
Happy Reading All.
***
Setelah selesai dengan acara makan-makan mereka kini Adhara, Sky, dan Nora tengah membereskan peralatan makan mereka dan membawanya ke dapar. Sedangkan ketiga laki-laki itu tengah bermain game online bersama tanpa minat sedikitpun untuk membantu para gadis membereskan tempat makan mereka.
“Game mulu, sapuin nih bekas makannya,” semprot Adhara pada mereka sambil berkacak pinggang namun bukannya mendengarkan ucapan Adhara para laki-laki itu hanya melihat Adhara sekilas dan kembali fokus pada gamenya.
“ Tidur di temenin semut tau rasa lo nanti, gue mah santai ya gak tidur di sini juga,” ucap Adhara dengan santainya membuat Chan berdecak kesal mendengarnya. Laki-laki itu selanjutnya segera berdiri dan mengambil sapu.
“Bangun lo pada ambil alat pel sana,” usir Chan sambil menendang para sahabatnya itu. Kedua sahabatnya itu berdecak.
“Entar dulu kali, ini kelarin dulu. Turun rank gue kalo gini caranya,” ucap Antariksa dengan kesal dan melanjutkan game nya. Chan yang tak peduli tetap memandang laki-laki itu membuat Antariksa berdecak kesal.
“Ck iya iya,” ucap Antariksa dan akhirnya berdiri begitupun dengan Arche yang langsung pergi mengambil alat pel sedangkan Antariksa membantu menyapu.
“Btw emang lo masih mau tinggal di sini? Lo gak mau balik apa?” tanya Adhara dengan kerutan di dahinya karena melihat tingkah Chan yang seakan jika laki-laki itu akan tetap tinggal di apartemennya.
“Iya,” ucap Chan singkat, padat, dan sangat jelas. Adhara yang mendengarnya memelototkan matanya ia kira Chan akan segera pergi dan mencari tempat tinggal lain atau kembali ke rumahnya namun ternyata laki-laki itu masih begitu betah menumpang di rumahnya.
“Lo bercanda kan?” tanya Adhara yang masih tidak percaya jika Chan akan tetap tinggal di rumahnya.
“Ngapain gue becanda? Ngapain gue nyuruh Nora bawain mobil sama pakaian gue kalo gue mau balik?” tanya Chan dengan malah sambil menunjuk pada koper serta kardus berisi buku pelajaran serta seragamnya.
“Menuhin apartemen gue banget lo,” kesal Adhara saat melihat barang-barang Chan.
Adhara menghentakkan kakinya kesal lalu segera pergi dari sana menuju dapurnya saat melihat Arche dan Antariksa yang datang sambil berbincang bersama, Adhara melihat ke arah kedua laki-laki itu sekilas lalu berjalan ke arah dapur untuk mencuci piring kotor.
Terlihat di sana Nora yang tengah mencuci peralatan makan mereka sedangkan Sky tengah duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya. Adhara hanya bisa menggeleng melihat tingkah gadis itu yang malah bersantai sambil bermain ponsel bukannya membantu Nora.
“Bantuin malah main ponsel,” ucap Adhara sambil memukul kepala Sky dari belakang. Sky yang mendapatkan pukulan dari Adhara mengerucutkan bibirnya kesal sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit.
“Tar gue bantuin terus mengerusak dapur lo jangan marah ya,” ucap Sky sambil bangun untuk membantu tapi Adhara segera menahannya dan membuat Sky duduk di meja makan lagi.
__ADS_1
“Udah lo duduk anteng aja jadi mandor aja,” ucap Adhara sambil menepuk pundak Sky sambil tersenyum dipaksakan sedangkan Sky hanya tersenyum senang.
Gadis itu kembali duduk dengan tenang dan kembali memainkan ponselnya. Sedangkan Adhara segera menuju Nora membantu gadis itu mencuci bekas makan mereka.
“Udah lo duduk aja sana biar gue yang selesai,” ucap Adhara pada Nora yang sedari tadi sudah bekerja. Hanya sisa empat piring yang belum di cuci akhirnya Nora hanya mengangguk lalu mencuci tangannya dan segera mengelapnya.
Setelahnya ia langsung menuju ruang tamu untuk mencari Chan.
Chan kini sudah selesai membersihkan ruang tamu Adhara bersama kedua sahabatnya, ruang tamu Adhara tidak terlalu besar jadi tidak akan lama membersihkannya. Kini ia sudah duduk sambil berselonjor dan memainkan ponselnya.
