
Fyi "Model Nice lima planet adalah sebuah variasi terbaru dari Model Nice yang menyatakan bahwa Tata Surya mempunyai lima planet raksasa; empat planet raksasa dengan sebuah raksasa es tambahan (antara Saturnus dan Uranus) dalam rantai resonansi gerak rata-rata"
Happy Reading All.
***
Hari minggu kali ini Adhara bersama dengan Nora juga Antares dan Izar kini memilih untuk berlibur di salah satu tempat wisata yang berada di daerah mereka. Kini mereka pergi dengan menggunakan mobil milik Izar, laki-laki tersebut juga yang mengemudikan mobilnya sedangkan Antares duduk di sebelah laki-laki tersebut dan kedua gadis yang ikut bersama mereka kini duduk di belakang mereka.
“Lo ngapain sih duduk sini?” tanya Izar sambil berdecak kesal pada Antares yang kini dengan santai malah memainkan ponselnya. Laki-laki tersebut terlihat begitu tak mempedulikan pertanyaan Izar, pasalnya ini untuk yang kesekian kalinya laki-laki tersebut menanyakan hal yang sama.
“Lo budek ya?” tanya Izar dengan nada kesalnya pada Antares yang kini menatap tajam pada Izar, berdecak malas pada sepupunya tersebut.
Adhara dan Nora memilih diam sambil memakan makanan ringan yang mereka bawa juga menonton pertengkaran kedua laki-laki di depan mereka tersebut seperti tengah menonton bioskop.
“Gue capek mulai tadi jawab pertanyaan lo yang sama mulu,” ucap Antares dengan wajah lelahnya yang membuat Izar berdecak mendengarnya.
“Ya udah sih tahan bentar doang, perjuangan Antares, perjuangan,” ucap Izar dengan menekankan kata perjuangan pada Antares yang kini malah memukul wajah Izar dengan begitu keras saat mereka berada di lampu merah. Izar yang tiba-tiba mendapatkan pukulan dari Antares dibuat terkejut dengan laki-laki tersebut.
“Sakit bego, ini muka bukan samsak,” ucap Izar dengan marah pada Antares yang kini menatap datar ke arah Izar.
“Lo pikir gue bisa tahan kalau di gebukin mulu? bonyok yang ada gue di gempur mulu,” ucap Antares pada Izar yang kini malah mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal pada Antares. Atau lebih tepatnya kini ia tengah merajuk pada sepupunya tersebut.
“Lagian gue yakin kalau lo duduk di samping Nora juga lo bakalan kena pukulan dari dia,” ucap Antares pada Izar yang di jawab dengan anggukan oleh Nora.
“Udah, kita udah sepaket susah dipisahkan,” ucap Nora pada kedua laki-laki di depannya tersebut dan malah berdecak mendengarnya.
“Terserah lah gue mau tidur,” ucap Adhara lalu memilih untuk Mengistirahatkan dirinya yang terasa lelah. Gadis tersebut segera memejamkan matanya memilih untuk menyelami lautan mimpi daripada terus menonton pertengkaran kedua laki-laki di depannya tersebut.
Hingga tak beberapa lama setelah perjalanan yang cukup memakan waktu kini akhirnya mereka sampai di sebuah tempat wisata yang telah mereka rencanakan untuk mereka datangi. kini mereka berada di Dago Dream Park adalah yang memilih tempat tersebut karena ia ingin mencoba wahana-wahana yang berada di sana.
__ADS_1
Adhara segera keluar lebih dulu yang disusul oleh teman-temannya yang lain. Setelahnya mereka berjalan bersama-sama memasuki tempat wisata tersebut, dengan Adhara dan Nora yang berjalan di bagian depan.
“Ihh bagus banget mana asri banget lagi,” ucap Adhara dengan senyuman yang mengembang di wajah cantik gadis tersebut setelah mereka masuk ke dalam tempat wisata tersebut.
“Wah ada Archery,” ucap Nora dengan senyumannya yang membuat Adhara segera menoleh ke arah tempat yang ditunjuk oleh sahabatnya tersebut.
