
Fyi "Gerhana Matahari cincin terjadi ketika piringan Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari sehingga tepi luar Matahari tetap terlihat membentuk cincin api di langit."
Happy Reading All.
***
Setelah sampai di rumah mereka kini Adhara segera menghempaskan tangan Chan membuat Chan terkejut melihatnya. Kini laki-laki tersebut menatap Adhara dengan begitu tajam begitu juga dengan Adhara yang kini menatap Chan tak kalah tajamnya.
“Mau kamu apa sih Ra?” tanya Chan dengan begitu sinisnya pada Adhara yang kali ini malah tersenyum dengan begitu mengejak pada Chan. Chan bahkan dibuat terkejut dengan reaksi perempuan di depannya tersebut yang kali ini terlihat begitu angkuh.
"Harusnya aku yang nanya kayak gitu ke kamu mama mau kamu apa?” ucap Adhara dengan tatapan tajamnya pada Chan Yang kali ini menghembuskan nafasnya sambil menatap wanitanya tersebut dengan tatapan tajamnya. ia tak mengerti apa yang tengah terjadi pada istrinya hingga kini ia begitu berani melawannya.
"Emangnya aku kenapa? salah kalau aku marah disaat istri aku lagi godain laki-laki lain? aku marah juga karena kesalahan kamu ada Ra, Kenapa sih kamu nggak pernah bisa ngertiin posisi aku? Aku kayak gini juga karena kamu,” ucapkan dengan begitu tajamnya pada wanita di depannya tersebut yang kini hanya menatapnya dengan tatapan tajamnya tanpa berani bersuara ataupun membuka mulutnya.
"Kamu terlalu curiga Chan, kamu nggak pernah bisa buat percaya sama aku,” ucap Adhara pada Chan dan menatap suaminya tersebut dengan tatapan tajamnya.
"Kalau aku dengar itu dari orang lain mungkin bisa kalau aku nggak akan percaya tapi aku nggak sendiri gimana kamu yang berusaha buat deketin dia,” ucap Chan pada Adhara yang kini sudah begitu menyulut emosinya.
"Udahlah jangan nggak usah buat alibi lagi, nyatanya Kamu memang nggak pernah percaya sama aku,” tegas adalah dengan begitu marahnya pada laki-laki tersebut yang kali ini hanya bisa memejamkan matanya berusaha untuk mengontrol dirinya yang tengah emosi. Ia hanya tak ingin menyakiti Adhara jadi lebih baik yang berusaha untuk mengalah dan berusaha untuk menahan emosinya.
"Adhara please kita nggak bisa kayak gini terus, kamu harusnya mengakui kesalahan kamu, kamu yang duluan untuk mendekati laki-laki tadi, Jadi wajar kan kalau aku marah aku ini suami kamu,” ucapkan pada Adhara yang kali ini malah lebih memilih untuk pergi dari sana Chan Yang melihat itu memelototkan matanya dan segera menahan gadis tersebut Namun tangannya malah segera dihempaskan oleh Adhara.
"Aku capek biarin aku buat tenangin diri dulu, ngomong sama kamu tuh kaya lagi di introgasi tanpa bukti,” ucap Adhara dengan begitu marahnya lalu segera pergi dari sana.
Chan mengusap wajahnya gusar ia benar-benar lelah untuk saat ini, ia baru saja lembur dari pekerjaannya dan kini adhara Malah semakin membuatnya pusing dengan masalah yang ditimbulkan oleh wanita tersebut. namun kini bukannya mengejar ada Raya malah lebih memilih untuk menuju ruang kerjanya dia hanya ingin memberikan waktu pada Adhara untuk memikirkan tentang kesalahannya.
Di lain tempat tikkini Adhara Tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang pikirannya kini melayang pada pertengkarannya dengan chan. rumah tangganya akhir-akhir ini Terus saja diberikan berbagai masalah ya begitulah untuk saat ini berada di rumahnya jika hanya untuk bertengkar dengan laki-laki tersebut.