“Tuan,” panggil Nora pada Chan membuat Chan berdekhem tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel di depannya.
“Apa Tuan yakin tidak akan kembali ke rumah dan tinggal di sini?” tanya Nora memastikan. Ia tahu apa jawaban Chan terlebih laki-laki itu sudah memintanya untuk membawakan semua kebutuhannya.
Chan menghela nafasnya gusar lalu melihat ke arah Nora sekilas sebelum kembali fokus dengan game di depannya itu.
“Iya,” ucap Chan datar. Nora menatap Chan dengan serius.
“Tuan Leo sangat marah saat Tuan muda keluar dari rumah saat itu,” ucap Nora memberitahukan Chan jika ayah laki-laki itu sangat murka saat tahu Chan pergi dari rumah dan tidak pulang.
“Saat Tuan muda pergi bersama Nona saat itu Tuan langsung meminta kami untuk mencari Tuan muda hanya saja pengawal yang biasa menjemput Tuan takut pada Nona,” cerita Nora membuat Chan mengangguk. Ia hanya diam mendengarkan tanpa sedikitpun mau menjawabnya.
“Tuan Muda, Tuan Leo hanya ingin yang terbaik buat Anda,” ucap Nora dengan takut memberikan petuah kepada Chan yang kini menatapnya dengan tajam.
“Tau apa lo tentang hidup gue? Lo gak tau apapun jadi lebih baik lo diam. Lo itu pengawal gue jadi ikuti aja tugas lo,” peringat Chan tajam membuat Nora menunduk dalam.
Kedua sahabatnya yang berada di sini kini hanya diam bagaikan orang tuli yang tak mendengar apapun. Mereka hanya tak ingin ikut campur masalah Chan.
“ Maaf tuan, tapi Tuan Leo bisa saja melukai Nona,” ucap Nora sambil menunduk dalam.
Adhara yang baru saja datang dari dapur langsung menghampiri mereka. Jujur saja ia kurang nyaman mendengar Nora terus memanggilnya dengan panggilan Nona.
“Panggil Adhara aja gak usah pake Nona Nona segala,” ucap Adhara yang kompak membuat Chan dan Nora menoleh.
__ADS_1
“Baik Adhara,” ucap Nora sambil mengangguk. Walau sudah tidak memanggilnya Nona gadis itu masih saja berbicara dengan kaku padanya.
“Lakukan saja tugas lo, dan jaga dia,” ucap Chan memerintahkan. Nora akhirnya hanya bisa membalasnya dengan anggukan karena takut untuk melawan Chan.
“Gak perlu jagain gue, gue bisa jaga diri gue,” tandas Adhara yang tidak Chan pedulikan sama sekali keluhannya.
“Dan ya beliin gue kasur,” perintah Chan membuat Adhara memelotot.
“Ngapain beli kasur? Lo gak berencana buat tinggal lama di sini kan?” tanya Adhara dengan khawatir. Takut jika Chan akan tinggal lama di rumahnya.
“Sayangnya iya,” ucap Chan dengan begitu santainya membuat Adhara memelotot.
“Enggak, enggak,” tolak Adhara sambil menggeleng namun Chan malah tak menghiraukannya. Akhirnya Adhara hanya bisa menghela nafasnya kasar dan menyetujui laki-laki itu tapi lihat saja ia juga akan membuat perhitungan pada laki-laki itu dan memintanya membayar uang sewa. Lumayan untuk menambah uang jajannya.
“Kenapa beli kasur segala? Kenapa gak seranjang aja? Bukannya…” belum sempat melanjutkan ucapannya, Antariksa yang mendengarnya yang langsung memukul kepala gadis itu membuat Sky mengaduh kesakitan.
“Lo otaknya bener-bener gak ada isinya? Mereka Cuma pacaran bukan nikah,” tandas Antariksa pada adiknya itu. Sky mengerucutkan bibirnya lalu menggerutu kesal.
Baru saja Sky akan membuka mulutnya untuk berbicara Antariksa sudah berdiri dan segera pergi dari sana membuat tanda tanya di kepala temannya melihat sikap Antariksa tersebut.
***
Thank for Reading all
Hai semua apa kabar?
Aku datang lagi nih dengan cerita baru yang pastinya gak kalah seru sama cerita sebelumnya.
Semoga kalian suka ya sama ceritanya maaf kalau masih banyak typo dan feel kurang dapet.
__ADS_1
Jangan lupa untuk Like, Koment, tambah ke favorite.
See You Next Chapter all.