Atmosphere

Atmosphere
Io


__ADS_3

Info Io merupakan salah satu pelanet yang berada di yupiter


Happy Reading All.


***


Saat sampai di kelasnya Adhara segera berjalan ke arah meja Bastian yang ternyata laki-laki tersebut sudah duduk di sana dengan memainkan ponselnya. Adhara segera duduk di samping Bastian dengan senyumannya sambil menatap Bastian.


Bastian yang awalnya tak menyadari keberadaan Adhara masih setia memainkan ponselnya hingga saat ia menoleh ke arah samping ia dapat melihat Adhara yang tengah menatapnya sambil tersenyum membuat Bastian terkejut melihatnya.


“Setan lo,” ucap Bastian yang langsung menepuk wajah Adhara dengan buku tulis yang berada di depannya.


Adhara yang mendapatkan serangan mendadak tersebut sontak saja memejamkan matanya dengan begitu erat, hingga buku tersebut terlepas dari wajahnya pun Adhara masih memejamkan matanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


“Bastian,” teriak Adhara dengan kesalnya dan langsung memukuli laki-laki tersebut tanpa ampun dengan buku tipis yang tadi Bastian gunakan sebagai alat untuk memukul Adhara, dan kini malah alat tersebut untuk memukul nya dengan bertubi-tubi.


“Adhara sakit bego,” ucap Bastian menghentikan Adhara yang kini langsung duduk di kursinya tadi begitupun dengan Bastian.


Kini mereka kembali menjadi pusat perhatian seisi kelas melihat kedekatan antara Bastian juga Adhara, padahal yang mereka tahu walaupun Bastian bukan orang yang cuek atau dingin namun laki-laki itu sangat sulit untuk didekati dan sering berkata kasar pada wanita yang ingin mendekatinya.


“Emang gue kayak setan apa,” dengus Adhara dengan wajah kesalnya saat melihat reaksi berlebihan Bastian tersebut.


“Lebih serem sih ya,” ucap Bastian dengan tawanya yang sontak membuat Adhara semakin kesal dengan laki-laki tersebut.


Bastian yang melihat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal hanya mengacak rambut Adhara games membuat Adhara malah semakin cemberut karena rambutnya yang sudah ditata rapi malah dibuat berantakan oleh laki-laki itu.


“Rusak dah rambut cantik gue,” ucap Adhara sambil memperbaiki rambutnya yang begitu berantakan akibat ulah Bastian.


“Indah dari mananya coba,” ucap Bastian dengan sisa tawanya.


“Jadi mau ngapain lo kesini?” tanya Bastian dengan kerutan di dahinya melihat Adhara yang menghampirinya.


Ia tahu tak mungkin gadis itu akan repot-repot mengunjunginya di saat jam istirahat akan dimulai. Mengingat biasanya Adhara akan lebih memilih untuk langsung ke kantin bersama dengan teman-temannya itu.


Baru saja Adhara akan membuka suaranya, suara dari arah pintu lebih dulu terdengar seperti sebuah bentakan.


***

__ADS_1


Jam istirahat masih sepuluh menit lagi namun guru yang mengajar di kelas Chan sudah keluar lebih dulu karena sedang ada urusan. Chan kini tengah sendiri di kelasnya karena Antariksa yang sedang tidak masuk karena sakit. Chan bahkan berpikir jika teman nya yang kasar itu ternyata bisa sakit juga.


Sedangkan Arche saat ini tengah berada di ruang guru untuk membawakan tugas teman sekelasnya.


Chan yang bosan sendiri akhirnya memilih untuk mencari Adhara dan mengajak gadis itu ke kantin agar tidak dikira jomblo atau gay karena kemana sendiri atau hanya bersama dua sahabat nya itu yang sama saja dengan dirinya yang anti perempuan kecuali Adhara tentunya.


Chan berjalan di sepanjang koridor dengan wajah datar andalannya yang menampilkan aura misterius laki-laki tersebut. Bahkan saat ia turun ke lantai tiga tempat kelas Adhara berada dengan lift pun tak ada wanita yang bisa melepaskan pandangannya dari Chan.


Hingga saat sampai di depan kelas Adhara ternyata kelas gadis tersebut juga sedang tidak ada guru yang mengajar. Namun Chan tak melihat Adhara berada di tempat duduknya hingga mata laki-laki itu menjelajah mencari keberadaan Adhara yang ternyata tengah bercanda bersama Bastian.


Tangan Chan sudah mengepal berusaha menahan amarahnya agar tidak meledak, hatinya rasanya begitu panas melihat kedekatan Adhara dari pria lain.


“Masih gue liatin,” ucap Chan melihat adegan di depannya saat laki-laki yang diketahui bernama Bastian tersebut dengan lancang mengelus puncak kepala Adhara.


