Atmosphere

Atmosphere
S2 Meteor


__ADS_3

Fyi "Meteor adalah benda angkasa yang muncul diluar angkasa atau biasa di sebut bintang jatuh"


Happy Reading All.


***


Seorang gadis kini menatap ikan koi di depannya dengan malas. Rasanya kini ia begitu bosan karena tak dapat melakukan apapun. Hari minggu nya terasa membosankan, bahkan untuk sekedar menonton drama saja kini rasanya ia begitu malas hingga akhirnya ia hanya memilih untuk menatap ikan-ikan peninggalan Antariksa. 


Ya, gadis tersebut adalah Adhara. Gadis yang kini terlihat seperti orang bodoh. Menjadi pengisi suara dari ikan koi yang tengah berenang bebas tersebut. Selama kuliah tak banyak ia memilih teman yang benar-benar dekat. Temannya hanyalah Nora, yang lain hanya sekedar teman kuliah biasa.


"Ini ikan kapan tidur nya ya kira-kira?" Tanya Adhara sambil memperhatikan ikan di depannya dengan serius. Bahkan kini gadis tersebut menyanggah kepalanya dengan tangannya yang ia letakkan di dagu. 


"Kalian juga kapan besar nya sih? Bosen juga gue liat kalian gak tumbuh-tumbuh,"  ucap Adhara sambil memiringkan kepalanya dan mendekatkan dirinya pada Akuarium tersebut menempelkan wajahnya pada kaca aquarium ikannya.


"Muka gue serem gak Kan?" Tanya Adhara dengan begitu konyolnya pada ikan tersebut yang jelas tak bisa menjawab pertanyaan Adhara. Namun salah satu ikan melahirkan melihat Adhara sebentar lalu pergi seolah mengatakan jika ia bahkan enggan melihat wajah Adhara. Adhara yang melihat hal tersebut memelototkan matanya melihat hal tersebut.


"Wah yakin nih gue, lo pasti Anta kan. Ngerti gue mah. Kagak orangnya kagak ikannya emang suka banget bikin gue emosi," ucap Adhara dengan wajah kesalnya. Kini jika mengingat Anta ia hanya akan mengingat kenangan indah sahabatnya tersebut saja, tanpa peduli jika sahabatnya tersebut sudah tak lagi bersama dengannya.


"Kalian tau besok gue mau kondangan, miris gue liat nasib gue. Teman gue udah pada kawin gue masih leha-leha nonton Korea sama China mana ditambah bonus ngehaluin mereka lagi," ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya kasar. 


Tak lama gadis tersebut dengan terburu-buru bangun dari tempat duduknya untuk mengambil ponselnya melihat notif tapi tak ada satupun notif masuk dari sahabatnya yang jauh di negeri orang tersebut. Merasa kesal dan bosan karena tak tahu apa yang harus dilakukan akhirnya gadis tersebut kembali duduk di meja belajarnya yang di atasnya sudah ada ikan miliknya.


"Gue bosen sumpah, mau mandi lo tapi gue masih pinter kalau lo aja tinggal nya di air," ucap Adhara yang kini mulai kembali sibuk dengan ikan peliharaan miliknya tersebut.


Tak lama suara ketukan di pintunya membuat Adhara menoleh ke arah pintu yang disusul dengan suara adiknya yang begitu menggelegar.


"Kak buka cepet, penting ini," ucap adiknya tersebut dengan berteriak. Begitu tak sabar untuk Adhara membukakan pintu untuknya.


"Apaan sih? Buka aja gak di kunci," ucap Adhara dengan kesalnya karena adiknya tersebut malah mengganggu kebosanan nya yang tenang ini.

__ADS_1


Tak lama seorang remaja laki-laki yang berumur enam belas tahun masuk ke kamar Adhara dengan wajah tanpa dosa nya dan berjalan cepat ke arah tempat barang-barang Adhara di simpan.


 "Ambil apa lo hah?" Tanya Adhara dengan tatapan tajamnya pada sang adik yang hanya menjawabnya dengan cengiran tersebut.


