
Happy Reading All.
***
Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari tapi Adhara masih saja belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya kini terus tertuju pada Chan, mengingat mereka sudah setuju untuk Chan kembali ke rumahnya.
“Lo harus ikhlas Adhara, ini semua demi kebaikan Chan sama Mamanya,” ucap Adhara menguatkan hatinya yang sebenarnya tidak rela jika Chan kembali ke rumahnya dan membiarkannya sendiri.
Namun tetap saja semua ini demi Mama Chan, jadi Adhara tidak bisa egois dan membiarkan laki-laki itu pergi.
Merasa kesal karena tak kunjung bisa menjelajahi alam mimpinya Adhara memutuskan untuk menuju dapur dan mengambil minum.
Saat sampai di dapur ternyata Chan juga belum tidur dan berada di dapur. Adhara segera berjalan ke arah Chan membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya saat Adhara semakin mendekatkan tubuh mereka.
Namun saat melihat Adhara yang ternyata tengah menuangkan air laki-laki itu langsung mendengus kesal, sedangkan Adhara malah tertawa melihat reaksi Chan tersebut.
“Apa yang lo pikirin hm?” tanya Adhara dengan tawanya masih belum menjauhkan tubuh mereka yang kini posisinya seperti tengah berpelukan karena gelas dan tempat air nya berada di belakang Chan yang kini tengah menghadap ke arah Adhara.
“Menurut lo?” tanya Chan sambil membalikan posisinya menjadi Adhara yang kini ia kurung dengan kedua tangannya yang memegang ujung meja makan.
“Ck awas,” ucap Adhara sambil berusaha melepaskan tangan Chan yang menjadi pagar agar ia tidak bisa keluar.
“Kalau gue gak mau?” tanya Chan menantang yang kini juga mendapatkan tatapan menantang dari Adhara.
Adhara mendekatkan wajahnya lalu mengecup pipi Chan membuat laki-laki itu membeku dan kehilangan kesadarannya. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Adhara yang langsung keluar dari kungkungan Chan.
“Dasar lemah,” ucap Adhara dengan tawanya yang langsung menyadarkan Chan. Chan memelototkan matanya lalu segera mengejar gadis tersebut.
Setelah dapat Chan langsung memeluknya dengan erat. Sama seperti Adhara sebenarnya ia juga tidak tega meninggalkan gadis itu sendiri di apartemen ini. Namun ia juga harus memikirkan Mamanya.
“Kenapa belum tidur?” tanya Chan pada Adhara yang hanya membalasnya gelengan.
“Belum ngantuk aja,” ucap Adhara yang di balas dengan senyuman oleh Chan.
“Sudah jam dua loh,” ucap Chan yang malah membuat Adhara semakin mengeratkan pelukannya pada Chan. Chan mengelus puncak kepala Adhara sayang, ia tahu pasti gadisnya itu memikirkan tentang ia yang akan pindah hingga gadis itu tidak bisa tidur.
“Gue bakalan sering datang kesini, atau bahkan nginep di sini,” ucap Chan berusaha untuk menenangkan Adhara agar gadis itu tidak perlu memikirkan tentang ia yang akan kembali ke rumahnya.
Adhara membalasnya dengan anggukan. Walaupun tidak terlalu membantu namun sedikit menenangkan hatinya jika Chan tak sepenuhnya meninggalkannya.
“Gue gak papa,” ucap Adhara yang semakin memeluk Chan erat.
“Lo bisa bunuh gue kalau memeluknya erat gini,” ucap Chan dengan senyumannya yang membuat Adhara mengerucut dan segera melonggarkan pelukannya namun tidak melepaskannya.
__ADS_1
Takut jika ia melepaskan pelukan tersebut maka ia akan kehilangan laki-laki tersebut.
“Mau nonton tv dulu?” tanya Chan yang Adhara balas dengan anggukan. Chan langsung saja menggendong Adhara karena gadis itu yang tak mau melepaskan pelukan mereka membuat Chan dibuat gemas dengan tingkah gadisnya tersebut.
Tanpa tersadar mereka akhirnya malah tertidur di ruang tamu dengan saling berpelukan. Adhara yang membelakangi Chan dengan tangan Chan sebagai bantalannya.
Rasanya Adhara ingin menghentikan waktu untuk saat ini saja agar besok saat ia terbangun ia tak perlu kembali pada dunia nyata yang akan memisahkannya dengan laki-laki itu.
Membiarkan Chan tinggal di rumah neraka tersebut, sama saja dengan melemparkan hatinya sebagai mangsa karena pasti perjodohan tersebut akan tetap dipaksakan.
Walau Chan sudah meyakinkannya jika laki-laki itu akan selalu setia padanya namun siapa yang tahu hati manusia yang bisa berubah kapan saja.
***
Saat di sekolah banyak orang yang bingung melihat Adhara dengan bingung. Pasalnya gadis yang biasanya selalu tampil dengan wajah menebarkan senyum tersebut kini malah terlihat begitu murung dengan Chan di sampingnya yang berwajah datar.
