Atmosphere

Atmosphere
S2 Exoplanet


__ADS_3

Fyi "Exoplanet adalah planet yang berada di luar tata surya. Sebagian besar planet mengorbit bintang lain, tetapi Exoplanet yang mengambang bebas, mengorbit pusat galaksi dan tidak terikat pada bintang mana pun."


Happy Reading All.


***


"Arche berjalan dengan gagahnya di dampingi oleh asistennya yang kini membantunya mengurus proyek yang ditanganinya. Laki-laki tersebut kini memang sudah memegang perusahaan ayahnya yang berada di Jakarta setelah sidang kuliahnya, lebih tepatnya setelah ia kembali ke Jakarta.


 Dan besok adalah hari sidang Chan dan tentu saja ia juga akan datang untuk sahabatnya tersebut. Kali ini tengah berada di Bandung untuk menyelesaikan proyek yang sempat di bangunnya di Bandung. Bersama dengan asistennya tersebut ia baru saja selesai rapat dan kini ia sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta.


“Sisa nya saya harap Anda dapat mengurusnya pak,” ucap Arche pada Direktur yang berada di sana. Direktur tersebut menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum pada atasannya tersebut juga pemilik dari perusahaan tempatnya bekerja juga menaruh investasi tersebut.


Mereka berjalan bersama dengan Arche yang berjalan di depan. Kini laki-laki tersebut terlihat begitu gagah. Karyawan yang melihatnya bahkan di buat terpesona dengan laki-laki tersebut. Apa lagi sikap Arche yang murah senyum membuat siapapun merasa semakin terpesona dengan laki-laki tersebut.


Saat tengah berjalan tatapannya tak sengaja bertabrakan dengan tatapan seorang gadis yang melihatnya dalam diam. Arche menatap gadis tersebut dengan terkejut namun tak lama gadis tersebut malah pergi, baru saja Arche ingin mengejarnya namun asistennya tersebut menahannya dan malah mengajaknya berbicara tentang bisnis.


“Maaf Mr. tapi ada apa?” tanya asistennya pada Arche saat melihat Arche tak sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari objek yang sedari tadi ia tatap. Arche hanya menggelengkan kepalanya. Tidak sekarang tapi nanti ia akan meminta asistennya tersebut untuk mencari tahu tentang gadis tersebut.


Sekarang ia harus segera kembali karena hari juga mulai siang dan besok pagi ia harus datang ke sidang skripsi sahabatnya tersebut.


“Tidak, lebih baik kita kembali sekarang,” ucap Arche pada asistennya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan.


Setelahnya mereka langsung berpamitan dan segera pergi dari sana dengan pikiran Arche yang kini terus saja di ganggu oleh gadis tersebut yang kali ini benar-benar membuat Arche terus saja memikirkannya.


“Tara, cari tahu tentang gadis bernama Delia. Dia bekerja di kantor cabang kita,” ucap Arche pada asistennya yang tak lain bernama Tara.


Gadis yang tadi di lihatnya memanglah Delia. Gadis yang sudah lama tak melihatnya itu kini kembali ia lihat. Ia tak menyangka ternyata kini ia mulai terbiasa Delia. Hingga saat gadis tersebut pergi ia malah memikirkannya. Ia pikir Delia tak akan memberikan efek apapun namun siapa sangka jika gadis tersebut kini perlahan membuka kembali hatinya.


***


Nora kini terlihat sibuk dengan tumpukan dokumen di depannya. Kacamata yang bertengger di hidungnya malah membuat gadis tersebut terlihat semakin cantik. Wajah datarnya seolah menjadi penegas siapa ia dan bagaimana posisinya.

__ADS_1


Pintu yang bertuliskan Konsultan Internasional tersebut terbuka membuat Nora menatap tajam pada orang yang tak tahu sopan santun hingga masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Saat melihat siapa yang datang membuat tatapan tersebut makin tajam.


Seorang laki-laki kini berjalan dengan senyumannya sambil membawa sebuket bunga mawar berwarna merah. Berjalan mendekat ke arah Nora lalu memberikan buket tersebut untuk Nora.


