Atmosphere

Atmosphere
Neptunus (13 Bulan)


__ADS_3

Neptunus memiliki Bulan-bulan berjumlah 13 Bulan.


Happy Reading All.


***


Di perjalanan pulang tak ada yang membuka suaranya. Adhara masih terdiam dengan amarahnya karena Antariksa yang memecatnya dengan sesuka hati. Ia melakukan semua ini juga demi Chan namun sepertinya tidak ada yang mau mengerti dirinya.


Sedangkan Antariksa kini tengah fokus menyetir dengan kepalan tangannya yang begitu erat pada setir mobil, menandakan jika emosi laki-laki itu sedang tidak baik-baik saja. Ia sungguh tak ingin Adhara merasa lelah dan tersiksa. Juga ia tak ingin saat sahabatnya mengetahui hal ini maka ia akan merasa bersalah dan menjadi beban bagi Adhara.


Bagaimanapun Chan adalah laki-laki dan bergantung hidup pada seorang wanita? Bagaimana Chan bisa menahan dirinya untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri nanti? Beban yang Chan tanggung kini sudah banyak, lagi pula laki-laki itu kini juga tengah berusaha untuk mencari uang untuk gadis itu juga.


“Gue gak bakalan bilang ini ke Chan,” ucap Antariksa membuat Adhara menoleh pada laki-laki tersebut.


“Gue butuh kerjaan Antariksa,” ucap Adhara dengan helaan nafas kasarnya. Antariksa yang mendengar hal tersebut mengepalkan tangannya semakin erat dan segera memberhentikan mobilnya di parkiran apartemen Adhara.


“Apa lo gak bisa ngehargain Chan? Lo pikir kalau dia tahu dia gak bakal marah karena merasa lo ngelukain harga dirinya?” tanya Antariksa dengan begitu tajam membuat Adhara menoleh ke arah laki-laki tersebut.


“Itu gak bakal terjadi kalau dia gak tau, gue lebih butuh uang Antariksa. Gue gak sendiri gue sama Chan kebutuhan kita gak dikit,” ucap Adhara meninggikan suaranya, Antariksa menatap Adhara dengan begitu tajam lalu tersenyum dengan begitu sinis.


“Lo pikir Chan gak usaha? Dia gak mau lo kerja karena dia yang lagi usaha Adhara. Lo pikir kulkas lo selalu penuh karena apa? Lo pikir lo bisa naik mobil mewah dengan bensin full kemana-mana karena apa? Karena Chan dapat ngemis atau minjam dari temannya?” tanya Antariksa dengan begitu tajam sambil menggelengkan kepalanya.


Adhara kini menatap serius pada Antariksa, ucapan Antariksa ada benarnya juga mengapa ia selama ini tak menyadarinya? Kenapa ia baru sadar sekarang akan apa yang Antariksa ucapkan tersebut?


“Lo tau Chan pernah kerja jadi gojek sepulang sekolah, tapi karena ketahuan sama kita gue saranin dia buat ikut balapan, lo boleh marah sama gue tapi emang gue yang nyaranin semua itu buat Chan,” ucap Antariksa yang membuat Adhara menoleh ke arah Antariksa dengan begitu tajam.


“Lo tahu seberapa bahaya balapan? Lo gak mikirin gimana kalau terjadi sesuatu sama sahabat lo?” teriak Adhara dengan begitu murka membuat Antariksa tersenyum dengan begitu sinis pada Adhara.


“Lo tahu seberapa bahaya dia ngojek? Lo tahu keluarga Chan adalah keluarga terpandang keluarga yang memiliki banyak musuh juga saingan,” ucap Antariksa dengan begitu tajam pada Adhara yang kini hanya terdiam sambil menangis. Antariksa yang melihat hal tersebut menghela nafasnya kasar lalu membawa Adhara dalam pelukannya.

__ADS_1


“Gue harap setelah ini lo bisa ngehargai Chan,” ucap Antariksa sambil mengelus puncak kepala Adhara sayang.


Setelahnya Antariksa melepaskan pelukan mereka dan menjauh dari gadis itu. Antariksa menangkup wajah Adhara lalu menatap Andhara dengan senyumannya.