"Pinjem jam yang kemarin lo beli itu dong kak," ucap Orion yang tak lain adalah adik Adhara dengan cengirannya yang kini berhasil membuat Adhara memelototkan matanya mendengar ucapan adik nya tersebut. Jam yang baru ia beli kemarin dan belum sempat ia kenakan kini malah dengan seenaknya adiknya tersebut meminjamnya.


"Kagak, apaan lo gue yang punya aja belum make. Kagak, kagak ada," ucap Adhara lalu segera bangun dan berjalan ke arah adiknya tersebut untuk mengambil jam tangan miliknya sebelum adiknya tersebut menemukannya.


"Telat kak, gue dah dapet. Nanti kelar gue main, gue kembaliin," ucap Orion dengan senyuman lebarnya sambil menunjukkan jam tangan berwarna hitam.


"Salah ambil lo bege, itu jam tangan Chan. Kembaliin gak sini," teriak Adhara pada Orion saat melihat jika jam tangan yang diambil adiknya tersebut adalah milik kekasihnya bukan miliknya yang ia beli kemarin.


"Lebih keren ini kak. Gue pergi ya," ucap Orion yang setelahnya langsung berlari meninggalkan Adhara. Adhara tentu saja tak akan membiarkannya begitu saja. Dengan segera ia mengejar adiknya tersebut yang kini sudah berlari ke arah motor miliknya.


"Gak modal lo setan, mau keren pake punya orang. Kembalikan sini, sialan lo Orion anak emak gue," teriak Adhara yang masih saja mengejar Orion hingga keluar dari rumah sederhana miliknya tersebut.


"Orang pelit kuburannya sempit kak. Apa lagi sama adik sendiri, tambah sempit kuburan lo," ucap Orion yang kini sudah berada di atas motor matic miliknya lalu dengan segera melajukannya. 


Namun naas sandalnya bukannya mengenai adiknya tersebut malah mengenai seorang laki-laki yang baru saja keluar dari mobilnya. Adhara yang melihat hal tersebut memelototkan matanya dan segera menghampiri korban dari sandalnya tersebut.


"Adhara," suara teriakan tersebut membuat Adhara menutup telinganya agar telinganya masih sehat mendengar teriakan tersebut.


"Begini sambutan lo sama gue hah?" Tanya laki-laki tersebut yang membuat Adhara menyengir mendengarnya. Namun tak lama gadis tersebut mengubah ekspresi wajahnya menjadi begitu bahagia.


"Arche, gue kangen," ucap Adhara yang segera memeluk Arche membuat laki-laki yang tak lain adalah Arche tersebut menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah sahabatnya tersebut. Meskipun ingin sekali rasanya ia marah pada sahabatnya tersebut namun untuk kali ini ia akan memaafkan tingkah sahabatnya tersebut.


"Kagak ada berubah-berubah nya lo ya, masih aja suka ribut," ucap Arche sambil menggelengkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya dan menyentil kening gadis tersebut membuat Adhara meringis karenanya.


"Masuk aja yuk," ajak Adhara pada Arche. 

__ADS_1


Akhirnya mereka berjalan bersama memasuki rumah sederhana berlantai satu milik Adhara yang tak terlalu luas.


Arche mengerutkan keningnya saat melihat rumah gadis tersebut yang terlihat begitu sepi.


"Orang tua lo mana?" Tanya Arche saat tak melihat keberadaan orang tua Adhara. Jika adik gadis itu tadi ia melihatnya saat Adhara mengejar laki-laki tersebut.


"Bunda gue sekarang buka rumah makan jadi ya lagi di sana, ayah gue Kerja," ucap Adhara menjelaskan yang membuat Arche mengangguk paham.


"Ke rumah makan Bunda lo aja lah, gak enak di rumah cuma berdua," ucap Arche yang dijawab dengan anggukan setuju oleh Adhara. Lagi pula memang saat ini ia tinggal di lingkungan para tetangga yang suka sekali mengurus hidup orang. Tak seperti di Jakarta, ia memiliki apartemen yang kehidupannya cukup individu, bahkan saat ia tinggal bersama Chan seperti tak ada yang peduli.


Tak lama akhirnya mereka memilih untuk menuju rumah makan milik Bunda Adhara.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah_ dan @wphilmiath_


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya


__ADS_2