Perpaduan yang sangat tidak enak untuk dilihat.
“Ini masih pagi loh, udah liat yang sepet-sepet aja gue,” ucap Sky saat tak sengaja berpapasan dengan Adhara dan Chan yang kini hanya menatapnya dengan tajam.
Melihat tatapan tajam kedua orang tersebut, bisa dipastikan tak akan ada yang berani untuk membuat masalah dengan mereka atau mereka akan menerima akibatnya.
“Santai dong, selow gitu kayak di pantai,” ucap Sky dengan menampilkan deretan gigi putihnya yang sebenarnya hanya untuk menutupi rasa takutnya pada Adhara dan Chan yang kini terus menatapnya dengan datar.
“Gak usah ngajak ribut,” ucap Adhara datar membuat Sky menelan salivanya susah payah. Ternyata benar ucapan yang pernah ia dengar, jangan membuat masalah dengan orang ceria yang tengah terdiam karena ia bisa berubah menjadi macan saat di ganggu.
“Gak usah rese,” ucap Adhara lalu kembali membawa tangan Chan untuk merangkulnya.
Sial sekali ia pagi ini. Di saat mood nya sedang tidak bagus ia malah dipertemukan dengan dua tomcat yang sudah membuatnya kesal.
“Ok, Ok sekaran mending kita ke gudang belakang aja. Kita bahas di sana,” ucap Antariksa yang sepertinya mengerti jika terjadi sesuatu pada kedua sahabatnya tersebut.
Mereka hanya membalasnya dengan anggukan lalu segera menuju gudang belakang yang sudah digunakan sebagai basecamp mereka. Saat di jalan mereka tak sengaja bertemu dengan Arche dan Nora yang sepertinya akan menuju ke kelas Nora.
“Mereka sudah baikan?” tanya Sky yang dibalas dengan mengedikkan bahu oleh ketiga orang di belakangnya.
“Kakak Adik itu harusnya kayak gitu, bukan kayak kalian,” ucap Adhara mengingatnya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Antariksa. Ia begitu tahu Antariksa yang memang tak pernah ingin untuk memanjakan adiknya.
“Lo sendiri ya tadi yang bilang buat gak ngajak ribut,” ucap Antariksa sambil menunjuk ke arah Adhara yang kini berdecak.
“Udah udah, Chat aja Arche suruh ke basecamp,” ucap Chan yang setelahnya berjalan lebih dulu sambil merangkul Adhara.
Ia tak ingin mendengarkan pertengkaran antara Adhara dan Antariksa di saat pagi-pagi begini. Apa lagi mood nya yang sedang tidak bagus.
__ADS_1
Saat sampai di gudang belakang. Chan langsung mendudukkan dirinya di sofa sedangkan Adhara segera berjalan ke arah kulkas dan mengambil roti serta minuman yang berada di dalamnya.
“Lo gak makan apa di rumah lo?” tanya Antariksa karena Adhara mengambil begitu banyak makanan.
“Gue butuh banyak makan biar mood gue bagus lagi,” ucap Adhara sambil mendudukkan dirinya di samping Chan lalu memulai makannya dengan begitu lahap.
Sahabatnya hanya bisa di buat menggeleng dengan tingkah Adhara tersebut. Tak ada yang berani untuk angkat bicara lagi karena Adhara sangat menyeramkan saat sedang marah begitu.
Tak beberapa lama berselang Arche akhirnya datang juga, dan langsung menatap Adhara sambil menggeleng melihat gadis itu yang makan dengan lahap.
“Kenapa dia?” tanya Arche pada Sky yang dibalas dengan gelengan oleh gadis tersebut yang memang tak tahu ada apa dengan sahabatnya itu.
“Mulai nanti gue bakal balik ke rumah,” ucap Chan dengan sekali tarikan nafas yang langsung membuat sahabatnya terkejut mendengar keputusan Chan tersebut.
Chan yang selama ini sudah memimpikan kebebasan kini malah harus kembali lagi ke rumah tersebut setelah ia mendapatkan kebebasannya.
“Kenapa? Udah bagus lo sama Adhara,” ucap Arche yang membuat Chan menghela nafasnya kasar lalu menceritakan semuanya yang terjadi.
“Bokap lo emang suka gak ngotak,” ucap Antariksa sambil menggelengkan kepalanya setelah mendengar apa yang baru saja Chan ceritakan padanya.
“Gue sebenarnya juga gak mau pindah dan ninggalin Adhara sendiri, tapi Bokap gue kalian tau sendiri lah,” ucap Chan membuat sahabatnya yang mendengarnya mengangguk.
“Gak papa Chan, tar gue sering-sering nemenin Adhara,” ucap Sky dengan senyumannya membuat sahabatnya yang lain mengangguk mendengarnya.
Tentu mereka akan selalu ada untuk membantu satu sama lain menghadapi masalahnya, karena begitulah persahabat. Saat yang satu membutuhkan maka yang lain yang akan membantunya.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.