Atmosphere

Atmosphere
Antlia


__ADS_3

Antlia adalah nama salah satu rasi bintang.


Happy Reading All.


***


Seorang gadis kini tengah duduk di pinggir lapangan sambil memakan permen lolipopnya dengan begitu santai. Bukannya ikut olah raga bersama dengan teman nya yang lain gadis itu malah bersantai di pinggir lapangan.


“Adhara, sini gantiin Yola,” ucap guru olah raga Adhara memanggil gadis tersebut untuk masuk ke lapangan untuk menggantikan temannya bertanding basket.


“Adhara,” teriak sekali lagi guru olah raganya. Namun, Adhara masih begitu santai mengulum permennya tanpa menghiraukan panggilan gurunya tersebut, bukannya tak mendengarnya tapi memang Adhara sengaja pura-pura tak mendengarnya.


“Tuli beneran tau rasa kamu Adhara,” teriak guru tersebut membuat Adhara memelototkan matanya lalu segera berlari menuju lapangan dengan wajah cemberutnya.


“Yang sabar Ra,” ucap Yola sambil menepuk pundak Adhara, setelahnya gadis itu segera pergi dari sana dan melihat pertandingan dari pinggir lapangan.


Tak mau repot-repot seperti teman-temannya yang berlarian mengejar bola. Adhara malah duduk dengan santai di bawah ring basket menunggu bola yang menghampirinya sendiri.


“Adhara kamu ini niat main gak sih?” tanya Mr. Tio pada Adhara, berteriak pada muridnya yang kelewat malas tersebut. Kini ia menjadi bertanya-tanya bagaimana bisa murid malas seperti itu bisa mendapatkan beasiswa di sekolah ternama tersebut.


“Engga Mr. kan Mr. Tio yang maksa jadi ya gini,” ucap Adhara dengan cengiran bodohnya membuat Mr. Tio menghela nafasnya kasar melihat tingkah gadis tersebut.


“Sudah lah, main yang bener dua puluh menit lagi istirahat,” ucap Mr. Tio memilih untuk mengalah dari pada masih saja meladeni Adhara yang pasti tidak akan selesai.


Di sepuluh menit terakhir permainan Adhara begitu fokus bermain bahkan gadis itu berhasil memasukkan bola ke dalam ring membuat sorakan terdengar dari timnya. Namun tak lama ia dapat melihat Antariksa yang tengah mengobrol bersama dengan Gita.


“Wah ada mangsa baru,” ucap Adhara sambil menampilkan senyuman jahilnya.


“Mr. saya duluan ya, ada urusan penting,” ucap Adhara lalu segera pergi dari sana dan memilih menghampiri Antariksa juga gita.


Sehari saja tidak membuat keributan sepertinya akan membuat Adhara sakit gigi, hingga gadis itu suka sekali membuat keributan apa lagi jika membuat Antariksa kesal, benar-benar hobinya.


“Adhara,” teriak Mr. Tio sambil menggelengkan kepalanya. Namuan sama sekali tidak Adhara hiraukan dan tetap berjalan ke arah Antariksa dengan senyuman lebar nya.


Saat sampai di belakang Antariksa, Adhara segera menutup mata laki-laki itu dengan kedua tangannya. Gita yang melihat hal tersebut mengepalkan tangannya karena Adhara malah datang untuk mengganggu mereka.


“Adhara, gue tau ini lo,” ucap Antariksa saat memegang tangan Adhara yang berada di matanya.


“Kok lo tau sih?” tanya Adhara sambil mengerucutkan bibirnya dan berjalan ke samping Antariksa.

__ADS_1


“Lo pikir siapa lagi yang berani kayak gitu ke gue? Bahkan Sky aja gak berani,” ucap Antariksa membuat senyuman Adhara mengembang. Berbeda dengan Gita yang terlihat begitu marah melihat kedekatan Adhara bersama dengan Antariksa.


“Lo bukannya pacar Chan ya? Kenapa masih godain cowok lain? Gak cukup ya Cuma sama satu cowok?” tanya Gita dengan begitu sarkastik namun tak membuat Adhara marah ataupun tersinggung karena ia memang sengaja ingin membuat gadis itu marah.


“Gak cukup nih, mangkanya gue mau tiga-tiganya,” ucap Adhara dengan wajah sedihnya lalu senyuman licik terlihat di wajah gadis itu.


