
Fyi "Willamette adalah meteorit terbesar yang pernah ditemukan di AS, dengan panjang 7,8 meter persegi dan berat 15,5 ton. Meteorit Willamette terbuat dari besi dan nikel dan diakuisisi oleh American Museum of Natural History di New York City pada tahun 1906."
Happy Reading All.
***
Adhara berjalan dengan malas menuju kelas pertamanya, hari keberangkatan Chan menuju tempat ia menimba ilmu. Menjalin hubungan jarak jauh bukanlah hal yang mudah, dan kini Adhara harus kembali merasakannya. Padahal rasanya baru kemarin ia bertemu dengan Chan namun kini laki-laki tersebut sudah harus kembali ke Inggris.
“Hai cantik, kenapa dah pagi-pagi udah cemberut aja?” tanya sebuah suara di belakang Adhara yang langsung membuat wajah Adhara semakin cemberut mendengar suara yang sudah begitu ia kenali tersebut. Suara seseorang yang sangat tak ingin ia lihat untuk saat ini.
“Gue lagi gak mood liat muka lo jadi mending lo pergi,” ucap Adhara dengan malas. Karena hari ini mood nya benar-benar sedang tidak baik. Dan laki-laki yang tak lain adalah Antares tersebut entah mengapa begitu suka sekali mengganggu nya ada saja tingkah laki-laki tersebut yang membuat Adhara kesal.
“Tenang sekarang lo udah gak liat muka gue,” ucap Antares dengan begitu bangganya sambil membalikkan wajah Adhara untuk menatapnya. Adhara memelototkan matanya saat melihat Antares yang kini malah terlihat seperti buronan dengan memakai masker topi juga kacamata berwarna hitam.
"Lah dari mana lu dapet ini semua?” tanya Adhara pada laki-laki di depannya tersebut yang kini menyengir di balik maskernya itu.
“Emang gue suka bawa beginian,” ucap Antares pada Adhara Yang kini menatap aneh pada laki-laki tersebut.
"Curiga gue kalo lo tuh sebenernya buronan,” ucap Adhara sambil memicingkan matanya dan menatap aneh pada Antares. Sedangkan laki-laki tersebut kini sudah memelototkan matanya mendengar jawaban dari gadis di depannya tersebut.
"Enak aja orang ganteng kayak gue dibilang buronan, gue itu terlalu kelewat ganteng buat jadi buronan,” ucap Antares dengan berbangga diri yang membuat Adhara terkekeh mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Buronan buronan aja masalah ganteng itu bonus, big Mouse aja bisa jadi tahanan apa lagi cuman elu,” ucap Adhara sambil mengibaskan rambutnya ke arah laki-laki tersebut. Setelahnya garis tersebut memilih untuk pergi daripada terus meladeni Antares. Pasti tak akan selesai jika terus meladeni laki-laki tersebut jadi lebih baik ya segera pergi dari sana.
Melihat kepergian Adhara dengan segera laki-laki tersebut mengikuti Adhara. akhirnya mereka berjalan bersama menuju kelas mereka.
“Gue udah lama nggak liat gandengan lu, biasanya lu sama temen lu itu Udah kayak perangko nempel mulu sekarang kemana?” tanya Antares Bertanya tentang Nora yang memang sudah 1 minggu lebih tidak masuk kuliah. memang gadis tersebut memutuskan untuk kuliah online selama 2 minggu kedepan karena di Jakarta Tengah ada urusan yang harus ia selesaikan titik Jadilah gadis tersebut menambah Waktu kuliah online nya.
__ADS_1
“Ngapain lu nanyain sahabat gue cuma suka lo?” tanya Adhara sambil menatap penasaran kearah Antares yang kini sudah duduk di sebelahnya. Di sebelah Antares gini Izar juga sudah duduk sambil mendengarkan pembicaraan mereka, Ia juga begitu penasaran Kemana perginya gadis tersebut karena sudah lama ia tak masuk kampus.
“Gue mah sayangnya sama elu doang jadi lu tenang aja nggak usah cemburu kayak gitu,” ucap Antares dengan senyuman bangganya dan senyuman menggoda nya ke arah Adhara yang kini malah mengedikkan bahunya merasa ngeri dengan ucapan laki-laki tersebut.
