Atmosphere

Atmosphere
S2 Objek Tata Surya


__ADS_3

Fyi "Objek Tata Surya hipotetis adalah sebuah planet, satelit alami, bulanbulan atau benda serupa di Tata Surya yang keberadaannya tidak diketahui, tetapi telah disimpulkan dari bukti ilmiah observasi."


Happy Reading All.


***


Hari ini akhirnya Nora sudah kembali masuk kuliah seperti biasanya. Setelah melakukan kuliah online karena harus ada yang dia urus akhirnya kini gadis tersebut bisa kembali kuliah kembali.


Adhara dan Nora kini tengah berjalan bersama di koridor kampus nya untuk menuju kelas mereka. Karena hari ini Adhara dan Nora memang datang bersama. Sopir Nora yang masih ada di sana yang tadi mengantar mereka ke kampus.


"Arche kayaknya ada tuh waktu itu gue pernah liat dia makek kan," ucap Adhara pada Nora. Kini mereka tengah memperbincangkan jam tangan miliknya antariksa dan Chan yang sama. Hingga Adhara mengingat jika arche juga memiliki jam tangan tersebut.


Jam tangan yang pernah Chan janjikan padanya untuk di berikan padanya ternyata adalah jam tangan dengan model bahkan warna yang sama.


"Mereka beli nya kayaknya pas beli dua gratis satu," ucap Nora dengan kekehannya yang membuat Adhara ikut terkekeh mendengar ucapan Nora. Namun ia malah mengangguk setuju dengan ucapan sahabatnya tersebut.


"Pantes ya di kasih gue, murah soalnya," ucap Adhara pada Nora dengan menaikkan sebelah bibir nya yang kini sukses membuat Nora tertawa mendengarnya.


"Kagak sih, itu jam dari merk terkenal yakali murah. Gue gak nyangka mereka bisa beli barang couple gitu, kek cewek pas sahabatan ya," ucap Nora dengan sisa tawanya yang membuat Adhara bergidik geli mendengarnya. Sepertinya memang benar mereka malah membeli jam tangan couple.


"Lumayan buat ngejek mereka," ucap Adhara dengan kekehannya. Walau dalam benak nya kini ia merasa sedih karena tak lagi antariksa yang akan marah dan memprotes ucapannya.


Saat mereka tengah begitu asyik mengobrol sambil tertawa bersama tiba-tiba saja ada yang lewat di antara mereka. Memisahkan mereka lalu merangkul kedua gadis tersebut dengan senyuman bangganya. Laki-laki yang tak lain adalah Antares yang kini sudah merangkul Adhara, juga Izar yang sudah merangkul Nora.


"Hi Nora, long time no see," sapa Antares pada Nora sambil melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah gadis tersebut yang kini malah bergidik ngeri melihatnya.

__ADS_1


Adhara menatap Nora memberi isyarat pada sahabatnya tersebut tanpa diketahui oleh kedua laki-laki tersebut. Nora yang mengerti maksud Adhara menganggukkan kepalanya pelan. Hingga kedua gadis tersebut dengan kompak memegang rangkulan kedua laki-laki tersebut lalu membanting nya dengan keras hingga menyentuh lantai membuat kedua laki-laki tersebut mengaduh kesakitan. Sedangkan Adhara dan Nora sudah tersenyum sinis sambil menepuk-nepuk tangan mereka, setelah nya mereka malah mengibaskan rambut mereka dan segera pergi dari sana.


"Gini banget cewek yang gue suka," ucap kedua laki-laki tersebut kompak sambil menatap kedua gadis yang mereka suka sudah pergi dari sana.


"Tapi gue ngaku sih lu tuh lebih miris dari gue, soalnya ada ra udah ada yang punya sedangkan gue Nora mah masih aman,” ucap Izar dengan begitu berbangga dirinya yang membuat Antares kini berdecak mendengarnya nya lalu memilih untuk segera bangun dan pergi dari sana meninggalkan sepupunya tersebut yang kini malah tersenyum dengan begitu bangganya.


