Atmosphere

Atmosphere
Cygnus


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Adhara berjalan menuju rooftop karena tadi saat berjalan di lantai tiga untuk mengumpulkan tugas pada salah satu guru, ia tak sengaja melihat Antariksa yang seperti nya akan menuju rooftop. Ia hanya ingin berbicara pada Antariksa dan memperbaiki hubungan mereka.


Saat membuka pintu rooftop Adhara dapat Adhara lihat Antariksa yang tengah berdiri di pembatas rooftop sam bil menyesap rokoknya. Adhara berjalan ke arah Antariksa lalu berdiri di samping laki-laki itu.


Merasakan seseorang di sampingnya membuat laki-laki itu menoleh hingga tatapan datarnya mengarah pada Adhara, Antariksa segera mematikan rokoknya. Tak Adhara sangka, bahkan di saat sedang marah seperti ini pun Antariksa masih peduli padanya.


“Mau apa lo?” tanya Antariksa dengan begitu ketus yang di balas dengan senyuman oleh Adhara yang kini melihat Antariksa dengan tatapan teduhnya.


“Lo semarah itu sama gue? Gue tau gue salah dengan menjadikan lo temen, tapi gue ngelakuin itu karena gue nganggep lo sebagai sahabat gue,” ucap Adhara dengan wajah menyesalnya. Jika saja ia tahu jika semua akan berakhir seperti ini mungkin ia tak akan mengambil langkah salah dengan menjadikan Antariksa sebagai tempatnya untuk meminta bantuin.


“Kalau lo Cuma mau ngomongin itu, mending lo pergi, gue mau sendiri,” ucap Antariksa dengan tatapannya yang begitu lurus melihat ke depan.


“Jangan sampai menyesal dengan apa yang lo lakuin Antariksa,” ucap Adhara sambil menepuk pundak Antariksa dengan pelan lalu segera pergi dari sana.


“Lo bahkan menyia nyiakan persahabatan lo yang udah terjalin begitu lama hanya karena gue, mereka bukan hanya menganggap lo sebagai sahabat tapi juga sebagai saudara, gue harap lo bisa sadar sebelum lo akhirnya menyesal,” ucap Adhara sebelum membuka pintunya. Setelah mengatakan hal tersebut Adhara segera membuka pintu rooftop dan menutupnya dengan keras meninggalkan Antariksa sendiri dan memikirkan perkataannya tersebut.


“Lo perlu menyelam untuk mengetahui isi lautan, Adhara,” ucap Antariksa yang jelas sudah tidak bisa didengar oleh Adhara yang sudah pergi dari sana.


“Gue kangen ribut sama lo Ta,” ucap Adhara dengan senyuman sendunya lalu segera pergi dari sana menuju lift untuk kembali ke kelasnya takut jika sudah ada guru yang datang. Walau ia sudah meminta Elara untuk mengizinkannya.


***


Kelas Arche saat ini tengah pelajaran sejarah peminatan namun tak ada satupun yang berminat untuk mendengarkan penjelasan guru di depannya yang membuat mereka mengantuk tersebut.


“Antariksa kemana?” tanya Arche saat melihat kursi di depannya kosong. Chan hanya menjawabnya dengan mengedikkan pundaknya karena memang ia tak tahu kemana perginya sahabatnya yang satu itu.


Bagaimanapun Antariksa saat ini, ia tetaplah sahabat Chan juga Arche dan mereka akan terus menganggapnya seperti itu.


Suara pesan dari ponsel Chan membuat laki-laki itu segera mengambilnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Antariksa

__ADS_1


Malam minggu balapan sama gue, setelah ini gue bakalan ngikhlasin Adhara buat lo. JANGAN DATANG kalau lo pengecut.


Pesan tersebut membuat Chan tersenyum melihatnya. Chan menyenggol tangan Arche lalu menunjukkan pesan yang baru saja di terimanya. Arche segera mengambil ponsel tersebut lalu membacanya dengan wajah yang sulit diartikan.


“Lo gak ngerasa ini aneh?” tanya Arche yang membuat Chan mengerutkan keningnya bingung. Memangnya apa yang aneh dari pesan tersebut?


