Atmosphere

Atmosphere
S2 Apophis


__ADS_3

Fyi "batu-batu yang pernah sangat dekat Bumi, dan yang paling mengkhawatirkan astronom adalah Apophis."


***


Seorang laki-laki dengan wajah tegasnya kini berjalan bersama dengan asistennya di koridor sebuah perusahaan besar. Banyak karyawan yang kini melihat ke arahnya dengan tatapan kagum juga tatapan mendambanya, melihat bagaimana laki-laki tampan tersebut terlihat berkarisma juga berwibawa.


Laki-laki tersebut memasuki sebuah ruang rapat yang kini langsung disambut dengan sebuah senyuman oleh seorang wanita yang sudah sedari tadi menunggunya. Seorang laki-laki paruh baya kini duduk di kepal meja dengan tatapan meremehkannya dan begitu angkuh menatap laki-laki yang kini berjalan ke arahnya.


“Tuan Muda Antares, kami sudah menunggu Anda sedari tadi,” ucap laki-laki tersebut dengan begitu angkuhnya pada Antares yang kini hanya menatapnya dengan begitu datar.


“Maaf sudah membuat Anda menunggu Tuan Apollo,” ucap Antares pada pria angkuh tersebut yang kini menipiskan bibirnya lalu menganggukkan kepalanya.


“Silahkan duduk Tuan Muda,” ucap Apollo pada Antares yang menjawabnya dengan anggukan lalu membuatnya dengan segera duduk di sebelah kanan Apollo. Sedangkan di depan Antares kini sudah ada anak dari pria angkuh tersebut yang tak lain adalah Lucine. Lucine kini sudah tersenyum dengan begitu lebarnya pada Antares yang hanya menatapnya dengan datar.


“Baiklah langsung kita mulai rapatnya,” ucap Apollo yang kini sudah mulai serius dengan apa yang akan ia sampainya.


“Di rapat kali ini kita akan memilih CEO baru untuk perusahaan milik saya juga perusahaan milik Tuan Muda Antares yang sudah saya akuisisi. Kita akan membuat perusahaan baru dengan menggabungkan perusahan kita,” ucap Apollo yang membuat Antares kini malah tersenyum dengan begitu sinisnya yang kini masih menunduk tak menunjukkannya pada orang di sekitarnya.


“Mengingat usia saya yang kini sudah tidak muda lagi saya ingin Tuan Muda Antares untuk meminta perusahaan ini dengan syarat Anda harus menikahi putri saya,” ucap Apollo dengan senyumannya pada Antares yang kini hanya menjawabnya dengan anggukan.


Namun tak lama asisten Antares berbisik pada Antares membuat orang di sekitar mereka kini mengerutkan kening mereka bingung apalagi melihat senyuman Antares yang kini terlihat begitu jelas.


“Namun saya rasa untuk menjadi CEO dari perusahaan saya sendiri saya tidak perlu untuk menikahi putri Anda,” ucap Antares yang kini sontak membuat Lucine terkejut mendengarnya sedangkan orang di sekitar mereka kini sudah berbisik-bisik.


“Saya juga tidak memiliki niat untuk menggabungkan perusahan saya dengan Anda,” ucap Antares lagi yang kini membuat Apollo menaikkan sebelah alisnya dengan angkuh.


“Pemegang keputusan di sini adalah saya mengingat saya adalah pemegang saham terbesar di perusahan Anda,” ucap Apollo dengan begitu angkuhnya yang membuat Antares kini terkekeh mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Anda harusnya tidak hanya memikirkan saham Anda yang berada di perusahaan saya, tapi juga Anda sekarang harus memikirkan tentang saham perusahaan Anda sendiri yang mungkin untuk saat ini saya bisa membeli lebih banyak saham perusahaan Anda, juga mengambil kembali perusahaan saya,” ucap Antares yang kini tak kalah angkuhnya pada Apollo yang terkejut mendengar apa yang Antares ucapkan.

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuat Apollo dengan segera mengalihkan tatapannya pada sekretarisnya yang kini berjalan ke arahnya dengan tatapan takutnya. Melihat hal tersebut Apollo semakin di buat bingung apa lagi dengan sikap angkuh dari Antares.


“Apa yang terjadi?” tanya Apollo pada sekretarisnya tersebut. Asisten pria tersebut juga kini segera mengecek ipad nya yang kini membuat ia terkejut melihat apa yang kini telah tersebut.


“Perusahaan Alba yang menjadi pelanggan utama kini menghentikan pembeliannya dan menarik investasinya. Tidak hanya itu proyek Hunian Hijau bersama dengan perusahaan Anka kini juga terlibat dalam masalah Tuan, hingga Perusahaan Anka menarik investasinya juga,” ucap sekretaris Apollo tersebut yang kini membuat Apollo terkejut mendengar ucapan Sekretarisnya tersebut.


“Fundamental perusahaan kita begitu lemah tuan hingga membuat banyak perusahaan kini menjual sahamnya membuat saham kita turun drastis. Rumor kini juga beredar tentang Perusahaan Anka dan Alba yang menarik investasinya, membuat investor lain juga malah ikut mengambil tindakan yang sama,” ucap Asisten Apollo kini menambahkan membuat Apollo kini memejamkan matanya. Kini suasana di ruang rapat tersebut sudah begitu ramai mendengar apa yang baru disampaikan oleh asisten juga sekretaris Apollo tersebut.


