
FYI "Vulcan adalah planet kecil yang diusulkan keberadaannya di antara Merkurius dan Matahari."
Happy Reading All.
***
Arche kini tengah berada di sebuah cafe bersama dengan gadis di depannya yang terus saja tersenyum ke arahnya. Arche menghembuskan nafasnya kasar tak habis pikir dengan di depannya tersebut yang kini sudah bisa ada di depannya.
“Lo kenapa bisa ada di sini?” tanya Arche pada gadis tersebut yang bukannya menjawab ucapan Arche kini malah menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.
“Kebetulan mungkin,” ucap gadis di depan Arche tersebut yang tak lain adalah Delia. Delia kini duduk di depan Arche sambil tersenyum dengan begitu lembut pada Arche yang kini malah menggelengkan kepalanya mendengar jawaban gadis di depannya tersebut.
“Bukannya lo ada di AS?” tanya Arche pada Delia yang kini menganggukkan kepalanya. Karena memang selama Arche berada di AS Delia malah juga berada di sana lalu entah mengapa kini gadis tersebut kini juga berada di Indonesia.
Selama berada di AS gadis tersebut tak pernah absen untuk mendekati Arche dan kini juga saat Arche sudah berada di Indonesia kini Delia juga sudah berada Indonesia membuat Arche tak habis pikir apa Delia memang begitu ingin mendekatinya?
“Aku cuma pertukaran pelajar di sana. Dan sekarang aku udah balik lagi ke sini. Kebetulan kakak udah di sini juga, jodoh kali ya kak kita,” ucap Delia dengan senyumannya yang membuat Arche menggeleng mendengar ucapan tersebut.
Ia benar-benar tak habis pikir dengan ucapan gadis tersebut. Baru kali ini ia menemukan gadis yang begitu mengejar-ngejarnya seperti ini. Biasanya gadis yang menyukainya hanya menyukainya dalam diam atau saat gadis tersebut menyatakan perasaannya pada Arche dan laki-laki tersebut menolaknya maka gadis tersebut akan menyerah. Namun berbeda dengan Delia yang kini malah terus saja mencoba untuk mendekati Arche.
“Lo aja yang ngikutin gue, bukan jodoh,” ucap Arche sambil menggelengkan kepalanya yang kini malah membuat Delia terkekeh mendengarnya.
Arche mengerutkan keningnya saat melihat ke arah luar cafe ia melihat seorang gadis yang begitu di kenalinya kini tengah tersenyum sinis pada objek tatapan di depannya. Hingga Arche langsung menatap ke arah tujuan tatapan gadis tersebut hingga tatapan laki-laki tersebut tertuju pada sepasang kekasih yang kini terlihat berdebat. Arche yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya sebulan akhirnya gadis yang berada di sana pergi dengan berderai air mata.
“Gue pergi,” ucap Arche pada Delia yang kini mengerutkan keningnya bingung namun tak lama tatapannya langsung tertuju pada gadis yang kini berjalan keluar cafe membuat Delia tersenyum sinis melihat hal tersebut.
“Apa cuam dia yang lo peduliian?” tanya gadis tersebut dengan tatapan sinisnya ke arah objek tatapannya tersebut.
***
Adhara kini tengah berjalan di trotoar jalan bersama dengan Chan yang tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Chan yang kini terus menggenggam tangannya dengan begitu erat. Kini Adhara berjalan lebih tinggi dari Chan, berjalan di atas pinggirin pembatas trotoar sedangkan Chan berjalan di trotoar.
__ADS_1
Setelah berbincang singkat di rumah Adhara, tadi Chan memutuskan untuk mengajak Adhara jalan-jalan. Menuju taman yang dekat dengan rumah Adhara. Meskipun bukan taman besar namun cukup ramai apalagi mengingat hari ini adalah malam sabtu.
Tak lama setelah bersenang-senang di taman tersebut mereka memutuskan untuk pulang karena hari yang semakin larut. Sebenarnya Adhara tak rela jika harus berpisah dengan kekasih nya tersebut karena ia belum selesai melepas rindu dengan Chan namun sayang hari yang semakin larut membuat mereka akhirnya harus segera pulang.
“Aku seneng deh kita bisa kayak gini,” ucap Adhara pada Chan yang kini juga ikut tersenyum mendengar hal tersebut.
Adhara sebenarnya merasa ada yang aneh sedari karena sedari tadi Chan terus terdiam membuat ia merasa penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada laki-laki tersebut. Namun saat Adhara bertanya laki-laki tersebut pasti mengatakan jika ia baik-baik saja membuat Adhara akhirnya mengalah.
"Kita ke cafe dulu ya," ucap Chan yang di balas dengan anggukan oleh Adhara hingga tak lama mereka akhirnya memutuskan untuk segera memasuki cafe yang berada di sana.
