejar Nora untuk mengantar gadis tersebut pulang, meskipun kini ia merasa kecewa dengan jawaban Nora tersebut namun tetap saja ia harus memastikan gadisnya tersebut aman sampai rumah.
Saat sampai di mobil ia dapat melihat Nora yang sudah duduk di dalam mobil dengan tatapannya yang kini tertuju ke luar jendela mobil dengan air matanya yang sudah mengalir. Izar tak ingin membuka suaranya bahkan di perjalanan tak ada yang membuka suaranya mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
Untuk saat ini selain rasa kecewa yang mendera Izar ia juga ingin memberikan waktu untuk Nora menyendiri. Membiarkan Nora dengan pemikirannya sendiri dan tak ingin mengganggu gadis tersebut.
Hingga mereka sampai di depan rumah Arche, Nora segera turun tanpa sepatah kata pun pada Izar. Ia segera berjalan ke arah rumahnya, Izar memejamkan sambil mengusap wajahnya gusar dengan kejadian malam ini. Ia tak menyangka jika akhirnya malah mendapatkan penolakan dari Nora.
“Kenapa jadi gini,” ucap Izar sambil mengusap wajahnya gusar.
Setelah memastikan Nora masuk ke dalam rumahnya ia segera melajukan mobil nya meninggalkan rumah gadis untuk menenangkan dirinya sendiri.
Di dalam rumahnya Nora segera masuk ke dalam rumahnya dengan air matanya yang terus mengalir. Arche yang berada di ruang keluarga sambil menonton trelevisi mengerutkan keningnya bingung melihat adiknya yang pulang dalam keadaan menangis.
Melihat hal tersebut Arche segera berjalan ke arah adiknya tersebut yang ternyata kini sudah masuk ke dalam kamarnya, dengan perlahan Arche mengetuk pintu kamar adiknya tersebut berusaha untuk berbicara pada adiknya tersebut.
Nora membukakan pintu untuk kakaknya tersebut yang kini berhasil membuat Arche kaget saat melihat adiknya tersebut yang kini sudah berderai air mata. Melihat hal tersebut Arche segera memeluk adiknya tersebut membuat Nora kini semakin mengeraskan tangisnya dalam pelukan kakaknya tersebut.
Arche membiarkan adiknya tersebut terlebih dulu menenangkan dirinya, memberikan kenyamanan pada adiknya tersebut, setelah Nora merasa tenang barulah Arche melepaskan pelukannya. Dan kini laki-laki tersebut menangkup wajah gadis di depannya tersebut dengan tatapan seriusnya.
“Ada apa hm?” tanya Arche pada Nora yang kini menatap kakaknya tersebut dengan tatapan sendunya.
“Izar ngelamar aku kak,” ucap Nora mulai menjelaskan pada Arche yang kini menaikkan sebelah alisnya bingung. Jika memang begitu mengapa Nora malah menangis, itulah yang kini tengah dipikirkan oleh Arche.
__ADS_1
“Tapi aku milih buat nolak Izar,” ucap Nora yang kali ini mengerti kebingungan Arche tersebut, namun kini Arche malah semakin di buat bingung dengan jawaban dari adiknya tersebut.
“Kenapa Ra? kalau kamu emang suka dan sayang sama dia kenapa harus menolak?” tanya Arche pada adiknya tersebut, tak habis pikir dengan adiknya tersebut yang malah menolak lamaran dari laki-laki yang dicintai oleh adiknya tersebut.
“Karena aku gak mau ngulangin kesalahan Bunda. Aku masih merasa takut untuk menjalin sebuah hubungan kak. Kisah Bunda dan Papa buat aku merasa takut untuk memiliki hubungan yang serius dengan laki-laki,” ucap Nora menjelaskan yang kali ini membuat Arche terkejut mendengar ucapan tersebut. Ia tak menyangka karena kesalahan ayahnya Nora akan memiliki taruma seperti ini.
