Atmosphere

Atmosphere
S2 Sedna


__ADS_3

Fyi "Sedna adalah sebuah objek trans-Neptunus yang ditemukan oleh Michael E. Brown , Chad Trujillodan David Rabinowitz pada 14 November 2003. Pada waktu ditemukan, Sedna merupakan benda langit dalam Tata Surya terjauh yang pernah diamati pada saat itu."


Happy Reading All.


***


Adhara kini tengah menyiapkan makan siang untuk Chan. Setelah menikah ia sama sekali tidak memiliki kegiatan. Jadi kini ia ingin  ke kantor Chan untuk membujuk laki-laki tersebut agar memberikannya pekerjaan.


“Nyonya sini biar Bibi yang lanjutin mending sekarang Nyonya siap-siap aja,” ucap asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Adhara. Wanita berusia lima puluh lima tahun yang sebelumnya bekerja di rumah orang tua Chan tersebut kini sudah ditugaskan untuk bekerja di rumah Adhara juga Chan.


Tak hanya beberapa Asisten rumah tangga yang dipindahkan ke rumah Chan juga Adhara tapi juga pengawal dan sopir yang kini juga sudah ada di sana. Semua yang berada di sana adalah orang-orang kepercayaan keluarga Chan tentunya.


“Ya udah Bi, Adhara siap-siap dulu ya. Makasih Bi,” ucap Adhara pada Bi Moni yang segera menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya Adhara segera berjalan ke arah lift yang berada di rumahnya tersebut untuk menuju kamarnya yang berada di lantai tiga.


Tak membutuhkan waktu lama kini wanita tersebut sudah terlihat rapi dengan celana bahannya yang di padukan dengan setelan rapi juga di atasnya. Rambutnya dibiarkan tergerai. Setelah siap dengan segera Adhara keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil makan siang yang sudah ia siapkan untuk Chan.


“Bi, Adhara pamit dulu ya,” ucap Adhara berpamitan pada Bi Moni yang kini tengah membereskan peralatan dapur yang berada di sana.


“Hati-hati ya Nya,” ucap Bi Moni pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya wanita tersebut dengan segera pergi dari sana dan berjalan ke arah depan rumahnya di mana si sana sudah ada mobil yang menunggunya karena sebelumnya Adhara sudah mengatakan jika ia akan pergi ke kantor Chan.


Saat melihat kedatangan Adhara dengan segera sopir yang menunggu di depan mobil membukakan pintu untuk Adhara. Wanita tersebut tersenyum pada para bawahannya sebelum masuk ke dalam mobil. Hingga tak lama setelah memastikan jika Adhara sudah masuk dan duduk dengan aman dengan segera mobil mulai melaju meninggalkan rumah besar tersebut.


Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di sebuah gedung kantor yang begitu besar membuat Adhara segera turun dari mobil setelah di bukakan oleh sopir yang mengantar Adhara.


“Beliau adalah istri tuan Chan, segera antar ke kantor Tuan Chan,” ucap sopir yang mengantar Adhara pada penjaga yang berjaga di depan pintu. Terlihat raut wajah terkejut dari penjaga tersebut merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sopir tersebut.


Mereka sebenarnya merasa tak percaya namun karena yang mengatakannya adalah sopir keluarga Alba yang memang sudah sering datang jadi mau tak mau mereka akhirnya percaya walau mereka masih terkejut mengetahui fakta tersebut.


Bagaimana mereka tak merasa terkejut karena atasan mereka yang mereka ketahui begitu cuek, dingin, kasar, serta tak mau terlibat dengan wanita kini ternyata sudah memiliki istri. Para karyawan kantor yang melihat Adhara di antar oleh sopir keluarga Alba pun kini tak kalah penasarannya pada Adhara.


“Ngapain dah pada ngeliatin gue begitu? Apa Chan sering bawa perempuan ke kantor?” tanya Adhara pada dirinya sendiri bermonolog sambil mengerutkan keningnya bingung melihat tatapan aneh dari para karyawan kantor Chan.

__ADS_1


“Tidak Mrs. Justru karena Tuan Chan tidak pernah membawa wanita manapun ke kantor kecuali Nona Sky,” ucap pengawal yang membawa Adhara menuju ruangan Chan. Adhara yang mendengar hal tersebut hanya menganggukkan kepalanya.


Hingga pengawal tersebut mengantar Adhara ke lift khusu para karyawan. Mengingat jika menggunakan lift khusus petinggi kantor harus menggunakan card khusus jadilah kini terpaksa pengawal tersebut membawa Adhara menuju loft karyawan.