Lagi lagi pula apa pedulinya jika ada Antares memang menyukai Norah, itu juga bagus agar sahabatnya tersebut bisa memiliki kekasih dan Antares tak perlu lagi menggodanya.
“Pede banget lu lagian udah gue bilang kalau gue itu udah punya pacar jadi buat apa apa gue cemburu sama cowok model an Ikan gabus kayak lo,” ucap Adhara dengan begitu sinisnya pada Antares. Antares yang mendengar hal tersebut hanya bisa menghembuskan nafasnya, Ia memang harus ekstra sabar jika menghadapi gadis di sampingnya tersebut. sedang Izar Kini hanya bisa menahan tawanya mendengar hinaan Adhara pada sepupunya tersebut.
“Muka Mirip Park Chanyeol gini lho kata modelan Ikan gabus,” ucap Antares dengan begitu percaya dirinya, Adhara yang mendengarnya justru meledakkan tawanya begitupun dengan Izar yang kini ikut tertawa mendengar ucapan Antares yang begitu percaya diri menyebut jika dirinya mirip salah satu dari member boyband Korea yang begitu terkenal tersebut.
“Begayaan lu muka lu tuh yang paling benar udah mirip ikan gabus, udah nggak usah segala nyamain diri kayak cowok semultitalenta Chanyeol,” ucap Adhara yang masih tertawa karena kepedean laki-laki di sampingnya tersebut. Antares yang melihat tawa tersebut sejujurnya begitu senang karena akhirnya Adhara bisa tertawa karenanya, bukan lagi Iya yang melihat tawa Adhara karena orang lain, kini karena dirinya.
“Gue juga multitalenta kalo lo yang mau, apapun itu,” ucap Antares yang malah membuat Adhara bergidik ngeri mendengarnya.
“Sahabat lo mana?” tanya Antares lagi pada Adhara yang kini menghembuskan nafasnya dan melihat ke arah Antares dengan malas.
“Di Jakarta ada urusan,” ucap Adhara akhirnya menjawab. Lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan karena dosen yang mengejar akhirnya datang.
Adhara yang memang mendengarnya kini memicingkan matanya ke arah Izar membuat Izar menelan salivanya dengan susah saat Adhara menatap nya dengan begitu menyelidik. Namun tak lama gadis tersebut sudah kembali menghadap ke depan.
“Setan lo emang,” ucap Izar kesal pada Antares yang kini justru hanya bisa tertawa merasa senang karena bisa menjahili sepupunya tersebut.
Setelahnya mereka memperhatikan pembelajaran tersebut dengan serius. Adhara kini terus melihat ke depan walau pikirannya kini entah berada di mana. Hingga setelah pelajaran yang begitu melelahkan mereka akhirnya mendapatkan waktu istirahat mereka.
Adhara dengan segera keluar dari kelasnya sebelum Antares mengikutinya. Namun saat sampai di depan pintu Adhara dibuat terkejut dengan keberadaan Chan yang kini berada di sana. Adhara segera memeluk laki-laki tersebut erat yang membuat Chan juga memeluknya dengan erat.
“Aku dateng buat pamitan sama kamu,” ucap Chan dengan senyumannya sambil mengelus punggung Adhara yang semakin mengeratkan pelukannya pada Chan. Namun tak lama gadis tersebut melepaskan pelukannya.
__ADS_1
“Kamu berangkat dari Bandara sini?” tanya Adhara pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan. Mendengar hal tersebut Senyuman bahagia jelas terlihat di wajah gadis tersebut membuat can mengerutkan keningnya bingung.
“Aku boleh ikut kan,” tanya Adhara pada Chan yang segera menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum menenangkan kearah garisnya tersebut yang membuat adalah juga ikut tersenyum senang mendengarnya.
Setelahnya mereka segera menuju bandara karena jadwal keberangkatan jam setengah jam lagi.
Tanpa mereka ketahui sedari tadi ada yang terus menatap ke arah mereka dengan tatapan tak suka juga tatapan iri yang jelas terlihat di wajah laki-laki tersebut. Laki-laki yang tak lain adalah Antares si penonton setia yang sedari tadi terus melihat kemesraan antara Adhara juga kekasihnya tersebut. Laki-laki tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu segera pergi dari sana yang diikuti oleh Izar di belakangnya.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.