Atmosphere

Atmosphere
Canes Venatici


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Jam Istirahat baru akan berbunyi sepuluh menit lagi tapi kini Adhara sudah berada di koridor yang menuju ke kelas Chan. Senyuman terus menghiasi wajah gadis tersebut, sesekali membalas sapaan dari kakak kelas yang menyapanya.


“Adhara cantik, Cuma Chan yang punya. Adhara manis, Chan yang punya. Adhara imut, pastilah Chan yang punya,” nyanyi Adhara dengan senyumannya yang mengembang sambil berjalan ke arah kelas Chan.


Saat sampai di depan kelas Chan ternyata kelas sedang kosong, Adhara mengetuk pintu kelas tersebut sekedar untuk mengucapkan permisi, setelah diizinkan untuk masuk Adhara segera berjalan menuju Chan tapi mata gadis itu terus menjelajahi kelas tersebut mencari anggota baru kelas tersebut.


“Ngapain lo kesini?” tanya Chan saat melihat kedatangan Adhara. Bukannya menjawab pertanyaan Chan, gadis itu malah meletakkan jari telunjuknya di bibir mengisyaratkan agar laki-laki itu diam.


Adhara berjalan ke arah Antariksa lalu segera duduk di samping laki-laki itu membuat Antariksa mengerutkan keningnya bingung.


“Kenapa?” tanya Antariksa dengan tidak sabaran membuat Adhara tersenyum dengan begitu menjijikkan bagi ketiga laki-laki tersebut.


“Itu sepupu lo?” tanya Adhara sambil menunjuk pada laki-laki yang kini duduk di meja paling belakang sambil membaca buku dengan kedua telinganya yang ditutup dengan headset.


“Adhara, balik lo sana,” ucap Chan sambil menarik baju bagian belakang Adhara membuat gadis itu hampir terjatuh.


“Chan, kalo gue jatuh gimana?” tanya Adhara dengan mengerucutkan bibirnya kesal.


“Ya ke bawah,” ucap ketiga laki-laki tersebut kompak yang semakin membuat Adhara dibuat kesal oleh ketiga laki-laki tersebut.


“Ya allah tolong kasih Adhara yang cantik, imut, baik hati dan tidak sombong ini pacar dan sahabat baru. Adhara sudah mulai muak sama ketiga orang ini ya allah,” ucap Adhara sambil mengepalkan tangannya dan menghadap ke atas.


“Salah server bego,” ucap Antariksa sambil memukul tangan Adhara yang malah mengepal bukan nya menengadah.


“Oh iya,” ucap Adhara dengan tawanya lalu segera mengubah posisi tangannya.


“Mauan aja lo Chan punya pacar modelan mimi peri gini,” ucap Antariksa sambil menggeleng membuat Adhara memelototkan matanya mendengar ucapan Antariksa.


“Lo kalo suka sama gue bilang aja Ta, jangan suka nyari ribut tar malah nikung,” ucap Adhara dengan senyuman menggodanya yang langsung mendapatkan tatapan datar dari Antariksa dan Chan sedangkan Arche hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Kini mereka terus menjadi pusat perhatian seisi kelas, banyak tatapan iri yang terus tertuju pada Adhara yang diperlakukan dengan istimewa oleh ketiga pangeran tersebut. Memangnya siapa yang tak iri dengan perlakuan ketiga pangeran tersebut, laki-laki yang terkenal cuek dan dingin kini malah memperlakukan Adhara dengan begitu baik.


“Ayo makan, lo kalo lagi laper ngeselin,” ucap Chan lalu menarik Adhara untuk keluar dari kelas nya dan berjalan menuju kantin kelas tiga. Namun sebelum keluar tatapan Adhara terus tertuju pada sepupu Antariksa lalu pada Antariksa yang terlihat bodo amat pada sepupunya tersebut.


“Chan, mereka gak akur ya?” tanya Adhara sambil berbisik ke arah Chan yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Chan membuat Adhara kini mengerti mengapa ketiga laki-laki itu sangat tidak suka saat ia menanyakan tentang sepupu Antariksa terutama Antariksa.

__ADS_1


“Kenapa? Padahal kan mereka saudara,” ucap Adhara masih sambil berbisik pada Chan mengingat kini di belakang mereka ada Antariksa dan Arche.


“Ya kenapa? Gue sama bokap aja berantem, kan,” ucap Chan membuat Adhara mendengus namun apa yang dikatakan oleh Chan ada benarnya juga. Lagi pula mengingat bagaimana watak Antariksa tak heran jika mereka bermusuhan. Jangankan dengan sepupunya, dengan Sky yang adiknya sendiri saya sering berantemnya.


