
Fyi "Kolonisasi angkasa, juga disebut tempat tinggal angkasa, adalah sebuah perencanaan habitat manusia permanen di luar Bumi."
Happy Reading All.
***
Adhara jini tengah begitu sibuk membantu di warung ibu nya, karena hari ini ia tidak ada kegiatan jadilah gadis tersebut memilih untuk membantu di warung makan ibunya. Dan hari ini pelanggan begitu banyak membuat ia begitu lelah rasanya.
"Kalo capek istirahat aja dulu nak,” ucap ibu adhara pada anaknya tersebut yang kini tengah membawa piring kotor ke dapur.
"Gak papa bun, biar adhara bantu aja. Lagi rame ini,” ucap adhara pada bundanya tersebut membuat wanita paruh baya tersebut tersenyum mendengarnya lalu mengelus puncak kepala anaknya tersebut sayang.
Setelah mengatakan hal tersebut adhara kembali ke depan untuk melayani para pembeli yang kini sudah berdatangan kembali. Namun saat gadis tersebut kembali ke depan ia dibuat terkejut dengan keberadaan Antares yang ternyata tengah berada di sana membantu pekerjaan mereka bersama dengan adiknya Orion.
"Lo ngapain ke sini?” Tanya Adhara pada laki-laki tersebut saat Antares tidak sengaja berpapasan dengan Adhara.
"Udah diem gak usah ikut campur gue lagi sibuk,” ucap Antares pada Adhara dan segera berlalu dari hadapan gadis tersebut untuk menuju ke arah dapur dan membawa piring kotor ke arah dapur untuk dicuci. Adhara yang melihat hal tersebut hanya bisa tercengang melihat bagaimana Antares malah mengacuhkannya padahal jelas-jelas ini adalah warung orang tuanya tapi laki-laki tersebut malah seolah ialah pemilik dari warung tersebut.
"Lah ini kan warung kue kenapa malah dia yang sok sibuk?” Ucap Adhara yang masih terbengong di tempatnya sambil menatap Antares dengan tatapan kesal nya. Orion yang melihat hal tersebut hanya bisa terkekeh melihat bagaimana wajah kesal kakaknya tersebut dengan tingkah Antares yang memang mengesalkan tersebut dan suka sekali mengganggu kakaknya itu.
"Udah kak kerja ngapain malah bengong di sini? Lihat mah kerjaan masih bangunnya,” tanya Orion sambil menepuk punggung kakaknya tersebut agar Adhara tersadar dari lamunannya.
Adhara memelototkan matanya sambil berdecak kesal pada adiknya tersebut. Mau lagi sibuk mengurusi kedua laki-laki yang suka sekali membuatnya kesal tersebut adalah dengan segera kembali melakukan pekerjaannya. Karena saat ini pelanggan yang datang pun sudah begitu banyak membuat mereka seharian ini terlihat begitu sibuk melayani para pembeli.
Hari yang semakin sore membuat warung ibu Adhara yang memang akan tutup di sore hari akhirnya kini tutup. Adhara memilih untuk duduk di salah satu kursi yang berada di sana sambil menyelonjorkan kakinya begitupun dengan Antares yang kini juga duduk di samping adalah.
"Lu ngapain sih ke sini?” Tanya Adhara pada laki-laki di sampingnya tersebut yang kini melihat ke arah Adhara dengan cengirannya.
__ADS_1
"Bosen aja gue di rumah jadi gue kesini deh kebetulan juga tadi gue ngeliat lo di sini jadi gue langsung mampir kesini, daripada gue ganggu kerjaan lu kan mendingan gue bantuin lu,” ucap Antares menjelaskan yang membuat ada rakyatnya mengangguk mendengar ucapan tersebut.
"Thanks udah bantuin gue,” ucap Adhara pada Antares yang kali ini hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Ayo balik gue anterin,” ucap Antares pada Adhara yang gini menjawabnya dengan anggukan. Orion sudah pulang lebih dulu saat siang tadi karena ia ada janji untuk bermain basket bersama teman-temannya. Sedangkan ibunya kini tengah membereskan warungnya.
"Bunda ada arah balik duluan ya,” pamit Adhara pada ibunya tersebut sambil menghampiri wanita paruh baya tersebut yang kini kepalanya sambil tersenyum. Setelahnya Adhara dan Antares langsung menyalami tangan ibu adalah tersebut dan lebih dulu berpamitan untuk pulang lebih dulu.
