Atmosphere

Atmosphere
Hukum Kepler II


__ADS_3

“Suatu gerak edar planet mengitari matahari menjangkau suatu bidang luas segitiga yang sama, dalam jangka waktu yang sama.”


Happy Reading All.


***


“Chan,” panggil wanita tersebut lembut pada Chan.Chan menoleh ke arah Mamanya lalu segera menghampiri wanita paruh baya tersebut sambil menggenggam tangan Adhara dengan begitu erat.


“Mama” ucap Chan yang kini berada di hadapan Mamanya. Tatapan wanita tersebut terus tertuju pada Adhara hingga tatapan ibu Chan beralih pada tangan Adhara dan Chan yang saling bertautan.


Senyuman wanita tersebut mengambang menampilkan wanita cantik yang kini tengah tersenyum ramah. Mama Chan mengulurkan tangannya pada Adhara.


“Mira, Mama Chan,” ucap Mira memperkenalkan dirinya. Adhara membalas uluran tangan Mira dan ikut tersenyum pada wanita tersebut.


“Adhara,” ucap Adhara ikut memperkenalkan dirinya.


“Kau datang?” tanya sebuah suara yang baru saja menuruni tangga. Chan membalikkan tubuhnya begitupun dengan Adhara yang kini tatapannya teralih pada laki-laki paruh baya tersebut.


“Apa aku harus pulang?” tanya Chan dengan wajah datarnya. Senyuman sinis Leo terlihat begitu menyeramkan di wajah laki-laki tersebut.


Mira yang melihat pertengkaran antara ayah dan anak tersebut menghela nafasnya kasar. Sejak perjodohan antara Chan dan Titania memang hubungan Leo dengan Chan tidak bagus dan Mira sudah begitu lelah melihat pertengkaran tersebut.


“Chan masuklah Kakek ingin berbicara denganmu, Mama akan menjaga Adhara disini,” ucap Mira dengan senyumannya yang berusaha menenangkan putra tunggalnya tersebut.


Chan melihat ke arah Adhara sebentar, melihat gadis itu mengangguk membuat Chan menghela nafasnya kasar. Di rumah ini memang hanya Mamanya lah yang dapat ia percayai.


“Gue pergi dulu, kalau ada apa-apa teriak aja,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala Adhara. Adhara membalasnya dengan anggukan lalu Chan segera pergi bersama dengan Papanya menuju kamar kakeknya.


“Adhara ayo duduk, Nak,” ucap Mira mempersilahkan Adhara untuk duduk. Adhara membalasnya dengan anggukan lalu segera duduk di samping Mira.


Mira menghela nafasnya lalu menatap Adhara dalam, menggenggam tangan Adhara dengan begitu lembut. Adhara terdiam membiarkan Mira yang lebih dulu berbicara.


“Chan tinggal bersama kamu?” tanya Mira sambil menatap Adhara dengan tanda tanya. Adhara terdiam bingung harus menjawab seperti apa karena ia dan Chan bukan suami istri tentu sebuah aib jika mengatakan jika mereka memang tinggal bersama.


“Tante tahu jika kalian pasti tak akan melakukan hal bodoh, tapi kamu tahu bukan tinggal satu atap dengan seseorang yang tidak memiliki hubungan darah ataupun pasangan halal itu salah?” tanya Mira. Tanpa Adhara menjawab pun ia sudah tahu jika putranya dan gadis di depannya itu tinggal bersama.

__ADS_1


Adhara hanya mengangguk karena tak tahu harus menjawab seperti apa.


“Chan seperti tidak memiliki siapa-siapa, Adhara hanya memberikannya tempat untuk pulang,” ucap Adhara akhirnya membuka suara. Mira mengangguk ia mengerti jika putrinya tersebut sangat sulit dan untuk mempercayai seseorang dan hubungannya dengan keluarganya membuatnya enggan untuk membuat hubungan baru. Namun dengan gadis di depannya tersebut Chan bagai menemukan rumah untuk pulang.


“Tante tidak bisa menyalahkan kamu ataupun Chan, apalagi dengan keadaan keluarga kita saat ini,” ucap Mira dengan senyuman sendunya. Ia begitu lelah melihat pertengkaran antara suami dan anaknya tersebut ditambah tekanan dari mertuanya membuat ia tidak bisa berkutik untuk membantu anaknya tersebut.


“Hubungan Chan dan Papanya semakin buruk, temperamen papanya begitu buruk. Di tambah tekanan dari kakek Chan membuat hubungan ini semakin rapuh,” ucap Mira berusaha menahan kesedihannya karena ia tak ingin menangis di depan gadis di depannya tersebut.


