Atmosphere

Atmosphere
Neso


__ADS_3

Neso adalah nama bulan yang berada di Neptunus


Happy Reading All.


***


Chan baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian rapihnya walau hanya menggunakan celana jins panjang yang dipadukan dengan kaos yang dilapisi dengan jaket, rambut laki-laki tersebut sudah ditata dengan serapi mungkin.


“Adhara udah belom?” teriak Chan memanggil gadis tersebut yang masih berada di kamarnya.


“Bentar lagi,” jawab Adhara yang ikut berteriak.


“Dasar cewek tiap mau keluar ribet banget perasaan,” ucap Chan berkomentar.


Laki-laki itu memilih untuk menunggu Adahara di ruang tamu sambil memainkan ponselnya. Hingga tak lama yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga.


Adhara hanya memakai kaos crop yang dilapisi jaket juga celana sebatas lutut. Rambut gadis itu dibiarkan tergerai menambah kesan cantik gadis tersebut.


“Lama banget sih, berjamur gue nungguin lo,” ucap Chan dengan dengusannya lalu berdiri untuk berjalan ke arah rak sepatu yang berada di dekat pintu keluar.


“Hiperbola banget sih lo,” ucap Adhara dengan senyuman tak berdosanya karena sudah membuat Chan yang menunggunya begitu lama.


“Tapi lo emang lama banget Adhara,” ucap Chan dengan dengusannya.


“Ya namanya juga cewek,” ucap Adhara membela dirinya. Chan menghela nafasnya nya. Jika sudah berhadapan dengan Adhara sudah lebih baik mengalah karena gadis itu pasti tak akan mau berhenti sebelum menang.


Chan dan Adhara memakai sepatunya lalu segera keluar dari apartemen saat sudah selesai memakai sepatunya. Adhara segera mengunci pintu apartemennya lalu berjalan untuk menuju parkiran dengan tangan yang saling bergandengan dengan Chan.


Kini sesuai yang telah mereka rencanakan. Malam minggu kali ini mereka akan kumpul di rumah Antariksa untuk acara bakar-bakar.


“Dhar jangan ngulah ya, malam ini kita happy jangan bertengkar mulu sama Antariksa,” ucap Chan memperingati kekasihnya.


“Ck tenang aja,” ucap Adhara dengan senyuman misteriusnya yang malah membuat Chan memicingkan matanya curiga saat melihat reaksi Adhara tersebut.


“Ayo masuk, ” ucap Adhara yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


Saat masuk ke dalam mobil Chan menajamkan penciumannya saat mencium bau bensin yang begitu tercium jelas.


“Kok mau bensin ya?” tanya Chan semakin menajamkan penciumannya. Namuan Adhara segera mengalihkan perhatian laki-laki itu.


“Udah lah Chan, ayo berangkat nanti telat,” ucap Adhara sambil menggenggam tangan Chan.

__ADS_1


Tanpa mau membuang waktu lagi Chan hanya mengangguk lalu mulai melajukan mobilnya menuju rumah Antariksa. Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan, Adhara fokus melihat ke arah luar jendela dan Chan fokus menyetir.


“Chan gue pengen deh malam-malam jalan-jalan sambil naik motor gitu,” ucap Adhara saat di lampu merah dan melihat sepasang kekasih di depan mereka yang tengah berboncengan dengan motor sambil bercanda bersama.


“Besok beli,” ucap Chan dengan begitu santainya membuat Adhara di buat ternganga mendengar ucapan Chan yang terdengar tak memiliki beban. Apa laki-laki itu pikir membeli motor sama seperti membeli cilok?


“Di kira beli motor kayak beli cekek kali ya,” ucap Adhara bergumam namun masih bisa didengar oleh laki-laki tersebut yang akhirnya tertawa.


“Ya udah besok gue balapan dulu, kali aja menang terus dapet motor,” ucap Chan membuat Adhara memelototkan matanya mendengar Chan.


“Itu mah lo yang cari mati,” ucap Adhara kesal pada laki-laki tersebut.


Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Antariksa yang terlihat sepi. Adhara mengerutkan keningnya melihat rumah tersebut.


