
Happy Reading All.
***
Kelas Adhara kali ini tengah jam kosong membuat keadaan kelas sangat tidak kondusif. Adhara yang saat ini masih dalam mood yang tidak baik lebih memilih untuk tidur di mejanya.
Namun suara gaduh yang dibuat oleh teman sekelasnya membuat Adhara berdecak kesal.
“Heh keturunan nabi adam, lo bisa gak sih kalau main game tuh bisu. Pusing kepala gue denger suara kalian,” ucap Adhara kesal pada laki-laki di bagian belakang kelas yang begitu ribut saat memainkan game.
“Udah sih tidur aja Ra, komen mulu idup lo,” ucap Bima, salah satu teman Adhara yang paling ribut saat bermain game di ponselnya.
“Belum aja gue ke departemen agama buat mengharamkan tuh game,” ketus Adhara sambil menunjuk Bima dengan tatapan tajamnya.
“Lo kira makanan ada halal haram nya,” tandas Michel yang di balas tawa oleh teman-temannya yang lain. Adhara yang sudah kesal segera menghampiri laki-laki tersebut lalu menjewer telinganya keras.
“Eh Masyaallah sakit Adhara,” ucap Michel sambil memegang telinganya yang di jewer oleh Adhara.
“Salah server bego,” ucap Bima sambil memukul kepala Michel keras dengan tawanya.
“Eh ya allah lupa gur katolik,” ucap Michel dengan tawanya yang membuat Adhara menggelengkan kepalanya mendengar ucapan laki-laki itu.
“Sudah tau salah server masih lanjut aja lo, setan,” ucap Adhara sambil melepaskan tangannya dari telinga Michel sambil menepuk-nepuknya takut kotor.
“Kenapa Ra? Kotoran telinganya nyangkut?” tanya Bima yang di balas dengan gelengan oleh Adhara.
“Ketombe nya banyak,” ucap Adhara yang di balas tawa oleh teman laki-laki nya yang lain sedangkan Michel sudah memelototkan matanya mendengar hal tersebut.
“Lo pada main apa sih?” tanya Adhara sambil melihat game yang tengah dimainkan oleh teman sekelasnya itu.
“Oh ML, ajarin gue sini,” ucap Adhara sambil ikut duduk bersama temannya yang lain. Adhara pikir dengan ikut bermain siapa tahu bisa membuatnya sejenak melupakan patah hatinya.
“Ketahuan Chan lo deket-deket sama cowok tau rasa lo,” ucap Dion yang Adhara malah dengan gidikan bahu.
“Udah putus gue,” ucap Adhara dengan santainya lalu mengambil alih ponsel Bimo tanpa meminta persetujuan laki-laki itu.
“Woy Adhara awas kalah ya gue,” ucap Bimo sambil berusaha untuk mengambil ponselnya kembali namun Adhara dengan cepat menghindar.
“Tenang Bim, gue udah jago,” ucap Adhara yang kini fokus memainkan ponsel milik Bimo tersebut.
“Pala lo jago, noh liat udah kill lima kali, belum ada sepuluh menit lo main,” ucap Bimo sambil menatap miris pada game nya yang tengah dimainkan oleh Adhara.
“Turun dah rank gue,” ucap Bimo dengan menatap sendu game nya yang dimainkan oleh Adhara.
__ADS_1
“Rank game lo pikirin, ranking kelas peringkat terakhir bodo amat lo,” sindir Adhara yang tepat mengenai hati Bima membuat laki-laki itu menelan salivanya susah payah.
“Jleb banget sih pasti,” ucap Surya sambil menggelengkan kepalanya merasa kasihan dengan temannya itu.
“Adhara,” suara teriakan yang begitu melengking tersebut membuat Adhara menutup telinga sambil memejamkan matanya saat di lihatnya ketiga pangeran kini tengah berdiri di depan pintu kelasnya sambil menatapnya tajam.
“Udah gue bilang pasti bakalan ada yang marah,” ucap Michel yang di balas dengan anggukan oleh temannya yang lain sedangkan Adhara menghela nafasnya kasar.
“Gue kadang bingung, mereka bertiga itu sahabat gue apa laki gue semua,” ucap Adhara sambil menghela nafasnya kasar.
“Sabar Ra, kalo poliandri di halalkan gue yakin lo pasti bakalan banyak suami,” ucap Bimo sambil mengelus pundak Adhara.
“Lo, berani banget lo pegang-pegang pacar gue,” ucap Chan sambil menunjuk Bimo yang langsung menurunkan tangannya dari pundak Adhara.