“Masih marah hm?” tanya laki-laki tersebut yang tak lain adalah Izar. Nora hanya menatapnya datar tanpa mau mengambil bunga yang dibawakan oleh Izar untuk nya. Izar menghembuskan nafasnya kasar. Ia tahu pasti gadis nya tersebut masih merasa kesal dengannya.


Dengan langkah pelan Izar berjalan ke belakang Nora lalu menyisir rambut Nora yang dibiarkan tergerai dengan tangannya. Lalu mengikat rambut tersebut dengan rapi namun tetap menutupi lehernya, tentu saja ia tak ingin jika miliknya di lihat orang laki-laki lain.


“Maaf untuk masalah kemarin. Gadis itu cuma anak paman aku itu, dia sepupu aku,” ucap Izar pada Nora yang kini masih saja terdiam membiarkan Izar melakukan apa yang laki-laki itu inginkan. Melihat hal tersebut Nora menghembuskan nafasnya kasar dengan hal tersebut.


“Masih marah hm?” tanya Izar lagi yang kini memeluk Nora dari belakang. Berusaha untuk membujuk gadis nya tersebut untuk memaafkannya namun Nora malah masih saja sibuk dengan pekerjaannya dan mengabaikan Izar yang kini sudah merasa frustasi akan hal tersebut.


"Udahan dong marahnya. Lagian dia itu sepupu aku. Mending sekarang kini makan siang," ucap Izar pada Nora yang kali ini menghembuskan nafasnya mendengar ucapan tersebut.


Nora melihat ke arah jam yang berada di dinding ruangannya tersebut yang sudah memperlihatkan jam 11.40


Akhirnya gadis tersebut memilih untuk berdiri dan berjalan meninggalkan Izar yang kali ini terdiam di tempatnya karena mengira Nora kabur darinya.


"Kamu mau diem di sana aja? Mau sampai kapan di sana? Katanya mau makan siang," ucap Nora yang kini menghentikan jalannya dan melihat ke arah Izar dengan tatapan lelahnya. Mendengar hal tersebut sontak Izar tersenyum pada Nora dan segera berjalan ke arah gadis tersebut sambil merangkul gadisnya itu membawanya untuk keluar dari kantor tersebut.


Setelah sampai mereka segera memesan makanan setelah memilih meja mereka.


"Jadi dia beneran sepupu kamu?" Tanya Nora yang akhirnya mai membuka suaranya membuat Izar tersenyum senang karena Nora mau berbicara dengannya.


"Iya, dia anak angkat om Janus," ucap Izar yang membuat Nora kita hanya mengangguk mendengarnya. Walau hatinya masih merasa takut mengingat gadis tersebut hanyalah anak angkat dari paman laki-laki tersebut. Memangnya siapa yang tahu tentang hati seseorang.


Setelah makanan mereka datang, mereka segera memakan makanan tersebut. Izar dengan perhatiannya memotongkan daging untuk Nora membuat Nora tersenyum atas perhatian laki-laki tersebut.


Saat mereka tengah asyik memakan makan siangnya sambil berbincang tiba-tiba saja seorang gadis datang dan duduk di samping Izar membuat Nora kali ini memutar bola matanya malas saat melihat siapa yang datang.


"Emang susah yah kalo udah dasarnya Jalaikung, meskipun gak di udang ya dateng aja," ucap Nora sambil memakan dagingnya. Terlihat raut wajah gadis tersebut yang terlihat begitu kesal saat melihat gadis yang kini duduk di samping Izar.

__ADS_1


Izar yang mendengar hinaan Nora pada sepupunya tersebut hanya menggeleng sambil tersenyum. Ia mengerti jika Nora memang cemburu pada sepupunya itu.


Lagi pula bagaimana ia tak cemburu saat gadis tersebut datang-datang langsung merangkul tangan Izar. Nora bahkan merasa muak melihat hal tersebut.


"Ribet banget sih lo, urusan gue ini," ucap gadis tersebut yang kini membuat Nora tersenyum sinis mendengarnya.


"Ayo Yang balik, aku usah selesai makannya," ucap Nora sambil menarik Izar untuk pergi dari sana.


Izar hanya mengikuti saja sambil tersenyum karena merasa senang Nora yang cemburu padanya itu tandanya gadis tersebut memang begitu mencintainya.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".

__ADS_1


Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.



__ADS_2