
FYI "Orcus adalah suatu objek Sabuk Kuiper dan kemungkinan adalah planet kerdil yang ditemukan oleh Michael Brown dari Caltech, Chad Trujillo dari Observatorium Gemini, dan David Rabinowitz dari Universitas Yale."
Happy Reading All.
***
Chan kini hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat dua orang laki-laki di depannya serta keluarganya di belakangnya. Bahkan kini jika ada kaca besar di depannya ia tak akan menyangka dengan penampilannya saat ini.
Kemeja putih yang dilapisi dengan jas putih. Senada dengan gaun yang digunakan Adhara tadi saat ia melihat gadis tersebut. Ia masih saja tak percaya dengan apa yang kini tersaji di depannya sampai ibunya memegang pundak anaknya tersebut dengan begitu lembut.
“Mama, Papa dan sahabat kamu berusaha keras untuk melakukan semua ini jadi jangan permalukan kita,” ucap ibunya tersebut berbisik pada Chan yang kini menoleh ke arah ibunya dengan tatapan bingungnya sedangkan Mira kini hanya tersebut sambil melihat ke arah anaknya tersebut.
“Tuh liat calon istri kamu cantik banget,” ucap Mira pada Chan yang kini sontak melihat ke arah belakangnya melihat Adhara yang kini berjalan ke arahnya yang ditemani oleh ibu gadis tersebut juga oleh Nora yang membantunya.
Tatapan gadis tersebut kini terlihat begitu lembut dengan senyuman manis yang terukir di wajah gadis tersebut. Chan menatap tak percaya pada Adhara. Karena ternyata yang akan menikah dengan Adhara adalah dirinya? Ia masih saja tak percaya dengan semua ini. Namun tak dapat dipungkiri jika kini ia begitu bahagia dengan semua ini.
“Aku gak lagi mimpi kan?” tanya Chan pada dirinya sendiri yang membuat Adhara terkekeh mendengarnya lalu mencubit lengan Chan membuat laki-laki tersebut meringis. Namun setelahnya senyuman terukir jelas di wajah laki-laki tersebut.
“Bismillahirrahmanirrahim, langsung saja kita mulai acaranya,” ucap sang penghulu di depan Chan pada laki-laki tersebut. Hingga akhirnya Chan juga ayah Adhara mengulurkan tangannya dan saling berjabat tangan untuk melakukan ijab qobul.
Jujur saja sebenarnya tak hanya Chan, bahkan Adhara yangs sudah mengetahui semua ini dan ia yang ikut terlihat di dalamnya juga masih tak percaya jika kini ia akan menikah dengan laki-laki yang begitu ia cintai tersebut.
“Sah,” suara teriakan tersebut sontak memenuhi ruangan yang dijadikan sebagai tempat ijab qabul tersebut. Setelah membaca doa yang dipimpin oleh penghulu yang berada di sana. Adhara mencium tangan Chan lalu Chan mengecup kening Adhara.
Perasaan haru, terkejut, bahagia, dan tak percaya kini menjadi saksi bagaimana Chan yang sebelumnya meneteskan air mata karena kesedihannya kini malah meneteskan air mata nya karena terharu. Meskipun masih tak mengerti dengan apa yang terjadi namun tetap saja ia merasa begitu bahagia karena kini gadis yang begitu dicintai tersebut akhirnya menjadi miliknya.
“Aku masih gak percaya kalau semua ini nyata,” ucap Chan berbisik pada Adhara yang kini tersenyum ke arah Chan lalu memegang tangan laki-laki tersebut dengan begitu lembut.
“Nyatanya semua nyata Chan,” ucap Adhara pada Chan yang membuat laki-laki tersebut tersenyum mendengarnya. Kini rasanya ia ingin sekali mendekap gadisnya tersebut dalam waktu yang begitu lama tapi sepertinya keluarga mereka begitu mengganggu mereka.
Setelah acara ijab qabul selesai digelar kini Adhara juga Chan tengah berada di salah satu kamar yang berada di hotel tempat mereka akan menggelar resepsi mereka malam ini. Adhara baru saja selesai membersihkan tubuhnya saat ia melihat Chan yang kini tengah menyandarkan tubuhnya di ranjang king size yang berada di kamar hotel tersebut dengan segera Adhara menghampiri laki-laki tersebut.
“Chan,” ucap Adhara sambil memeluk laki-laki yang kini telah resmi menjadi suaminya tersebut. Chan melihat hal tersebut kini membalas pelukan Adhara sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
“Jadi gimana semua ini bisa terjadi?” tanya Chan yang akhirnya melepaskan pertanyaan yang sebenarnya sudah sedari tadi ingin ia tanyakan pada Adhara.
Adhara menghembuskan nafasnya dan kembali mengingat bagaimana akhirnya pernikahan mereka bisa terjadi. Ingatan Adhara kembali pada tiga bulan lalu saat kedua orang tua Chan datang ke rumahnya. Saat itu Adhar begitu terkejut melihat keberadaan ayah juga ibu Chan yang berada di rumahnya.