“Katanya udah putus lo Ra,” kompor Surya sambil menyenggol Adhara yang hendak berdiri.
“Emang udah putus, yee,” ucap Adhara kesal lalu segera berjalan ke arah tiga laki-laki tersebut dengan tangan yang berkacak pinggang.
“Pada kenapa sih kalian?” tanya Adhara menghela nafasnya kasar melihat tingkah ketiga laki-laki yang kini tengah bersedekap dada tersebut.
“Lo pikir bagus cewek kayak lo duduk sama gerombolan cowok?” tanya Antariksa dengan tajamnya sambil menunjuk pada gerombolan cowok yang berada di bagian belakang.
“Noh liat temen cowok lo yang lain, mereka pada main tiktok, pada pake make up, atau ngegosip,” ucap Chan sambil menunjuk ke arah teman perempuan Adhara yang rata-rata memang sedang melakukan apa yang Chan ucapkan tersebut.
Adhara berjalan ke arah kursi yang berada di paling depan lalu menyeretnya membawa ke depan ketiga laki-laki tersebut lalu mendudukkan dirinya di sana.
“Lo,” tunjuk Adhara pada Antariksa.
“Lo pikir kalian bertiga ini apa? Waria?” tanya Adhara dengan ketusnya membuat Antariksa menelan salivanya susah payah mendengar ucapan Adhara.
“Dan lo,” tunjuk Adhara pada Chan.
“Pertama, gue pernah bikin tiktok dan lo marah-marah. Kedua, gue pernah pake make up lo juga marah. Ketiga, gue pernah ngajakin lo gosip lo malah ngelarang dan bilang doa. Terakhir, kita udah putus,” tegas Adhara yang membuat Chan terdiam sambil merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya tersebut.
“Salah gue ngomong, mana ke gue ceramahnya paling panjang,” lirih Chan sambil berbisik yang tentu tak bisa didengar oleh Adhara.
“Dan lo,” tunjuk Adhara pada Arche dengan menipiskan bibirnya.
“Gue pernah bolos ke kantin dan lo marah ngasih gue setumpuk buku nyuruh gue belajar,” ucap Adhara yang kini sudah berdiri dengan amarahnya.
“Kalian ini otaknya ketinggalan dimana?” teriak Adhara tiba-tiba yang membuat ketiga laki-laki tersebut berjengit kaget.
Tak hanya ketiga laki-laki tersebut, bahkan orang yang yang kini tengah melihat mereka pun juga ikut berjengit kaget. Keempat orang tersebut kini sudah menjadi pusat perhatian warga kelas yang terus melihat ke arah mereka dengan tatapan penuh minat.
__ADS_1
“Sabar Adhara gak boleh emosi,” ucap Adhara pada dirinya sendiri sambil mengelus puncak kepalanya sabar sambil duduk kembali di kursinya.
“Em balik kelas yuk, takut ada guru,” ucap Arche yang sudah membalikkan tubuhnya begitupun dengan kedua temannya yang ikut membalikkan tubuhnya lalu segera berlari meninggalkan Adhara yang memelototkan matanya.
“Awas kalian bertiga, jangan ada deket-deket gue. Gue sumpahin nyebur di got lo bertiga,” teriak Adhara di depan pintu kelasnya pada ketiga laki-laki tersebut.
Adhara berusaha mengontrol deru nafasnya yang memburu akibat ketiga laki-laki tersebut.
“Adhara, kenapa kamu teriak-teriak,” ucap seorang guru yang mengajar di kelas sebelah sambil menatap Adhara dengan wajah galaknya.
“Itu Mrs. tiga monyet saya lari,” ucap Adhara sambil menunjuk ke arah Lift dengan wajah kesalnya.
“Kalau gak ada guru itu diam di kelas belajar yang benar, buku nya di baca. Jangan membuat keributan lagi, atau kamu saya hukum,” ucap guru tersebut membuat Adhara merasa semakin kesal dengan ketiga laki-laki tersebut yang kini malah dengan enaknya kabur.
“Siap Mrs.” ucap Adhara lalu segera kembali masuk kedalam kelasnya dengan wajah datarnya.
Saat kembali masuk ke kelasnya, teman sekelasnya sudah menatapnya dengan tatapan penasaran.
“Apa pada liat-liat? Belum pernah gue damprat satu-satu lo pada,” ucap Adhara dengan wajah marahnya dan tatapan yang begitu tajam membuat teman sekelasnya langsung membubarkan diri dan melakukan kegiatan mereka masing-masing.
Adhara langsung kembali ke mejanya dengan tatapan kesalnya. Lalu menelungkupkan wajahnya di mejanya.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1