Setelah memasuki cafe yang cukup ramai tersebut mereka memilih untuk duduk di salah satu kursi kosong yang berada di bagian pojok ruangan. Chan lah yang memilih tempat tersebut karena menurutnya cukup nyaman jika ia ingin berbincang dengan Adhara.
Setelah memesan peranannya mereka saling terdiam sambil menikmati makannya tersebut. Chan kali ini memang lebih banyak diam membuat Adhara semakin penasaran sebenarnya ada apa dengan laki-laki di depannya tersebut.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Adhara setelah menyelesaikan makanan di depannya kini gadis tersebut sudah menatap Chat dengan mengerutkan keningnya bingung.
Chan kini juga menatap Adhara tak kalah serius. Laki-laki tersebut terlihat mengepalkan tangannya marah. Ingatannya kembali pada kejadian sore tadi saat Chan ingin menjemput Adhara di kampusnya ia malah ditarik oleh seorang gadis menuju taman. Hingga di sana dapat ia lihat Antares dan Adhara yang saling berpelukan. Hal tersebut berhasil memancing amarah Chan namun setelahnya ia berusaha menenangkan dirinya.
"Kenapa Chan?" Tanya Adhara dengan tatapan tak percayanya pada Chan yang kini menatap Adhara tidak suka. Tatapan yang sebelumnya penuh cinta kini hanya tatapan kekecewaan juga kebencian yang ia lihat di sana.
"Aku udah punya pacar yang jauh lebih baik dari kamu," ucap Chan yang terdengar begitu serius mengatakan hal tersebut. Adhara yang mendengar penjelasan Chan hanya bisa tertawa mendengarnya karena baginya ini hanyalah candaan. Namun tak lama gadis tersebut menghentikan tawanya saat melihat wajah Chan yang begitu serius.
"Kamu bercanda kan?" Tanya Adhara. Kali ini ia benar-benar berharap jika Chan hanya bercanda mengatakan hal tersebut walau dia tak melihat ekspresi bercanda pada wajah laki-laki tersebut yang terlihat begitu serius.
"Apa aku kelihatan bercanda?" Tanya Chan dengan begitu sinisnya pada Adhara yang kini hanya terdiam. Karena jelas ia tak melihat jika laki-laki tersebut kini tengah bercanda.
"Aku udah jelas banget kan ngomongnya. Aku mau kita putus dan aku udah punya gadis yang jauh lebih baik dari kamu," ucap Chan dengan tegasnya yang membuat Adhara mengepalkan tangannya ingin sekali ia memukul wajah laki-laki tersebut namun ia berusaha untuk menahannya.
"Kamu jahat Chan," ucap Adhara tegas yang kini justru membuat Chan terkekeh dengan begitu sinisnya pada Adhara membuat gadis tersebut bingung dengan apa yang sebenarnya Chan lakukan.
Sakit? jelas. Lebih dari itu ia benar-benar terluka dengan keputusan laki-laki tersebut dan dengan apa yang telah Chan lakukan. Ia tak percaya orang yang selalu ada untuknya, laki-laki yang begitu baik padanya, orang yang selalu mengisi hari-harinya dan menjadi penenang untuknya. Kini malah menjadi luka terdalamnya.
__ADS_1
“Aku sayang banget sama kamu Chan, kenapa kamu gak mikirin perasaan aku saat kamu selingkuhin aku?” tanya Adhara dengan tatapan sendunya pada Chan. Kini ia berusaha untuk menahan tangisnya agar tidak pecah di depan laki-laki tersebut.
“Apa kamu pernah mikirin perasaan aku saat kamu sama Antares? Udah lah Ra, mending kita sekarang jalan di jalan masing-masing aja. Bukannya dengan begini kamu bisa lebih baik sama Antares tanpa ada aku?” tanya Chan dengan senyuman sinisnya yang membuat Adhara terkekeh mendengar ucapan Chan tersebut.
“Kamu tau, setelah aku mikirin ini begitu lama. Akhirnya aku sadar harusnya dari awal kita gak pernah bertemu, anggap saja aku sekarang nyesel bisa kenal dan ketemu kamu. Karena kamu aku kehilangan sahabat aku sedari kecil. karena kamu Sky kehilangan kakaknya. Dan karena kamu sahabat aku pergi,” ucap Chan yang membuat Adhara terkejut mendengar ucapan Chan tersebut. Ia tak menyangka jika laki-laki tersebut akan menyalahkannya seperti ini.
“Aku gak nyangka ucapan ini akan keluar dari mulut kamu Kai. Aku terima keputusan kamu,” ucap Adhara lalu memilih untuk segera pergi dari sana. Namun saat ia hendak keluar tatapannya tak sengaja bertemu dengan gadis yang kini menatapnya dengan senyuman sinisnya yang membuat Adhara tersenyum sendu lalu memilih untuk segera pergi dari sana.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1