"Miris gue lihat saudara gue yang sekarang adi orang gila baru,” ucap Antares sambil bergidik ngeri lalu segera pergi dari sana. Izar yang mendengar ucapan sepupunya tersebut sontak memelototkan matanya lalu segera bangun dan mengejar Antares untuk memberikan pelajaran pada sepupunya tersebut.


Enak sekali sepupunya tersebut mengatakan jika ia adalah orang gila baru. Tidak tahukah iya jika kini Izar tengah begitu bahagia? Jika sebelumnya ia pernah melepas adalah gadis yang ia sukai karena takut pada garis tersebut maka kini ia akan mengejar Nora, seperti apa yang dikatakan oleh Adhara padanya ia benar-benar akan mengincar Norah dan mendapatkan gadis tersebut.


Dengan senyuman bangganya laki-laki tersebut berjalan menuju kelasnya. Laki-laki tersebut akhirnya memilih tempat duduk yang dekat dengan Nora sedangkan Antares memilih untuk duduk di samping adalah.


***


Istirahat kali ini adalah lebih memilih untuk berada di taman kampusnya. Sedangkan ora kini tengah berada ada di kantin untuk membeli makanan. Kedua laki-laki yang biasanya selalu mengikuti mereka kini entah kemana perginya, ada rasa sama sekali tidak peduli dengan laki-laki tersebut karena baginya lebih tenang jika laki-laki tersebut tidak ada didekat mereka. Karena jika berada di dekat mereka yang kedua laki-laki tersebut tahu hanyalah mengacau.


"Ada apa sih ra?” Tanya Nora yang baru saja datang sambil membawa makanannya. Gadis tersebut mengerutkan keningnya saat melihat sahabatnya yang kini terlihat begitu kesal sambil menatap kepergian dua laki-laki yang sudah lari terbirit-birit entah apa yang dilakukan kedua laki-laki tersebut hingga membuat sahabatnya tersebut kesal.


"Emosi mulu gue kalau udah dihadapi sama dua cowok itu,” ucap Adhara sambil menunjuk pada kedua laki-laki yang kini sudah pergi entah kemana. Nora yang melihat hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pada sahabatnya tersebut.


"Udahlah, lo kayak nggak tahu mereka aja. Orang kaya mereka itu nggak usah diambil pusing tingkahnya,” ucap Nora memberikan saran pada sahabatnya tersebut Adhara menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan 1 kali tarikan nafas . Apa yang dikatakan oleh Nora benar, seharusnya ia tidak memusingkan tentang kedua laki-laki tersebut.


Karena memang yang bisa laki-laki tersebut lakukan hanyalah membuatnya kesal. Jadi seharusnya ia menanggapinya dengan juga membuat laki-laki tersebut kesal daripada hanya ia yang kesal lebih baik ya kesel bersama dengan mereka.


"Mana makanannya?” Tanya Adhara pada Nora. Iya tadi memang yang memesan makanan pada Nora saat gadis tersebut mengatakan jika ia ingin ke kantin. Ada rasanya begitu malas untuk berjalan jadilah ia hanya meminta tolong pada Nora untuk membelikannya beberapa makanan juga minuman . Nora segera memberikan pesanan Adhara pada garis tersebut lalu kini mereka memilih untuk duduk di salah satu kursi yang berada di sana.

__ADS_1


Kini mereka hanya berharap tidak ada lagi yang mengganggu mereka. Untuk kali ini saja mereka ingin menikmati makanan mereka tanpa ada gangguan dari dua curut yang selalu mengganggu mereka tersebut.


"Entah gimana sekarang gue malah terus diganggu sama 2 curut itu, kayaknya gue harus beli obat anti hama deh,” ucap Adhara pada Nora yang hanya bisa terkekeh mendengarnya.


Kini ia hanya bisa melihat tingkah sahabatnya tersebut yang pasti akan melakukan hal di luar nalar setelah ini. Adhara tetaplah Adhara, yang suka sekali melakukan hal yang begitu konyol.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2