“Apa yang aneh? Dia kan memang begini,” ucap Chan yang mendapatkan anggukan dari Arche.


“Lo bakal dateng?” tanya Arche yang mendapatkan anggukan dari Chan. Jika memang laki-laki itu ingin balapan untuk melampiaskan kekesalannya maka ia tak akan masalah jika memang itu yang diinginkan oleh Antariksa.


             “Gue bakalan bilang ke yang lain,” ucap Arche yang Chan balas dengan anggukan.


Chan melihat ponselnya lalu mengetikan balasan untuk Antariksa, agar laki-laki itu tahu ia tak akan mungkin bisa jika harus mengorbankan persahabatan mereka.


Chanzo


Ok kalo itu yang lo mau, gue terima. Gue juga gak mungkin mempertaruhkan persahabatan kita Cuma karena masalah ini.


Setelah membalas pesan Antariksa, Chan segera menyimpan ponselnya kembali. Hingga tak lama suara bel pulang berbunyi yang mendapatkan sorakan senang dari para murid. Setelah menghabiskan waktu seharian untuk belajar akhirnya kini mereka terbebas dari berbagai macam pelajaran yang membuat otak lelah tersebut.


“Adhara balik sama lo?” tanya Arche saat kedua laki-laki tersebut berjalan bersama keluar dari kelas dengan membawakan tas Antariksa yang saat ini tengah berada di mana.


“Kalau nggak biar gue yang anter,” ucap Arche yang langsung dibalas dengan gelengan oleh Chan.


“Gak perlu,” ucap Chan tegas yang membuat Arche tersenyum geli mendengarnya.


Saat mereka akan memasuki lift bersamaan dengan itu di dalam lift sudah ada Antariksa yang bisa ditebak baru turun dari rooftop.


“Thanks,” ucap Antariksa sambil menarik tas nya dari pegangan Arche yang membawakan tasnya tersebut.


Suasana di dalam lift tersebut suasana kini begitu mencekam, bahkan siswa-siswi lain yang berada di lift yang sama dengan tiga pangeran tersebut kini saling terdiam tak ada yang berani membuka suaranya.


Setelah lift terbuka di lantai dua Chan segera keluar dari lift tersebut begitupun dengan Arche. Kedua laki-laki itu tentu saja akan mencari Nora dan Adhara.


Chan berjalan dengan santai menuju kelas Adhara dan melihat gadis tersebut yang tengah berjalan menuju tangga bersama kedua teman sekelasnya.

__ADS_1


“Kenapa gak nungguin gue?” tanya Chan pada Adhara sambil berkacak pinggang. Kedua teman Adhara segera berjalan lebih dulu meninggalkan Chan dan Adhara, memberikan ruang pada sepasang mantan tersebut.


“Mau nunggu di parkiran,” ucap Adhara yang membuat Chan membalasnya dengan anggukan lalu akhirnya mereka berjalan bersama menuruni tangga bersama.


Kedua remaja tersebut memilih untuk ke café Chan lebih dulu, untuk mengisi perut mereka.


“Jadi Chan, gimana?” tanya Adhara yang sudah merasa begitu penasaran dengan apa yang terjadi dengan laki-laki itu.


“Apanya yang gimana?” tanya Chan sambil memakan makanannya dengan melihat ke arah Adhara dengan kerutan di keningnya.


“Lo kenapa bisa batalin pertunangan lo? Papa lo kerasukan apa?” tanya Adhara dengan begitu penasaran, bahkan gadis itu sampai mendekatkan tubuhnya pada Arche untuk mendengarkan dengan jelas apa yang akan laki-laki itu katakan.


“Kemarin papa gue dateng ke rumah,” ucap Chan yang membuat Adhara memelototkan matanya mendengar hal tersebut.


“Hah? Terus gimana?” tanya Adhara dengan terkejut. Ia hanya takut terjadi sesuatu pada Mira.


Chan menghela nafasnya kasar sambil memulai ceritanya, tentang masa lalu kedua orang tuanya yang harus diketahui kemarin saat mendengarkan penjelasan Papanya. Hingga saat papanya yang mengatakan akan membatalkan pertunangannya.


**8


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2