Atmosphere

Atmosphere
S2 Earthgazers


__ADS_3

Fyi "Earthgazers adalah adalah meteor yang melesat dekat cakrawala dan dikenal karena ekornya yang panjang dan berwarna-warni."


Happy Reading All


***


"Jadi gimana lo bisa ada di sini? Lo gak kuliah?" Tanya Adhara sambil meletakkan teh hangat di depan laki-laki yang tak lain adalah Arche.


"Libur musim panas," ucap Arche sambil menyesap minumannya dengan begitu santai. Adhara yang mendengarnya hanya menjawabnya dengan anggukan. Mengingat hari libur mereka memang berbeda.


"Lo dateng buat Nora?" Tanya Adhara sambil melihat sahabatnya tersebut dengan serius. Arche hanya mengangguk menjawab pertanyaan gadis tersebut.


"Sekalian sih, gue juga kangen sama lo," ucap Arche dengan senyuman lebarnya yang membuat Adhara berdecih mendengarnya sambil menyipitkan matanya menatap Arche curiga, jika laki-laki tersebut hanya bercanda saat mengatakan merindukannya.


Arche yang melihatnya sontak menyentil kening gadis di depannya tersebut membuat Adhara mengerucutkan bibirnya lucu.


"Mau jalan? Gue tau lo bosen," ucap Arche pada Adhara yang kali ini terlihat berpikir sebelum akhirnya gadis tersebut menganggukkan kepalanya setuju karena nyatanya ia memang begitu bosan. 


"Bentar gue bilang bunda dulu," ucap Adhara yang malah diikuti oleh Arche membuat gadis tersebut mengerutkan keningnya melihat Arche yang mengikutinya.


"Mau kemana lo?" Tanya Adhara pada sahabatnya tersebut yang kali ini menaikkan sebelah alisnya lalu menggeser tubuh Adhara agar ia berjalan lebih dulu dari gadis tersebut membuat Adhara hampir saja terjatuh karena ulah Arche.


"Bunda, Arche izin ajak Adhara main ya. Tenang aja pulangnya utuh, kalau gak utuh berarti anak bunda yang banyak tingkah," ucap Arche meminta izin pada ibu Adhara yang kini hanya terkekeh mendengar ucapan terakhir sahabat anaknya tersebut.


Adhara yang mendengar ucapan Arche dengan kesal menendang kaki laki-laki tersebut membuat Arche langsung menunduk dan memerangi kakinya menahan sakit di kakinya tersebut. 


"Kan Bun, bar bar," adu Arche pada ibu Adhara yang kini ikut meringis melihat Arche yang kesakitan.


"Kamu itu cewek loh nak, jangan terlalu kasar," ucap Ayana, ibu Adhara memperingati anaknya tersebut. Ia tahu bagaimana perangai anaknya tersebut, karena saat di rumah bersama adiknya pun Adhara masih saja kasar.


"Kalau gak kasar bukan Adhara tante, anggep aja ciri khas," ucap Arche dengan cengirannya pada Anaya yang kali ini terkekeh mendengarnya. 


"Gue gak tau kalau lo sekarang banyak bacot," ucap Adhara lalu segera menarik Arche dengan merangkul leher laki-laki tersebut, membawanya untuk segera pergi dari sana.


Kini Adhara dan Arche sudah berada di dalam mobil Arche, dengan laki-laki tersebut yang mengemudikannya dengan kecepatan sedang menuju salah satu mall yang berada di kota tersebut. Beruntung Adhara sebelumnya sudah mengganti pakaiannya, hingga ia tak perlu lagi untuk mengganti pakaian.


Tak membutuhkan waktu lama kini mereka sudah sampai di depan sebuah mall yang mereka kunjungi. Adhara lebih dulu keluar meninggalkan Arche di belakangnya.

__ADS_1


"Lo kenapa gak sekalian bawa Nora?" Tanya Adhara pada Arche, menolehkan pandangannya pada laki-laki yang kini sudah berdiri di depannya tersebut.


"Udah pergi duluan tadi dia sama pacarnya," ucap Arche dengan santai yang kini malah membuat Adhara terkejut mendengarnya. Sebelumnya ia tak pernah mendengar Nora memiliki kekasih, padahal selama ini ia yang bersama dengan Nora.


"Ngaco lo, Nora mana punya pacar," ucap Adhara menatap Arche tidak yakin.


"Ya mana gue tau," ucap Arche acuh lalu segera pergi membuat Adhara menganga mendengar ucapan tersebut. Dengan kesal Adhara berjalan ke arah Arche lalu memukul kepala sahabatnya tersebut keras, bahkan membuat Arche sampai menunduk karena pukulan Adhara.


"Emak lo ngidam apa sih, kenapa lo jadi bar-bar gini," ucap Arche sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit akibat pukulan Adhara.


Adhara kini berdiri dengan serius di depan Arche membuat laki-laki tersebut kini juga terdiam sambil menatap Adhara bingung.