“Ck seenggaknya ya jangan yang sahabatan dong. Niat banget mau ngancurin persahabatan orang,” ucap Gita yang membalas tersenyum licik ke arah Adhara.


“Tapi nyatanya mereka akur tuh, gak musuhan,” ucap Adhara sambil tersenyum mengejek ke arah Gita yang berusaha menahan amarahnya.


“Lagian elo masih punya muka buat ketemu Antariksa setelah kejadian terakhir kali?” tanya Adhara dengan wajahnya yang iba dengan Gita.


“Sudah pergi sana, gue gak sendiri lagi ke kantin. Udah ada Adhara,” ucap Antariksa lalu segera merangkul Adhara menuju kantin meninggalkan Gita yang kini menghentakkan kakinya kesal.


“Lo punya utang ke gue karena gue udah bantuin lo lolos dari dia,” ucap Adhara dengan senyuman bangganganya. Antariksa yang mendengarnya memutar bola matanya malas. Memang Adhara tak akan pernah ikhlas saat menolongnya dan kini ia harus menanggungnya.


“Mau apa lo?” tanya Antariksa membuat Adhara terdiam memikirkan apa yang akan ia minta pada Antariksa.


“Hmm traktir makan aja deh,” ucap Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh Antariksa.


“Chan sama Arche kemana?” tanya Adhara saat tak melihat keberadaan kedua laki-laki tersebut.


“Mau?” tanya Adhara sambil menyodorkan permen yang di kulumnya. Antariksa yang melihatnya langsung menggeleng.


“Padahal ini kalo di jual mahal loh,” ucap Adhara membuat Antariksa terkekeh mendengarnya.


“Yang beli pasti udah gila,” ucap Antariksa membuat gadis itu langsung menginjak kaki Antariksa kesal.


“Gak bisa banget ya lo liat gue bahagia,” ucap Adhara dengan mengerucutkan bibirnya yang membuat Antariksa begitu gemas melihat tingkah gadis tersebut.


Antariksa mencubit kedua pipi Adhara dengan gemas membuat gadis itu semakin dibuat kesal oleh Antariksa.


“Sakit bego,” kesal Adhara dan memilih untuk berjalan lebih dulu, meninggalkan Antariksa yang masih di belakangnya.


Antariksa hanya bisa terkekeh melihat sikap Adhara tersebut. Di sepanjang koridor banyak mata yang terus menatap ke arah kedua orang tersebut dengan iri. Bahkan banyak yang terang-terangan menghina Adhara karena terlalu dengan dengan sahabat kekasihnya sendiri. Namun Adhara sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut.


Lagi pula bahagianya juga tidak datang dari orang yang menghinanya tersebut, dan saat ia sedih bukan orang yang menghina tersebut yang menghiburnya jadi untuk apa memperdulikan orang yang hanya berperan sebagai pemain figuran di kehidupannya?


“Adhara,” teriak Antariksa yang berhasil membuat gadis itu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Antariksa dengan kerutan di keningnya.

__ADS_1


“Coba lihat gue bentar,” ucap Antariksa sambil berjalan ke arah Adhara yang sudah membalikkan tubuhnya.


“Kenapa?” tanya Adhara dengan begitu ketus.


“Udah bahagia belum?” ucap Antariksa dengan senyum menggodanya membuat Adhara memelototkan matanya mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Antariksa gila,” teriak Adhara lalu segera berlari menuju kantin.


“Lah tadi katanya gue gak bisa liat dia bahagia, udah gue usahain buat bahagia malah lari,” teriak Antariksa sengaja mengeraskan suaranya agar Adhara mendengarnya. Namun Adhara malah menutup telinganya agar tidak bisa mendengar ucapan Antariksa yang masih bisa ia dengar tersebut.


“Antariksa gila, ketahuan Chan tau rasa lo,” gerutu Adhara sepanjang jalan menuju kantin sambil menutup telinganya.


“Chan mah gak bakal marah sama gue,” ucap Antariksa yang sudah berada di samping Adhara dan merangkul Adhara lagi.


“Cepet banget jalan lo,” ucap Adhara. Padahal ia sudah berjalan cepat namun tetap saja langkah kakinya yang kecil itu tidak seimbang dengan langkah kaki besar milik Antariksa.


“Lo aja yang kecil,” hina Antariksa membuat Adhara lebih memilih untuk tutup mulut daripada melanjutkan pertengkaran mereka yang tak akan berhenti sebelum ada yang mengalah tersebut.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2