
Uranus adalah planet dalam tata surya yang memiliki 27 Bulan.
Happy Reading All.
***
“Adhara,” suara teriakan yang begitu memekak telinga di pagi hari seperti ini membuat Adhara yang masih setia bergulad bersama guling dan selimutnya tersebut berdecak dengan kesal. Karena hari minggunya kali ini sepertinya akan dikacaukan lagi.
Dengan perasaan yang begitu kesal Adhara menendang-nendang langit. Ingin rasanya Adhara membiarkan saja tamunya tersebut menunggu di luar sampai ia puas dengan tidurnya tapi ia tak mungkin melakukan hal tersebut dan mengganggu tetangga nya,
Adhara kini begitu berharap Chan berbaik hati dan telinganya bisa diajak kompromi untuk laki-laki itu bangun dan membukakan pintu untuk tamunya, namun sepertinya hal tersebut adalah hal yang mustahil mengingat bagaimana Chan jika sudah tertidur, ia akan tertidur seperti orang mati.
“Adhara,” teriakan orang di luar sana semakin keras dengan mengetuk pintu dengan tidak sabarnya membuat Adhara menggerutu kesal.
Lihat saja jika tamunya itu mencarinya karena hal yang tidak penting maka ia yang segera memberinya pelajaran. Akhirnya setelah mengumpulkan nyawanya Adhara segera turun dari ranjangnya dan berjalan dengan perasaan kesal untuk membukakan pintu untuk tamu tak diundang tersebut.
“Adh….” Ucapan tersebut terhenti saat Adhara sudah membukakan pintu dengan wajah nya yang begitu datar.
Bahkan gadis itu tak mencuci wajahnya lebih dulu atau membenarkan rambutnya yang begitu berantakan. Di depannya kini terlihat satu perempuan bersama dua laki-laki yang begitu ia kenali tengah berdiri dengan wajah cerahnya berbanding terbalik dengan wajah Adhara yang tak begitu bersemangat.
Adhara masuk lebih dulu ke dalam rumahnya diikuti oleh tiga tamu tak di undangnya tersebut yang datang dengan membawa berbagai macam bahan makanan juga makanan ringan.
“Untung kalian datang bawa makanan kalau nggak kalian yang gue makan,” ucap Adhara dengan amarahnya membuat ketiga orang di depannya menampilkan berbagai ekspresi. Arche yang hanya tersenyum sambil menggeleng, dan Sky yang menampilkan cengeran bodohnya, serta Antariksa yang menampilkan wajah kesalnya.
“Muka lo gak usah dibuat kesel-kesel gitu, harusnya gue yang kesal karena kalian datang pagi-pagi gini,” ucap Adhara dengan wajah kesalnya pada Antariksa yang hanya bisa menghela nafasnya kasar menghadapi gadis satu itu.
“Udah, udah mending lo mandi deh mau banget lo. Mana tuh iler kemana-mana,” ucap Sky memerintahkan Adhara dengan sedikit godaan di sana. Adhara yang mendengarnya hanya menghela nafasnya kasar sambil menatap dengan kasar pada Sky.
“Bangunin Chan sono,” perintah Adhara pada kedua laki-laki tersebut sebelum ia benar-benar pergi dari sana untuk menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya ia segera beralih ke dapur dan di lihatnya Arche yang tengah sibuk dengan alat masaknya. Adhara segera menghampiri laki-laki tersebut dan membantunya memasak.
__ADS_1
“Tumben banget pagi-pagi ke sini,” ucap Adhara pada Arche yang tengah menumis bumbu.
Arche melihat ke arah Adhara lalu hanya membalasnya dengan sebuah senyuman yang tak dapat di artikan apa maksudnya.
“Mau main aja, sekalian kumpul-kumpul,” ucap Arche membuat Adhara membalasnya dengan anggukan.
“Mau di bantuin apa nih?” tanya Adhara pada Arche. Laki-laki itu terlihat berpikir lalu memberikan sayuran pada Adhara.
“Dicuci, sekalian di potong-potong,” ucap Arche membuat Adhara mengangguk dan langsung melakukan apa yang Arche perintahkan padanya.