Masih berusaha Chan menahan emosinya hingga saat kedua remaja tersebut saling berhadapan dan berbincang dengan saling menatap, Chan akhirnya sudah tidak tahan dan menghampiri gadis tersebut.


“Adhara,” teriak Chan dengan wajahnya memerahnya menahan amarahnya.


Adhara dan Bastian yang mendengar teriakan tersebut sontak saja langsung menoleh ke arah Chan dengan wajah Bastian yang terlihat begitu ketakutan melihat kedatangan Chan. Bahkan laki-laki itu sontak mendorong kursi yang Adhara duduki membuat Adhara hampir saja terjatuh jika Chan tak cepat menahannya.


“Bastian gila,” teriak Adhara yang kini menatap Bastia dengan tajam, tangan Adhara masih berpegangan pada Chan dengan Chan yang masih menatap Bastian dengan begitu tajam.


“Ya sorry,” ucap Bastian, hanya kata tersebut yang bisa laki-laki itu ucapkan sambil memberikan cengiran watadosnya pada Adhara dan Chan.


Adhara menghela nafasnya kasar lalu segera berdiri di samping Chan. Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian, bahkan para siswa-siswi kelas lain yang akan ke kantin dan melewati kelas Adhara mengurungkan niatnya untuk ke kantin dan lebih memilih menonton tontonan gratis di depan mereka tersebut.


“Ayo ke kantin,” ajak Chan yang langsung menarik Adhara pergi dari sana dengan wajahnya yang berusaha terlihat setenang mungkin. Chan memang sangat pandai mengatur emosinya. Bahkan siapapun akan tahu jika saat awal tadi ia terlihat begitu marah namun kini laki-laki itu malah terlihat biasanya saja dengan menampilkan wajah datarnya.


“Sorry and Thank,” ucap Adhara tanpa suara hanya menggerakkan mulutnya untuk berkata pada Bastian.


Bastian hanya bisa menghela nafasnya dan mengangguk. Ia cukup mengerti dengan apa yang gadis itu ucapkan. Dan mungkin alasannya datang ke meja laki-laki itu untuk mengatakan hal tersebut.


Di sepanjang koridor menuju kantin Chan tak pernah melepaskan tangannya dari genggaman Chan yang begitu erat padanya. Sedangkan Adhara yang sedari tadi memang membawa kuaci yang ia colong dari meja Bastin malah dengan santainya memakan biji matahari tersebut.


“Tumben ke kelas, Arche sama Antariksa mana?” tanya Adhara saat tak melihat keberadaan pasukan Chan dan hanya menyisakan Chan yang malah merecokinya di kelas.


“Arche di ruang guru mungkin sekarang udah di kantin,” jelas Chan menjawab pertanyaan Adhara. Adhara membalasnya dengan anggukan tak heran jika Chan berada di ruang guru mengingat laki-laki yang dulu ia kagumi itu memang begitu dekat dengan banyak guru karena sikap ramah nya juga otaknya yang pintar tersebut.

__ADS_1


“Antariksa mana?” tanya Adhara saat melihat perusuh tersebut.


“Sakit,” ucap Chan singkat namun berhasil membuat Adhara meledakkan tawanya.


Laknat sekali memang Adhara itu, mendengar temannya sakit bukannya ikut bersedih ia malah tertawa dengan begitu keras.


“Kenapa malah ketawa?” tanya Chan dengan kerutan di dahinya walau ia tahu apa yang akan dikatakan Adhara setelah ini namun ia masih saja bertanya.


“Ya kaget aja masak modelan kayak Antariksa sakit,” ucap Adhara dengan tawanya. Sudah Chan duga Adhara akan mengatakan hal tersebut karena ia juga memikirkan hal sama seperti yang Adhara pikirkan.


“Ya namanya manusia wajar dong kalau sakit,” ucap Chan dengan begitu bijaknya soalnya ia mempercayai jika Antariksa benar-benar sakit.


“Perasaan kemarin malam masih baik-baik saja,” ucap Adhara masih membuka satu persatu kulit kuacinya dengan begitu sabar.


“Gak tau deh, nanti kita jengukin,” ucap Chan yang langsung mendapatkan anggukan dari Adhara.


Setelahnya mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin dengan Adhara yang masih begitu setia memakan biji bunga mataharinya tersebut, dengan tatapan aneh dari para murid yang melihat mereka.


Karena mereka mengira Adhara dan Chan sudah putus mengingat kemarin Adhara yang malah jalan bersama dengan Bastian. Bahkan ada yang dengan terang-terangan mengatai Adhara namun gadis itu hanya cuek dan tidak mempedulikannya.


Kuaci yang tengah di makannya lebih menarik daripada omong kosong yang harus di dengarnya.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2