“Maaf Mrs. Saya tidak bisa mengantar Anda menuju ruangan Mr. Chan karena tak sembarang orang bisa masuk. Ruangan Mr. Chan berada di lantai enam puluh dua, Disana hanya terdapat lima ruangan jadi tidak akan sulit untuk anda mencarinya Mrs. Adhara, ruangan Mr. Chan juga berada tak jauh dari lift” ucap pengawal tersebut yang dijawab dengan anggukan oleh Adhara.


Setelahnya ia segera masuk ke dalam lift lalu segera masuk ke dalam lift lalu memencet tombol lift yang hendak dituju nya yang malah membuat orang-orang yang berada di sana menatap aneh ke arah Adhara membuat Adhar juga menatap mereka dengan tanda tanya.


“Mengapa?” tanya Adhara heran pada orang-orang di sana yang selanjutnya memilih untuk mengabaikan Adhara membuat Adhara semakin kebingungan.


“Aku yakin setelah ini dia langsung dipecat,” ucap salah seorang di depan Adhara yang membuat Adhara memilih untuk mengabaikannya.


Setelah semua orang keluar kini tersisa Adhara, hingga ia sampai di lantai yang terlihat tak begitu ramai karena mungkin Chan memang mendesain nya seperti ini. Adhara berjalan mencari ruangan CEO. Hingga tak lama ia menemukannya, dengan segera Adhara masuk ke ruangan tersebut yang ternyata di depannya ada ruangan sekretaris yang berjaga di sana.


Melihat kedatangan Adhara dengan segera sekretaris Chan tersebut menghampiri Adhara lalu menahan Adhara yang hendak menghampiri Chan.


“Maaf Nona Anda tidak bisa masuk,” ucap sekertaris Chan tersebut yang membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan tersebut.


"Saya hanya ingin bertemu dengan Chan," ucap Adhara dengan santainya yang kini malah membuat Sekertaris Chan terlihat ketakutan.


Peraturan seperti apa yang Chan buat itu? Sangat merepotkannya apa lagi di kantor ini tak ada yang mengetahui jika Chan sudah menikah dengannya karena saat acara pernikahannya pun yang diundang hanya kolega bisnis nya juga para Direktur. Namun ia juga beruntung karena dengan begitu ia tahu jika Chan begitu setia padanya.


Rigel yang baru saja datang terlihat terkejut melihat Adhara berada di sana. Ia mengira jika Adhara adalah orang yang Kale bawa.


“Bukankah sudah aku katakan untuk tidak membawa perempuan ke lantai ini Kale,” ucap Rigel dengan suara tegasnya yang membuat Adhara kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan tersebut.


“Apa ruangan Chan kedap suara?” tanya Adhara tiba-tiba pada kedua laki-laki yang kali ini menghadangnya untuk masuk tersebut.


“Anda tidak perlu mengetahuinya Nona, lebih baik sekarang Anda keluar dari sini. Saya tak ingin membahayakan Anda juga diri saya sendiri,” ucap Rigel pada Adhara yang kali ini ikut mengusir Adhara. Baru saja Adhara ingin menerobos masuk tapi Rigel lagi-lagi menahannya membuat ia menghembuskan nafasnya kasar dengan hal tersebut.


“Chan,” teriak Adhara memanggil suaminya tersebut berharap jika ruangan Chan tidak kedap suara.

__ADS_1


“Nona tolong jangan membuat keributan,” ucap Rigel yang kini akhirnya mengetahui jika Adhara bukanlah perempuan yang Kale bawa.


“Tenang saja kau tidak akan dipecat, biarkan saya masuk. Saya ini istri Chan,” ucap Adhara mengungkapkan pada Rigel dan Kale yang kini malah saling pandang dan menatap tak percaya apa yang Adhara katakan. Kini Adhara begitu merutuki Chan yang tak mendengar teriakannya.


Setelah mendengar namanya yang di panggil dengan begitu keras dan suara keributan di luar akhirnya ruangan Chan terbuka memperlihatkan Chan yang kini terkejut melihat kedatangan Adhara. Rigel dan Kale kini sudah menunduk takut karena takut jika Chan mengira mereka lah yang membawa Adhara masuk.


“Sayang kamu ngapain kesini?” tanya Chan pada Adhara yang kini terlihat kesal pada Chan.


Mendengar ucapan Chan tersebut kompak membuat Kale juga Rigel menoleh ke arah Chan dengan tatapan tak percayanya, Karena di luar dugaan mereka mendengar Chan berkata demikian. Mereka pikir Chan malah akan marah pada mereka.


***


Gimana Part ini? bikin greget gak? Yang nangis dan galau di part kemarin maaf ya. Author lagi galau jadi biar ada temen nya jadi aku ajak kalian aja galau bareng wkwk. Sorry all


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2