Di ruang tamu terdengar begitu ramai dengan suara Antariksa dan Chan yang sedang bermain game online, sedangkan Sky kini tengah menjelajahi sosial medianya.
“Chan buruan mandi,” teriak Adhara dari dapur begitu keras dan memekakkan telinga. Arche yang berada di samping Adhara bahkan terus mengelus telinganya yang sepertinya sebentar lagi akan budek.
“Suara lo bisa nyelow dikit gak sih?” tanya Chan yang sudah datang dengan handuk yang disampirkan di pundaknya.
Bukannya menjawab Adhara hanya menaikkan sebelah bibirnya kesal. Lalu melanjutkan acara memasaknya bersama Arche. Arche yang melihat pertengkaran tersebut hanya menggeleng kan kepalanya. Sambil berpikir bagaimana Chan dan Adhara bisa bertahan selama ini tinggal bersama padahal mereka hanya bisa berantem saja.
“Gimana hubungan lo sama Nora?” tanya Adhara di sela mereka memasak. Arche terdiam sejenak memikirkan tentang adiknya itu selalu berhasil membuat perasaan sedih muncul.
Antara harus memberitahu gadis itu atau menyimpannya untuk dirinya sendiri. Namun jika terus seperti ini ia benar-benar akan kehilangan adiknya dan Nora bisa benar-benar berubah menjadi orang jahat di bawah tekanan batin dan juga orang tua Chan.
“Itu memang yang harusnya lo lakuin, karena cepat atau lambat dia juga harus tahu ini. Agar dia gak terus-terusan nyalahin lo,” ucap Adhara memberikan nasihat yang dibalas dengan anggukan oleh Arche. Karena memang apa yang gadis itu ucapkan adalah benar. Cepat atau lambat juga ia akan memberitahu tahu Nora.
Sepertinya hari ini adalah hari yang tepat, mengingat ia akan mengajak gadis itu menuju rumah nenek kakeknya. Kini Arche hanya bisa berharap agar gadis itu bisa menerima semuanya dan tidak menyalahkan siapapun.
Adhara mengelus punggung Arche memberikan kekuatan pada laki-laki itu, meyakinkannya jika masih ada mereka yang akan selalu berada di sisi Arche dan memberikannya dukungan serta kekuatan pada laki-laki tersebut.
“Semua bakalan baik-baik aja,” ucap Adhara dengan senyuman menenangkannya yang dibalas dengan anggukan oleh Arche. Itulah yang saat ini laki-laki itu harapkan. Berharap jika semuanya akan baik-baik saja.
“I hope,” ucap Arche dengan senyuman yang begitu manis.
__ADS_1
“Ngomongin apaan sih serius banget,” ucap Chan yang baru selesai dengan kegiatan mandinya dan datang-datang langsung mengambil buah yang tersaji di atas mangkuk buah yang sudah dibawa oleh ketiga tamu mereka tersebut.
“Kepo deh, mending cepetan selesaikan dulu tuh kerjaan lo,” ucap Adhara mengusir Chan yang langsung menatap kesal pada Adhara yang sama sekali tidak menghiraukannya dan lebih memilih untuk melanjutkan acara memasaknya bersama Arche yang hanya menggeleng melihat pertengkaran mereka yang tak ada habisnya.
Setelahnya Chan langsung pergi dari sana menuju kamarnya untuk menyelesaikan kegiatannya yang tertunda. Sedangkan Arche dan Adhara masih berkutat dengan masakan mereka.
Hingga tak beberapa lama akhirnya masakan yang mereka masak selesai. Kedua orang tersebut langsung membawanya menuju ruang tamu mengingat meja makan Adhara tak akan muat untuk menampung mereka.
“Makanan datang,” seru Adhara dengan begitu bersemangat.
Mereka akhirnya sarapan bersama dengan masakan yang Arche dan Adhara masak. Tak ada keheningan dalam sarapan mereka yang ada hanya suara yang begitu gaduh entah dari candaan yang Adhara lontarkan atau dari pertengkaran gadis itu entah pertengkarannya bersama dengan Antariksa ataupun dengan Chan.
Mereka memang begitu kompak jika di suruh ribut bareng.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.