***


Perut Adhara kini rasanya begitu sakit membuat gadis itu izin untuk ke UKS pada guru yang tengah mengajar di kelasnya. Saat gadis itu berjalan di koridor banyak mata yang terus menatap ke arahnya dengan menahan tawa.


“Apa lo liat-liat?” tanya Adhara pada seorang laki-laki yang duduk di depan kelas yang kini terus menatap Adhara dengan tatapan yang sulit diartikan. Merasa takut melihat tatapan Adhara laki-laki itu hanya menggeleng membuat Adhara menatapnya datar.


Saat Adhara semakin merasakan sakit di perutnya juga kesal karena mendapatkan tatapan aneh dari orang yang dilewatinya, tiba-tiba saja seseorang memakaikan jaket di pinggang Adhara membuat Adhara langsung berbalik dan menatap laki-laki tersebut bingung.


Laki-laki yang Adhara tau adalah sepupu Antariksa tersebut mendekatkan wajahnya pada telinga Adhara.


“Lagi PMS ya?” tanya laki-laki tersebut membuat Adhara memelototkan matanya mendengar pertanyaan sepupu Antariksa tersebut.


Pantas saja banyak yang menatapnya aneh ternyata inilah alasannya. Dengan wajah memerah karena malu Adhara segera berjalan dengan cepat menuju UKS sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Chan.


Adhara


Chan, ke UKS sekarang.


Adhara tak sadar jika sepupu Antariksa tersebut mengikutinya, perutnya sudah terasa begitu sakit jadi ia tak mau memperdulikan orang di belakangnya tersebut.


“Turunin gue,” ucap Adhara sambil meronta dalam gendongan laki-laki tersebut yang tak menghiraukan protes Adhara.


Setelah sampai di UKS laki-laki tersebut langsung menurunkan Adhara di brankar pasien. Kebetulan saat ini tak ada dokter yang berjaga di sana.


“Biar gue bawain air hangat,” ucap laki-laki tersebut yang Adhara balas dengan gelengan.


“Gak perlu abis ini pacar gue dateng,” ucap Adhara yang membuat laki-laki itu tersenyum sinis lalu berjalan ke arah Adhara.


“Ok, kalo gitu gue pergi dulu,” ucap laki-laki tersebut yang hendak pergi namun sebelumnya Adhara menahan laki-laki tersebut membuatnya mengerutkan keningnya bingung.


“Thank ya sepupunya Anta,” ucap Adhara yang memang tidak mengetahui nama laki-laki tersebut membuat nya terkekeh mendengar nama panggilan yang diberikan Adhara.


“Angkasa,” ucap laki-laki tersebut yang ternyata bernama Angkasa.


“Thank Angkasa,” ucap Adhara dengan senyuman tulusnya yang di balas dengan senyuman juga oleh Angkasa.

__ADS_1


“Adhara.” Chan masuk dengan terburu-buru sambil menatap khawatir pada gadis yang kini terbaring di brankar UKS tersebut.


“Lo gak papa?” tanya Chan dengan wajah khawatirnya pada kekasihnya tersebut yang Adhara balas dengan gelengan.


“Karena pacar lo udah dateng, jadi gue pergi dulu,” ucap Angkasa lalu segera pergi dari sana meninggalkan sepasang kekasih tersebut.


Chan hanya menatap kepergian Angkasa datar membuat Adhara mengusap wajah laki-laki itu.


“Sinis banget sih,” ucap Adhara dengan tawanya yang hanya mendapatkan tatapan datar dari Chan.


“Kenapa bisa ada dia?” tanya Chan dengan kerutan di dahinya.


“Dia bantuin gue tadi,” ucap Adhara membuat Chan hanya membalasnya dengan anggukan.


“Chan, rok gue kotor,” ucap Adhara dengan wajah sendunya membuat Chan mengerutkan keningnya lalu menoleh ke arah rok gadis tersebut dan ia baru menyadari jika terdapat jaket yang melilit di sana pinggang gadisnya tersebut.


“Gue pinjemin ke Sky dulu,” ucap Chan dan hendak pergi dari sana namun Adhara segera menahnya membuat Chan mengerutkan keningnya bingung.


“Sekalian pembalut, perut gue juga sakit banget Chan,” ucap Adhara dengan wajah sendunya membuat Chan menelan salivanya susah payah mendengar ucapan gadisnya itu. Namun melihat wajah Adhara yang terlihat begitu kesakitan membuat Chan tak tega melihatnya.


“Ck iya, lo tunggu sini dulu,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala Adhara sayang. Namun sebelum keluar Chan menyempatkan mengambil air hangat untuk Adhara membuat senyuman gadis itu mengembang karena perhatian Chan.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2