“Adhara sini dulu nak,” ucap Astrid pada anaknya tersebut yang membuat Adhara yang baru saja datang dari apartemen Nora segera menghampiri mereka yang berada di ruang tamu.
Adhara memilih untuk duduk di samping ibunya setelah menyelami kedua orang tuanya juga orang tau Chan.
“Adhara Mama datang ke sini buat ngelamar kamu,” ucap Mira langsung yang kini sontak membuat Adhara terkejut mendengar ucapan ibu mantan kekasihnya tersebut.
Padahal ia sudah berusaha dengan begitu sangat untuk melupakan Chan, namun kini tiba-tiba saja ibu laki-laki tersebut datang dan mengatakan jika ia akan melamar Adhara. Siapa yang tak akan terkejut mendengar hal tersebut? Jika seperti ini juga akan sulit untuk Adhara melupakan Chan karena jelas ia tak mungkin menerima tawaran ibu Chan tersebut.
“Maaf Ma tapi Adhara gak bisa,” ucap Adhara sambil menghembuskan nafasnya kasar menatap Mira dengan tatapan bersalahnya karena tidak bisa menerima permintaan wanita tersebut.
“Adhara masih belum bisa maafin Chan?” tanya Mira pada Adhara yang kali ini menggelengkan kepalanya.
“Adhara udah maafin Chan mah, tapi untuk kembali bersama Chan, sulit banget rasanya untuk mengulang kembali,” ucap Adhara dengan menghembuskan nafasnya kasar yang membuat Mira kini berjalan ke arah Adhara lalu duduk di samping gadis tersebut dan memegang tangan Adhara.
“Mama tahu Chan salah, Chan terlalu mudah terbawa emosi tanpa mendengarkan penjelasan dari kamu lebih dulu dan lebih memilih untuk mengambil keputusan dengan sepihak,” ucap Mira berusaha untuk menjelaskan pada Adhara. Kini tatapannya begitu serius menatap Adhara berharap jika Adhara bisa mencerna ucapannya dan merubah pikirannya.
“Kecelakaan terakhirnya bahkan membuat Chan koma. Katakan Mama egois karena hanya memikirkan tentang anak Mama. Hanya saja mama tak ingin kehilangan Chan, Chan satu-satunya yang Mama punya,” ucap Mira pada Adhara yang kini terdiam mendengar ucapan Mira tersebut.
Kepalanya kini seolah berpikir dengan keras apa yang harus ia lakukan. Menerima atau justru menolaknya. Mendengar apa yang dialami Chan benar-benar membuat Adhara merasa bersalah namun ia juga tak bisa melupakan apa yang telah terjadi.
Baginya kepercayaan dalam sebuah hubungan adalah kunci dalam langgengnya hubungan. Namun Chan justru tak mempercayainya dan hanya mengambil kesimpulannya saja.
“Sebenarnya di sini kamu juga salah Nak, karena harusnya dari awal kamu bisa tegas sama Antares juga Chan,” ucap Astrid yang kali ini ikut membuka suara nya yang membuat Adhara memejamkan matanya mendengar hal tersebut.
Dan Astrid benar tak hanya Chan yang salah tapi juga dirinya yang salah karena tak bisa tegas pada Antares. Dan perasaannya pada Chan jelas masih tertata rapi di hatinya. Membuat Adhara bingung keputusan apa yang harus di ambilnya.
“Adhara bakalan mikirin ini dulu, kasih Adhara waktu,” ucap Adhara akhirnya yang membuat para orang tua yang berada di sana menganggukkan kepalanya mendengarnya. Mereka mau tak mau menyetujui ucapan Adhara tersebut.
“Terus gimana akhirnya kamu nerima aku?” tanya Chan pada Adhara sambil mengelus puncak kepala Adhara sayang yang membuat Adhara tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
“Karena aku ngerasa apa yang Mama dan Bunda katakan benar. Aku masih mencintai kamu dan semua ini bukan hanya kesalahan kamu tapi juga kesalahan aku yang gak mau tegas sama Antares dan gak mau ngejelasin yang sebenarnya ke kamu,” ucap Adhara pada Chan menjelaskan alasannya akhirnya mau menerima Chan.
“Lagi pula aku juga gak mau buat kehilangan kamu selama lamanya,” ucap Adhara pada Chan yang membuat laki-laki tersebut kini langsung memeluk Adhara dengan begitu erat.
“Terima kasih, Terima kasih karena telah mau menerima aku kembali,” ucap Chan pada Adhara lalu mengecup puncak kepala Adhara beberapa kali.
Ia benar-benar bersyukur karena Adhara mau menerimanya dan kini gadis tersebut menjadi istrinya. Ia berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan menjaga hubungannya sebaik mungkin. Ia tak akan lagi melepaskan Adhara setelah dua kali ia melepaskan gadis tersebut. Tidak lagi untuk kali ini.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Jujur aja aku nulis ini tuh dugun dugun, keknya tremor nya Chan sampai sini deh wkwk
Btw maaf ya udah buat kalian nunggu lama. Karena kemarin aku kurang enak badan jadi kemarin aku gak bisa up.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1