"Tetep jadi Arche, gak perlu menjadi orang lain hanya untuk gue," ucap Adhara sambil menepuk pundak Arche yang kini berhasil membuat Arche terdiam mendengar ucapan Adhara.


Arche menghembuskan nafasnya kasar, sepertinya Adhara mengetahui apa yang Arche lakukan. Menggantikan posisi Antariksa untuk Adhara. Bukan tanpa alasan Arche melakukannya, ia lakukan ini karena Adhara yang sering mengeluh karena merindukan sahabat mereka yang telah pergi tersebut.


Namun tak sepemikiran dengan Arche, Adhara hanya tak ingin mencari sosok Antariksa pada sahabatnya yang lain hingga membuat ia kehilangan sosok sahabatnya yang menggantikan sosok Antariksa. Meskipun Arche bisa menggantikan sosok Antariksa, namun Adhara akan kehilangan sosok Arche yang begitu tenang dan dewasa. Dan Adhara tak ingin kehilangannya.


"Ngapain diem di sana? Ayo jalan," ajak Adhara sambil berteriak ke arah Arche, menyadarkan laki-laki tersebut dari lamunannya. 


Arche yang mendengar teriakan Adhara dengan segera menghampiri gadis tersebut dan merangkul pundak Adhara. Senyuman terlihat jelas di wajah laki-laki tersebut membuat Adhara juga ikut tersenyum melihatnya.


"Jalan-jalan aja lah, bingung juga mau kemana," ucap Adhara dengan cengirannya yang membuat Arche menjawabnya dengan anggukan.


Setelahnya mereka segera berjalan di sekitaran mall. Kini bahkan mereka sudah seperti satpam yang tengah patroli.


"Ini kalo kerjaan sampingan jadi satpam enak juga ya," ucap Adhara dengan kekehannya yang membuat Arche menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Adhara.


"Mangkanya mau kemana? Biar gak dikira satpam beneran nih," ucap Arche sambil mengacak rambut Adhara. Melihat rambutnya yang kini berantakan membuat Adhara mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan tingkah Arche.


"Nonton aja gimana?" Tawar Arche yang akhirnya Adhara jawab dengan anggukan. Karena ia juga bingung ingin kemana.


Adhara dan Arche berjalan bersama menuju tempat mereka akan menonton. Di perjalanan Adhara banyak bercerita tentang hari-hari nya juga tentang Chan yang jarang memberinya kabar.


"Mungkin emang lagi sibuk aja dia," ucap Arche menenangkan dan berusaha memberikan pengertian pada Adhara agar gadis tersebut tidak berpikiran buruk pada Chan.


"Lagian lo tenang aja, lo itu cinta pertama Chan sebelumnya dia gak pernah suka cewek. Gue bahkan waktu itu mikir dia belok," ucap Arche dengan kekehannya yang membuat Adhara kini ikut terkekeh mendengarnya.

__ADS_1


"Bukannya kalian bertiga sama aja ya," ucap Adhara yang begitu tepat sasaran membuat Arche menggaruk tengkuknya yang tak gatal. 


Adhara yang melihat tingkah sahabatnya tersebut hanya bisa terkekeh saja melihat tingkah Arche yang salah tingkah. Karena nyatanya sebelum mengenal Adhara mereka tak pernah menyukai gadis manapun sampai Adhara datang, mereka malah sama-sama menyukai Adhara.


"Gue pesen tiketnya dulu," ucap Arche yang setelahnya segera pergi untuk membeli tiket, sedangkan Adhara sudah di buat tertawa dengan tingkah sahabatnya tersebut.


Arche dengan perasaannya yang masih salah tingkah membeli tiket untuk nya dan Adhara menonton. Setelah mendapatkannya ia berencana untuk membeli popcorn juga minuman. Tapi ia malah tak sengaja menabrak seorang gadis hingga gadis tersebut hampir terjatuh namun  beruntung Arche lebih dulu menahannya.


"Eh sorry," ucap Arche pada gadis tersebut yang kini masih terpanah melihat wajah tampan di depannya tersebut.


Arche mengerutkan keningnya saat melihat gadis di depannya yang hanya diam saja sambil menatap Arche dengan senyumannya.


"Hm thank ya," ucap gadis tersebut yang hanya Arche balas dengan anggukan. Baru saja gadis tersebut akan mengulurkan tangannya tapi mereka diganggu dengan suara seseorang yang memanggil Arche. 


"Arche," panggil gadis tersebut yang tak lain adalah Adhara. Arche segera menoleh ke arah Adhara dan tersenyum ke arah gadis tersebut.


"Gue duluan, sekali lagi sorry," ucap Arche yang setelahnya segera pergi membuat gadis tersebut menghembuskan nafasnya kasar merasa kecewa karena mengira Adhara adalah kekasih Arche. Namun setidaknya kini ia mengetahui siapa nama laki-laki tersebut.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah_ dan @wphilmiath_


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2