Melihat wajah sendu ibu Chan, membuat Adhara tak tega mengelus tangan Mira yang berada di genggamannya.


“Mereka mulai sering bertengkar karena perjodohan tersebut. Tante tidak pernah menyalahkan Chan jika dia menolaknya namun Papa Chan dia berbeda. Papa Chan sama seperti kakek Chan yang lebih mementingkan bisnisnya daripada keluarganya,” Jelas Mira dengan air matanya yang mulai tumpah merasakan sakit yang selama ini tak seorang pun tahu bagaimana ia bisa menahannya dan berusaha untuk kuat.


“Jangan melakukan hal bodoh, tante percayakan Chan sama kamu. Jaga dia dengan baik,” ucap Mira sambil mengelus tangan Adhara membuat gadis itu mengangguk.


“Kau menyetujui mereka untuk melawanku?” tanya sebuah suara yang berjalan mendekat ke arah mereka dengan senyuman bak iblisnya.


“Apa salahnya mendukung anakku untuk bahagia,” ucap Mira dengan senyuman yang tak kalah sinisnya.


Adhara terdiam melihat pertengkaran orang tua Chan. Dapat ia rasakan tak ada keharmonisan dalam hubungan tersebut. Hanya saling bertahan dengan tujuan mereka masing-masing bukan tujuan bersama.


“Apa kekayaan bisa membeli kebahagian dan cinta?” tanya Mira lagi menatap Leo dengan begitu tajam walau masih terlihat wajah sendu wanita tersebut.


“Aku selalu melimpahkan mu dengan harta, apa kau tak mencintaiku? Apa kau tak bahagia? Padahal kau terlihat begitu senang saat membelanjakan uangku dan pergi jalan-jalan,” ucap Leo dengan amarahnya karena tidak terima dengan Mira yang terus melawan ucapannya.


“Kau pikir aku melakukan karena suka? Kamu pikir aku melakukan itu karena bahagia? Nggak Mas, aku melakukannya karena aku mencari kebahagian dan cinta yang gak aku dapat dari kamu?” bentak Mira dengan air matanya yang turun. Adhara memegang pundak Mira berusaha menenangkan wanita tersebut.


“Kamu….” Baru saja Leo hendak menampar Mira namun Adhara menahannya dan menatap Leo dengan taja,.


“Lihat om, dengan sikap om yang kasar dan semana-mena gini gimana tante Mira bisa bahagia?” tanya Adhara yang kini mulai membuka suara.


“Apa yang kamu tahu dari saya dan keluarga saya?” tanya Leo dengan wajahnya yang sudah memerah menahan amarahnya untuk tidak meledak.


“Jika Adhara tidak tahu maka aku tahu, papa memang tidak pernah memberikan kami cinta yang kami butuhkan, papa hanya memberi kami ketegasan dan semua yang papa mau,” ucap Chan yang kini berjalan ke arah mereka dengan senyuman sinisnya.


“Papa berpikir aku bisa menerima perjodohan ini seperti papa nerima mama, tapi yang aku lihat hanya mama yang berusaha menerima dan bertahan, sedangkan papa, papa hanya memikirkan bisnis dan uang,” ucap Chan dengan amarahnya tangannya mengepal dengan erat berusaha menahan kepalan tangan tersebut agar tidak melayan pada Papanya.

__ADS_1


“Kau tidak tahu apapun jadi berhenti mengatakan omong kosong,” ucap Leo yang setelahnya langsung menarik Mira pergi dari sana dengan kasar. Mira hanya mengikuti sambil menangis.


Chan menghela nafasnya sambil menatap sendu papa dan Mamanya yang pergi menjauh. Meskipun Papanya yang membuat Mamanya menangis tapi ia begitu percaya jika papanya tak akan menyakiti mamanya. Mungkin hanya gertakan dengan mengangkat tangan untuk menampar mamanya namun semua itu tak akan benar.


“Kita pulang,” ajak Chan lalu menarik Adhara pergi dari rumah besar tersebut.


“Chan tapi tante Mira?” tanya Adhara merasa khawatir takut jika Leo melukai Mira.


“Dia akan baik-baik saja,” ucap Chan yang segera masuk ke mobilnya,


Melihat wajah Chan yang menahan amarah akhirnya Adhara hanya diam dan menurut tak ingin membuat perasaan Chan tambah kacau.


****


Halo semua Happy New Year 2022 All.


Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.


Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2