“Udah jangan nangis, lo tambah jelek kalo nangis,” ucap Antariksa membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan laki-laki tersebut. Antariksa menghapus air mata di wajah gadis itu yang masih tersisa.


“Udah sana masuk udah malem, Chan juga hari ini kayaknya lagi di dalam karena kita lagi gak ada kerjaan,” ucap Antariksa dengan begitu santai membuat Adhara segera keluar dari mobil Antariksa dengan terburu-buru.


“Makasih Antariksa, gue masuk dulu,” ucap Adhara dengan tidak sabarnya berlari memasuki apartemennya.


Saat sampai di depan pintu apartemennya Adhara mengatur nafasnya lalu segera membuka pintu yang terkunci tersebut. Adhara sedikit merapikan penampilannya baru setelahnya masuk.


Gadis itu mengerutkan keningnya saat melihat jika di sana juga ada sepatu lain. Dengan kening yang berkerut Adhara menoleh ke arah ruang tamu yang ternyata ada Arche di sana.


Kini kedua laki-laki tersebut melihat ke arah Adhara dengan tajam. Sepertinya hari ini Adhara benar-benar sedang sial. Setelah terkena amukan Antariksa sekarang Arche malah juga tengah berada di apartemennya.


“Arche ada di sini juga!” ucap Adhara yang terdengar seperti sebuah tanya tanpa jawaban karena jelas kini Arche tengah duduk di samping Chan sambil menoleh ke arah nya sama datarnya seperti Chan.


“Siapa yang bantu lo masuk dan kerja di cafenya Antariksa? Sky?” tanya Arche yang kali ini bertanya dengan kerutan di dahinya.


Adhara semakin di buat ketakutan saat kedua laki-laki ternyata sudah mengetahui jika ia sudah bekerja. Bukan Antariksa kan yang memberitahunya. Jika saja benar Antariksa yang memberitahunya Adhara tak akan memaafkan laki-laki itu padahal tadi ia sendiri yang berkata tidak akan memberitahu Chan.


“Nora bilang lo udah lama kerja di sana,” ucap Chan dengan senyuman sinisnya membuat Adhara kini tahu jika ternyata Nora yang memberitahunya. Lihat saja besok Adhara akan membuat perhitungan pada gadis itu. Tak peduli ia adik Arche.


“Chan, maaf. Lo tau kita butuh uang lebih mangkanya gue kerja,” ucap Adhara sambil menunduk menjelaskannya pada Chan.


“Gue pergi dulu,” ucap Arche yang merasa tak pantas jika ia masih berada di sana. Karena menurutnya jika sudah menyangka biaya hidup mereka itu adalah privasi apartemen mereka.


Arche segera pergi dari apartemen Adhara membuat Chan kini berdiri dan mendekati Adhara dengan tatapan yang begitu tajam.

__ADS_1


“Gue pernah bilang Adhara, biarin gue yang kerja. Lo cewek, gimana pandangan orang tau tentang ini ke gue? Gue lakik tapi malah elo yang kerja,” ucap Chan dengan begitu datar dan begitu sinisnya. Adhara memejamkan matanya berusaha mengontrol dirinya sendiri.


“Lo bukannya juga kerja? Lo gak pernah cerita ke gue. Lo juga balapan apa lo cerita ke gue? Apa lo minta persetujuan gue?” teriak Adhara pada Chan yang kini tersenyum dengan begitu sinis menyembunyikan wajah terkejutnya karena Adhara yang mengetahui rahasianya, entah sejauh mana gadis itu mengetahui nya.


“Gue kerja juga buat lo Adhara,” ucap Chan dengan amarahnya membuat Adhara terkekeh.


“Gue juga kerja buat lo,” ucap Adhara membantah ucapan Chan tersebut.


“Lo nganggep gue beban? Lo kerja buat gue kan? Bukankah gue terlalu jadi beban buat lo?” tanya Chan yang langsung membuat Adhara menggeleng mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Chan,” ucap Adhara menghela nafasnya kasar namun Chan tak memperdulikannya dan memilih untuk menjauh dari Adhara menuju kamarnya membuat Adhara mengikuti Chan ke kamar laki-laki itu.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2