Atmosphere

Atmosphere
Jupiter


__ADS_3

Happy Reading All.


**


“Adhara,” suara teriakan yang memanggil Adhara dengan begitu keras tersebut berhasil membuat Adhara dan Antariksa membalikkan tubuhnya untuk menghadap orang yang memanggilnya.


Wajah datar Adhara dengan dengusannya terdengar saat melihat yang memanggilnya  tak lain adalah tunangan Chan, Titania. Gadis itu berjalan ke arah Adhara dengan senyuman sininya yang tidak ada membuat Adhara terintimidasi sedikitpun, tapi malah membuat Adhara muak melihatnya.


“Setelah mengusir satu hama sekarang muncul hama baru,” ucap Adhara dengan dengusannya. Antariksa yang berada di sampingnya mendengar hal tersebut hanya bisa terkekeh geli.


“Makanya hidup lo harus bersih biar para hama gak dateng mulu,” ucap Antariksa menanggapi ucapan Adhara membuat Adhara mengangguk karena memang itu yang seharusnya ia lakukan.


“Tapi hama-hama ini kalian yang bawa,” ucap Adhara dengan dengusannya. Antariksa hanya terkekeh geli mendengarnya. Walau ia sadar setiap masalah yang kini Adhara hadapi adalah karena ketiga pangeran tersebut.


“Tapi gue gak ngeribetin lo dengan problem keluarga, keluarga gue udah suka sama lo,” ucap Antariksa membuat Adhara mengangguk. Karena itu memang benar Adhara, ia beruntung masih ada keluarga Antariksa yang cukup waras dibandingkan dengan keluarga Arche juga Chan yang begitu rumit.


Karena terlalu asik membahas tentang hama juga problem keluarga mereka sampai tak menyadari kini Titania sudah berdiri di depan mereka dengan membawa dua bodyguard dengan tubuh besar dan berotot di belakangnya.


Namun tentu saja hal tersebut tidak membuat Adhara takut. Gadis itu bahkan terlihat begitu acuh dengan apa yang akan ketiga orang di depannya itu lakukan. Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian, namun Titania yang menjadi sumber dari ketidak tahu malunya itu tanpa terlihat biasa saja.


Mungkin ia sudah terlalu biasa menjadi pusat perhatian dan bahan julid netizen sekolah. Adhara melihat ke arah Antariksa yang juga menatap datar ke depan menghiraukan Titania di depannya.


“Gue gak mau basa-basi,” ucap Titania dengan wajah yang di buat semenyeramkan mungkin yang malah membuat Adhara ingin muntah sekarang juga.


“Ya udah sih langsung ngomong aja kalau gak mau basa-basi gak usah pake pembukaan segala,” dengus Adhara dengan menipiskan bibirnya.


Para penonton yang begitu senang mendapatkan tontonan gratis kini sudah siap dengan kamera mereka untuk mendapatkan gambar terbaik dan menyebarkannya di grup gosip sekolah. Adhara bahkan baru tahu beberapa hari ini jika sekolahnya juga memiliki grup gosip bahkan akun sosial media yang membahas tentang berita terkini sekolah.


“Ya terserah gue dong,” ucap Titania dengan wajah angkuhnya membuat Adhara terkekeh melihatnya.

__ADS_1


“Dikira cantik lo begitu?” tanya Adhara dengan wajah kesalnya yang begitu berani bahkan Antariksa dibuat begitu kagum dengan keberanian gadis di sampingnya itu yang memang tidak ada takutnya.


Bahkan pada dirinya, masih ia ingat pertemuan pertama mereka. Adhara yang begitu berani melawan nya tanpa rasa takut sedikitpun, ia jadi percaya jika Adhara memang bukan gadis biasa yang bisa ditindas sesuka hati.


“Lo….” Teriak Titania sambil menunjuk wajah Adhara dengan geram sedangkan Adhara hanya tersebut sambil mengangguk.


“Gue peringatin sama lo, lo harus segera mutusin Chan,” ucap Titania dengan begitu tegas bagai tak mau menerima bantahan, atau memang gadis itu tidak ingin di bantah.


Adhara sudah bisa menebak jika tujuan gadis itu menghampirinya hanya untuk mengatakan hal tersebut. Ia heran mengapa setelah kejadian beberapa hari lalu saat Chan dengan terang-terangan menghinanya gadis itu masih saja mau menerima Chan dan mengejar-ngejar laki-laki itu.