“Dan perlu Anda ketahui Tuan Apollo, sekarang saya adalah pemegang saham terbesar perusahaan saya juga perusahaan Anda,” ucap Antares sambil menyerahkan sebuah iPad yang kini menunjukkan apa yang sudah Antares sampaikan yang membuat Apollo dan Lucine semakin terkejut dibuatnya.


“Jadi sekarang Anda sudah mengetahui bukan siapa CEO dari kedua perusahaan ini?” tanya Antares dengan begitu angkuhnya pada Apollo yang kini sudah terduduk lemas di posisinya.


Setelah mengatakan hal tersebut Antares segera pergi setelah menyampaikan jika rapat selanjutnya akan diadakan dua hari lagi pada para petinggi perusahaan tersebut. Antares baru saja akan pergi namun Lucine menahannya.


“Antares kamu kenapa? kamu gak bakal buang aku kan?” tanya Lucine yang kini sudah memegang tangan Antares namun Antares segera menghempaskan tangan tersebut dengan begitu kasarnya.


“Lo pikir gue harus buang berlian demi sampah kayak lo? Jangan mimpi Lucine. Semua ini cuma rencana untuk mengambil kembali perusahaan milik keluarga gue,” ucap Antares dengan begitu sinisnya pada Lucine yang kali ini dibuat membeku mendengarnya namun setelahnya senyuman sinis gadis tersebut terlihat dengan begitu jelas.


“Kita lihat saja nanti. Lo pikir gue dapet bantuan ini dari siapa?” tanya Antares dengan senyuman sinisnya. Setelahnya ia memilih untuk segera pergi dari sana meninggalkan Lucine yang kini menatap kepergian Chan dengan tatapan permusuhannya.


Sepertinya setelah ini ia memang harus mengucapkan terima kasih pada Chan juga Arche yang sudah mau untuk membantunya. Ya semua ini berkat bantuan Arche juga Chan yang mau membantunya di saat ia tengah berada dalam titik hancur.


Saat itu ia masih berada di club malam saat pikirannya terasa begitu kacau. Mengingat hubungannya dengan Sky yang hancur juga perusahaannya yang brada di ambang bantas kehancuran. Belum lagi masa depannya yang sepertinya akan hancur jika ia masih tetap berada dalam masalah pelik ini.


Akibat kecerobohan ayahnya membuat perusahaan mereka mengalami Volatilitas pasar yang menjadikan saham mereka turun hingga akhirnya ayahnya memiliki banyak hutang pada perusahaan Apollo yang malah mengambil alih perusahaannya pada akhirnya.


Yang bisa ia lakukan hanya lah menenangkan dirinya di club malam. Mengingat wajah kecewa Sky pada nya membuat hatinya terasa begitu sakit. Apalagi dia adalah penyebab Sky di culik dan di lecehkan. Semua beban kini seolah bersarang dalam pundaknya.


“Sial,” umpat Antares dengan amarahnya yang membuat laki-laki tersebut kini tak lagi dapat mengontrol dirinya.

__ADS_1


“Minum-minuman gak akan menyelesaikan masalah,” ucap sebuah suara sambil mengambil minumannya. Dan ternyata mereka adalah Arche juga Chan yang kini menatap Antares dengan tatapan tak suka.


Dan dari sanalah akhirnya ia menceritakan apa yang terjadi sebenarnya setelah Chan memaksanya untuk mengatakannya dan mengatakan jika ia sudah mengetahui tentang perusahaan nya yang berada dalam masa sulit.


“Gue saat itu lagi kacau dan akhirnya ngajak Izar buat ke club ini. Dan di sini gue ketemu Lucine, gue juga gak tau apa yang gue pikirin hingga gue malah mikirin rencana untuk mendekati Lucine sekedar untuk mengambil alih perusahaan gue lagi,” ucap Antares menceritakannya pada kedua laki-laki di depannya tersebut yang kini sama-sama menatap Antares dengan tatapan datarnya.


“Gue gak ada niat buat ninggalin Sky, gue sayang banget sama dia. Gimana mungkin gue ninggalin dia cuma buat cewek kayak Lucine?” tanya Antares dengan senyuman sinisnya namun air mata laki-laki tersebut kini sudah mengalir menunjukkan betapa tulusnya laki-laki tersebut pada Sky.


Chan menghembuskan nafasnya kasar, ia tahu Antares mengatakan yang sejujurnya apa lagi kini laki-laki tersebut tengah mabuk.


“Lo udah mabuk mending sekarang gue anter lo balik. Gue sama Arche bakal bantu lo buat nyelesain ini,” ucap Chan pada Antares yang membuat laki-laki tersebut kini menatap Chan dengan tatapn seriusnya.


“Lo serius?” tanya Antares pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan.


“Gue juga bakalan biarin lo sama Sky setelah ini kalau emang Sky masih mau sih sama lo. Tapi dengan catatan lo gak bakal buat dia sakit hati lagi,” ucap Arche dengan tegasnya pada Antares yang segera menjawabnya dengan anggukan.


Dan dari sanalah akhirnya Arche juga Chan mencari rencana dan mengatur rencana dengan baik untuk menjatuhkan perusahaan milik Apollo. Bahkan Arche yang sebenarnya tak suka untuk bekerja sama dengan Apollo akhirnya membuat kerja sama yang baru dengan Apollo.


Tapi lihatlah baru saja tiga pulan kerja sama mereka sudah hancur dengan tumbangnya Apollo dengan segala keangkuhannya. Antares benar-benar bersyukur karena bantuan dari Arche juga Chan. Kini tujuannya hanya untuk mengambil Sky kembali dan membawa gadis tersebut kembali dalam pelukannya.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet. Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya. Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All. See You Next Chapter.


__ADS_2