__ADS_1
Iya tahu jika ia salah namun gadis tersebut malah tidak ingin mengakui kesalahannya tersebut. dan kini malah memilih untuk melarikan diri dari masalahnya dan menjauh dari chan untuk sementara waktu. Mungkin setelah ia menenangkan dirinya ia bisa untuk kembali pada laki-laki tersebut dan meminta maaf pada Chan.
wanita tersebut kini melajukan mobilnya memasuki jalanan sepi yang berada tak jauh dari Danau namun tak lama suara benturan yang begitu keras terdengar begitu nyaring.
***
Archer berjalan memasuki rumah Chan dengan tatapan tegasnya juga kekhawatiran yang terlihat begitu terpampang jelas di wajah laki-laki tersebut. tujuannya kali ini adalah untuk mencarikan Chan. melihat keberadaan Arche yang kini berjalan memasuki rumah membuat para pelayan segera menghampiri laki-laki tersebut.
“Tuan Anda datang?” tanya salah satu pelayan yang menghampirinya.
“Dimana Chan?” tanya Arche dengan wajah tegasnya yang membuat para pelayan tersebut kebingungan melihat Arche. Laki-laki yang biasanya tak pernah melepaskan senyumnya tersebut kini malah terlihat begitu ketakutan.
“Tuan Chan sedang ada di ruangannya tuan,” ucap pelayan tersebut yang dengan segera membuat Arche berjalan ke arah ruang kerja Chan dengan langkah tegas dan wajahnya yang menyiratkan ketakutan yang begitu dalam.
Bahkan tanpa mengetuk pintu lebih dulu kini Arche malah langsung masuk ke dalam ruangan Chan yang membuat Chan terkejut melihat keberadaan sahabatnya tersebut yang kali ini terlihat wajah takut juga kekhawatiran yang begitu jelas.
“Lo bercanda?” tanya Chan masih tak percaya jika apa yang dikatakan oleh Arche adalah sebuah kebenaran.
“Lo liat gue bercanda?” tanya Arche yang sontak membuat Chan bangkit dari singgah sananya dan segera berjalan meninggalkan Arche yang kali ini dengan segera mengikuti sahabatnya tersebut.
“Pake mobil gue, biar gue yang nyetir,” ucap Arche pada Chan yang segera menjawabnya dengan anggukan. Karena ia tahu jika Chan yang menyetir yang ada mereka yang akan mengalami kecelakaan dengan kondisi Chan sekarang siapa yang tak akan khawatir jika ia yang menyetir.
Mobil Arche melaju dengan begitu cepat melewati jalanan yang kini tampak begitu ramai. Hingga tak lama mereka memasuki jalanan yang begitu sepi membuat Chan menoleh ka arah Arche dengan bingung. Karena bukannya mengajak nya ke rumah sakit tapi Arche malah mengajaknya ke tempat seperti ini.
“Mau lo apa Arche? kenapa kita malah ke sini? lo lagi mempermainkan gue?” tanya Chan dengan begitu tegasnya pada sahabatnya tersebut. Rasanya ia kini begitu marah pada sahabatnya tersebut. Namun Arche malah hanya diam hingga tak lama ia menghentikan mobilnya di tempat banyaknya mobil terparkir saat ini.
“Adhara belum ditemukan,” ucap Arche akhirnya pada Chan yang membuat Chan rasanya kini semakin lemas mendengar ucapan tersebut. Bisa ia lihat di sana sudah ada mobil Sky juga mobil sahabat mereka yang lain bahkan di sana juga ada mobil orang tuanya membuat ia yakin jika Adhara masih belum ditemukan.
__ADS_1
Arche menggiring Chan menuju tempat yang begitu gelap membuat Chan harus menyalakan senter di ponselnya. Namun ia malah tak melihat apapun di sana bahkan keluarga serta sahabatnya tak ia lihat keberadaannya disana.
“Kenapa Adhara bisa dateng ke tempat sejauh ini? dan kenapa tempatnya begitu sepi? kalian udah nelpon polisi sama ambulan kan?” tanya Chan pada Arche dengan rasa takutnya. Ia begitu takut terjadi sesuatu pada istrinya tersebut. Namun saat melihat kebelakang ternyata saat ini ia sendiri dan tak menemukan keberadaan Arche di sana membuat ia semakin bingung dengan apa yang terjadi.
Hingga tak lama suara letusan yang begitu keras terdengar dengan confetti yang berjatuhan dari atas laki-laki tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.
__ADS_1