Adhara jadi berpikir apa yang sebenarnya Chan lakukan pada gadis itu hingga begitu ngotot ingin menjadikan Chan sebagai miliknya. Mengapa masih ada saja perempuan yang begitu sudi merendahkan harga dirinya untuk laki-laki yang sudah menyakiti perasaannya juga merendahkan gadis itu?


Memang wanita yang maju adalah perasaannya bukan logikanya namun tidak bisakan gunakan sedikit kepintaran itu untuk mulai mengalah pada keadaan? Laki-laki juga tidak akan sudah saat di kejar dengan sangat agresif tersebut ia hanya akan menganggap gadis itu murahan dan menjadikannya main, karena laki-laki yang maju adalah logikanya bukan perasaannya.


“Kalo gue gak mau gimana?” tanya Adhara dengan wajah yang di buat sepolos mungkin. Rasanya ingin sekali ia memukul kepala gadis itu dan menyadarkannya agar tidak lagi berharap lebih pada sesuatu yang tak mau menjadi miliknya.


“Gue sudah ngasih lo peringatan Adhara, gue gak mau mengulang untuk kesekian kalinya atau mereka yang akan maju,” tunjuk Titania pada kedua bodyguards nya dengan tersenyum sinis yang malah dibalas dengan kekehan oleh Adhara. Antariksa yang berada di sana pun hanya bisa menggeleng melihat kegilaan tunangan sahabatnya itu. Ia merasa begitu kasihan dengan sahabatnya yang di jodohkan dengan wanita spek iblis seperti ini.


“Lo pikir dengan cara lo ini Chan bakalan nerima lo? Engga, yang ada dia malah tambah benci sama lo, lo terlalu kekanak-kanakan,” ucap Adhara melanjutkan ucapannya untuk menasihati Titania agar sadar jika yang dilakukannya itu salah.


“Jangan terlalu banyak bicara, habisi dia,” ucap Titania memerintahkan anak buahnya itu untuk segera menghajar Adhara memberikan peringatan agar gadis itu bisa menghargainya dan menuruti kemauannya, namun tentu saja kedua bodyguard tersebut bukanlah tandingannya.


Antariksa yang melihat hal tersebut langsung membantu Adhara melawan kedua pria berotot tersebut. Dengan begitu ganas Antariksa memberikan pukulan yang bertubi-tubi pada salah satu pria yang menjadi lawannya.


Tendangan yang begitu keras mengenai rahang pria tersebut membuat nya terjatuh dengan memegangi rahangnya yang seperti nya bergeser akibat tendangan Antariksa yang begitu kuat. Tanpa ampun Antariksa memelintir tangan pria tersebut hingga ia terbaring di tanah.


Begitupun dengan Adhara yang terlihat begitu menikmati perkelahiannya hingga kedua musuh tersebut tumbang, Adhara dan Antariksa segera mengikatnya dengan dasi yang mereka gunakan. Juga mengikat tali sepatu kedua pria berotot tersebut satu sama lain agar mereka tidak bisa bangun.


Adhara menepuk tangannya yang terasa kotor setelah menghajar habis-habisan kedua bodyguard tersebut yang sudah terkapar tak berdaya. Titania yang melihat hal tersebut tentu saja menjadi begitu marah hingga gadis itu mengambil pisau dari saku pengawalnya tersebut dan langsung menggoreskannya pada lengan Adhara.

__ADS_1


Darah segera mengalir dengan begitu hangat di tangan Adhara membuat gadis itu mengeringis kesakitan dan terus mengumpati Titania.


“Dasar lo psikopat gila,” teriak Adhara murka.


Antariksa yang melihat Adhara terluka begitu marah, ia tidak terima jika gadis yang sedari tadi ia lindungi malah terluka karena iblis di depannya itu. Dengan kesal Antariksa memberikan bogeman mentah pada Titania hingga membuat bekas yang begitu jelas di pipi gadis itu. Tak sampai di sana Antariksa terus memukulinya dengan bertubi-tubi tidak memandang bulu jika yang dipukulinya tersebut adalah seorang wanita. Ia tak peduli itu.


“Antariksa,” teriak Adhara yang segera melerai Antariksa menghiraukan rasa sakitnya untuk melindungi Antariksa agar tidak membunuh gadis tersebut.


“Udah, lo bisa buat dia mati,” ucap Adhara sambil menyentakkan Antariksa yang nafasnya sudah memburu karena amarahnya.


Setelahnya di lihatnya tangan Adhara yang berdarah lalu memeriksanya dengan khawatir.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2