“Tumben sepi,” ucap Adhara pada Chan menoleh ke arah laki-laki tersebut dengan kerutan di keningnya.


“Orang tua Antariksa lagi ada di luar kota,” ucap Chan membuat Adhara mengangguk mendengarnya.


Chan segera keluar dari mobilnya namun laki-laki itu mengerutkan keningnya saat melihat Adhara yang masih setia duduk dengan manis di dalam mobil.


“Ayo turun,” ucap Chan pada Adhara yang malah di balas dengan senyuman manisnya.


Chan mengerutkan keningnya bingung tapi setelahnya tetap saja laki-laki itu berjalan lebih dulu meninggalkan Adhara  yang masih berada di mobilnya.


Saat Chan sudah pergi Adhara segera mengambil botol yang ia letakkan di belakang kemudi . Senyuman misterius terlihat begitu jelas di wajah gadis itu. Namun setelahnya gadis itu terkekeh melihat reaksi sahabatnya setelah ini.


Adhara segera keluar dari mobil dengan membawa dua botol berisi bensin di tangannya. Dengan senyuman mengembang Adhara segera menuju taman belakang di rumah Antariksa karena mereka akan melakukan kegiatan mereka di sana.


“Selamat Night epribadeh,” ucap Adhara berteriak dengan begitu kerasnya pada sahabatnya lalu menunjukkan dua botol bensin yang dia bawa.


Mereka mengerutkan keningnya melihat botol yang Adhara bawa, namun Chan yang menyadari apa isi dari botol tersebut menepuk keningnya gusar melihat tingkah kekasihnya itu.


“Gue udah bawa bensin nih, jadi kan baker rumah Antariksa?” tanya Adhara dengan tawanya membuat sahabatnya memelotot mendengar ucapan Adhara.


“Pembunuhan berencana nih,” ucap Sky sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adhara.


“Tarok tuh bensin jangan berulah lo, gue kandang juga lo,” ucap Antariksa kesal memang jika sudah bertemu dengan Adhara stok kesabaran memang harus banyak karena sikap gadis itu yang selalu di luar nalar.


“Gak seru ah, katanya mau bakar-bakar. Kalo pake itu mah kurang gede,” ucap Adhara sambil menunjuk api yang akan digunakan untuk acara bakar-bakar mereka


“Lo aja sini gue bakar,” ucap Antariksa dengan wajah kesal nya membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal lalu berjalan ke arah sahabatnya itu dan memberikan bensin yang di bawahnya pada Arche.

__ADS_1


“Arche Cuma lo yang baik Che,” ucap Adhara dengan senyumannya yang begitu tulus.


“Ngangong ngangong mulu lo Ra, nih bantuin bakar ikannya,” ucap Antariksa sambil menyerahkan kipas di tangannya pada Adhara.


“Chan,” ucap Adhara dengan wajah sedihnya pada Chan.


“Apa?” kesal Chan membuat Adhara mengerjapkan matanya beberapa kali lalu segera mengerucut kesal dan segera berjalan ke arah ikan yang tengah di bakar.


Chan sendiri begitu kesal karena Adhara yang memuji laki-laki lain. Dan juga laki-laki itu adalah Arche. Laki-laki yang pernah Adhara suka.


Namun saat melihat Adhara yang kesusahan membakar ikan nya membuat Chan tak tega segera berjalan menuju Adhara dan mengambil alih kipas yang gadis itu pegang.


“Biar gue aja,” ucap Chan membuat Adhara segera menoleh ke arah Chan dengan senyumannya.


“Makasih Chan, tapi gak papa gue bantuin,” ucap Adhara dengan senyumannya lalu mereka berdua mulai membakar ikan bersama dengan sesekali bercanda membuat sahabat mereka yang tengah mengerjakan yang lain memutar matanya jengah melihat pasangan kekasih tersebut.


“Gini banget rasanya ngontrak di bumi, penerbangan ke Mars kapan sih?” tanya Sky sambil menarik nafasnya kasar.


“Buruan pindah sono, sempit banget dunia kalo lo masih di sini,” ucap Antariksa menggoda adik nya itu membuat Sky mengerucutkan bibirnya kesal.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2