Ibunya biasanya akan pulang saat ayahnya menjemput wanita tersebut setelah pulang dari kantor. Antares segera membawa Adhara menuju mobilnya. Setelah dirasa aman dengan segera laki-laki tersebut melajukan mobilnya meninggalkan warung orang tua gadis tersebut.
Saat di perjalanan adalah mengerutkan keningnya karena jalan yang kini diambil oleh laki-laki tersebut bukanlah jalan menuju rumahnya, Adhara langsung menoleh ke arah antaras dengan tatapan tajamnya.
"Mau nyulik gue lo ya, mabok gue ke mana loh?” Tanya Adhara pada laki-laki di sampingnya tersebut yang kini malah terkekeh mendengar ucapan Adhara tersebut. Baginya ucapan gadis tersebut sangatlah konyol lagipula untuk apa yang menculik Adhara?
"Pd banget loh lagian mana ada penculik yang mau nyulik orang kaya lo?” Tanya Antares dengan tawanya sambil menatap Adhara sekilas. Sedangkan gadis tersebut kini sudah memelototkan matanya mendengar ucapan Antares yang bagai menghinanya.
"Ngehina banget sih lo, gini-gini gue cantik ya,” ucap adhara sambil mengerucutkan bibirnya lucu ke arah Antares yang justru kini semakin di buat tertawa mendengar ucapan gadis tersebut yang begitu percaya diri, namun tak dapat ditepis karena nyatanya adhara memang cantik.
"Nah kayak gini nih contohnya,” ucap Antares dengan sisa tawanya yang membuat Adhara memutar bola matanya malas. Akhirnya gadis tersebut lebih memilih untuk diam daripada terus meladeni laki-laki di sampingnya tersebut pasti tidak akan ada habisnya jika ia meladeni Antares.
Tak beberapa lama mereka akhirnya sampai di sebuah danau yang cukup indah. Adhara segera keluar dari mobil saat melihat pemandangan yang begitu indah di depannya tersebut, begitupun dengan Antares yang kini juga sudah keluar dari dalam mobilnya.
Adhara memilih untuk duduk di rerumputan yang berada di sana diikuti dengan Antares yang kini juga duduk di samping Adhara. Tatapan mereka sama-sama tertuju ke arah danau di depan mereka yang terlihat begitu indah.
"Thanks ya udah ngajak gue ke tempat indah ini,” ucap Adhara dengan senyumannya kearah Antares yang kini menoleh ke arah Adhara menatap wajah cantik gadis di sampingnya tersebut sambil menganggukkan kepalanya menjawab ucapan adalah tersebut.
"Lu tahu, dulu gue juga punya sahabat yang sangat sangat baik. Tapi sikap dia itu keras banget, kasar. Dia ngejaga orang-orang yang dia sayangi dengan cara yang begitu kasar tapi akhirnya gue tahu dia ngelakuin semua itu karena dia nggak mau kehilangan, tapi sekarang justru gue yang kehilangan dia,” ucap Adhara dengan senyuman sendunya sambil melihat ke arah depan, menerawang jauh ke belakang tentang bagaimana dulu iya bersama dengan sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
“Terus di mana dia sekarang?” Tanya Antares pada Adhara, meskipun ia sudah tahu siapa yang dimaksud oleh Adhara namun tetap saja ia ingin mendengar dari gadis tersebut apa yang membuat laki-laki tersebut pergi.
"Sekarang dia ada di atas sana menjaga in kita orang orang yang dia sayang dari atas sana,” ucap Adhara dengan senyumannya namun matanya tidak bisa menyembunyikan tetesan air mata yang kini mulai mengalir di pipi putihnya tersebut.
"Dia mengorbankan segalanya untuk sahabatnya, bahkan nyawanya dia sendiri dia korbankan untuk sahabatnya. Dia itu orang yang begitu berarti bagi kita,” ucap Adhara dengan senyuman senduhnya lalu segera menghapus air matanya.
"Ayo balik udah sore,” ucap adhara dengan senyumannya lalu lebih dulu bangun dari Antares yang kini masih menatap gadis tersebut sambil menghembuskan nafasnya kasar lalu segera ikut berdiri dan berjalan ke arah mobil.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.