“Aku takut kalau aku gagal kak,” ucap Nora pada Arche dengan tangisnya yang kini kembali terdengar. Mendengar hal tersebut membuat Arche segera memeluk adiknya tersebut kembali. Ia begitu tak tega mendengar ucapan adiknya tersebut.
“Maaf Ra, Maaf karena Papa kamu jadi seperti ini,” ucap Arche pada Nora yang kali ini hanya terdiam mendengar permintaan maaf tersebut karena bagaimanapun luka tersebut masih begitu nyata di hatinya. Bagaimana Adam yang membuat nya menjalani yang begitu berat.
“Ra denger kakak,” ucap Arche pada Nora sambil menangkup wajah adiknya tersebut. Kini ia menatap Nora dengan tatapan seriusnya.
“Kamu sayang sama dia?” tanya Arche pada Nora yang menjawabnya dengan anggukan karena jelas ia begitu menyayangi Izar.
“Kalau kamu sayang sama dia gak perlu ragu Ra. Dia udah nunjukin keseriusannya sama kamu, bahkan dia berani ngenalin kamu ke keluarganya dan dia berani buat ngelamar kamu dan meminta restu kepada mama dan papa sebelum kalian berangkat tadi,” ucap Arche menjelaskan pada adiknya tersebut apa yang baru saja ia ketahui tadi dari kedua orang tuanya jika Izar meminta restu pada mereka untuk melamar Nora.
Nora yang mendengar hal tersebut terdiam mendengarnya. Ia juga tak tahu kenapa ia malah menolak Izar padahal begitu jelas bagaimana Izar yang begitu serius padanya.
***
Setelah mengetahui dimana keberadaan Izar kini Arche langsung menuju tempat keberadaan laki-laki tersebut yang ternyata tengah berada di club malam. Arche menghembuskan nafasnya kasar sambil menggelengkan kepalanya saat menyadari Izar adalah orang yang akan datang untuk menenangkan dirinya ke tempat seperti ini. Tak ada bedanya sebenarnya dengan dirinya yang akan datang untuk sekarang meminum alkohol.
Saat memasuki club tersebut dengan segera Arche mencari kekasih adiknya tersebut, hingga ia dapat melihat Izar yang kini tengah menenggak minuman beralkohol nya seorang diri,
“Bang,” sapa Izar pada Arche saat melihat Arche yang datang ke sana.
“Kita bicara di luar, di sini terlalu rame,” ucap Arche pada Izar yang segera menjawabnya dengan anggukan.
Akhirnya mereka segera keluar dari club malam tersebut. Mereka memilih taman kecil di depan club tersebut untuk berbicara. Menjauh dari keramaian club tersebut.
Arche mengeluarkan rokoknya lalu memberikannya pada Izar yang membuat Izar segera mengambilnya. Namun setelah Izar mengambilnya Arche malah menaruh kembali rokoknya ke dalam saku membuat Izar mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
“Gak ngerokok bang?” tanya Izar pada Arche yang menjawabnya dengan gelengan.
“Gue cuma ngerokok pas lagi kacau aja,” ucap Arche yang menjawabnya dengan anggukan lalu laki-laki segera menyalakan rokoknya.
“Nora nolak lamaran lo?” tanya Arche langsung pada Izar yang membuat Izar sekarang menoleh ke arah Arche dengan tatapan bingungnya karena Arche mengetahui nya. Namun setelahnya ia bisa menebak jika Nora lah yang memberitahu nya.
“Gue harap lo bisa maklumi dia Zar, setelah apa yang dia alami pasti sulit untuk Nora buat nerima semua ini,” ucap Arche pada Izar yang kini terdiam mendengar penjelasan Arche.
Setelahnya Arche mulai menjelaskan apa yang ia ketahui dan bagaimana Nora saat ini. Izar cukup terkejut mendengar cerita Arche karena baru ini ia mengetahui cerita Nora secara keseluruhan. Kini Izar mengerti mengerti mengapa Nora menolak nya ia akan berusaha untuk meyakinkan gadis tersebut jika ia berbeda.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1