“Ayo Ra, gue ajarin,” ajak Nora sambil menarik tangan Adhara menuju tempat memanah yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Adhara hanya bisa mengikuti saja, kemana Nora membawanya.
Setelah sampai di tempat wahana tersebut dengan segera Nora meminta busur juga anak panah pada penjaga di sana lalu memberikannya pada Nora. Kedua laki-laki yang mereka bawa kini malah lebih terlihat seperti penjaga mereka yang selalu mengikuti kemana mereka pergi. Namun akhirnya kedua laki-laki tersebut juga meminta busur juga anak panah.
"Sini gue ajarin," ucap Antares lalu menarik Adhara untuk berdiri di depannya. Adhara yang tidak fokus karena terlalu fokus pada busur nya akhirnya malah ikut tertarik dan kini berada di depan Antares.
"Gak usah, gue bisa. Gue yang ajarin Adhara," ucap Nora pada Antares lalu kembali menarik Adhara. Ia hanya ingin membantu sahabatnya tersebut karena ia tahu jika Chan begitu mudah cemburu dan akhir-akhir ini Chan dan Adhara yang sering sekali bertengkar hanya karena Chan yang cemburu pada Antares dan Adhara yang tidak bisa menghindari Antares.
Bukan hanya karena sikap Antares yang baik pada Adhara. Juga bukan karena nama Antares yang mirip dengan Antariksa. Namun karena Antares akan semakin mengejar Adhara dan melakukan hal di luar nalar jika Adhara malah kembali menjauhkan seperti dulu. Dan lagi, Adhara juga ingin mendekatkan Izar juga Nora oleh karena itu ia membutuhkan bantuan Antares untuk hal tersebut. Namun Chan yang memang begitu posesif dan mudah cemburu meskipun Adhara sudah menjelaskannya tapi tetap saja laki-laki tersebut akan memancing pertengkaran.
Oleh karena itu, kini Nora lah yang akan membantu sahabatnya tersebut untuk meminimalisir interaksi antara Antares juga Nora. Ia tak ingin hubungan sahabatnya tersebut hancur karena orang baru.
"Wah keren juga gue, udah kayak drupadi," ucap Adhara dengan senyuman bangganya yang membuat Nora hanya bisa menggeleng mendengarnya.
"Berarti laki lo kurang tiga Ra, kan Drupadi laki nya lima tuh," ucap Antares pada Adhara yang kini sontak membuat Adhara menoleh dengan wajah datarnya pada Antares.
"Bego lu ye, lima kurang satu empat. Bukan tiga," ucap Adhara pada Antares yang kini malah berdecak mendengarnya ucapan gadis di sampingnya tersebut.
"Gue kan juga termasuk laki lo," ucap Antares pada Adhara yang kini malah bergidik ngeri mendengarnya.
"Gak usah ngelawak lo, lo gak ada dalam daftar. Laki gue cuma Chan," ucap Adhara tegas lalu memilih untuk menyudahi permainan tersebut dan mengajak Nora untuk mencoba wahana yang lainnya.
"Berkuda kayaknya seru," ucap Adhara pada temannya yang lain yang kini menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
"Ayo Ra lo sama gue," ajak Antares pada Adhara yang kini melaha menatap datar pada Antares.
"Gue sama Nora, dia juga bisa berkuda," ucap Adhara pada Nora yang kini menjawabnya dengan anggukan karena ia memang sering menemani Chan berkuda saat ia masih bekerja dengan laki-laki tersebut.
"Lo tuh cewek Nora, tapi kenapa lo bisa semua? Sudah kali ini anggep aja lo gak bisa," ucap Antares pada Nora.
Lalu segera menggendong Adhara dan mendudukkannya di kuda yang ia pilih lalu segera membawa Adhara untuk jalan-jalan dengan kuda tersebut. Nora yang melihat hal tersebut segera menaiki kuda nya yang di atasnya sudah ada Izar yang memang menunggu Nora namun ia tak menyangka jika Nora malah akan langsung naik dan malah ia yang menunggangi kuda tersebut dengan Izar yang kini sudah berpelukan dengan erat pada Nora, karena takut terjatuh.
Gadis tersebut terus saja menunggangi kadarnya untuk mengejar Adhara juta Antariksa.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.