
FYI "Pallas merupakan asteroid besar yang terletak di sabuk asteroid sistem tata surya dan merupakan asteroid ke-2 yang ditemukan. Yang merupakan salah satu dari empat asteroid besar"
Happy Reading All.
***
Adhara kini menatap datar pada Chan yang dengan segera menghampirinya lalu merangkul pinggang istrinya tersebut. Menatap satu persatu bawahannya yang kini terlihat terkejut melihatnya yang merangkul Adhara.
“Dia adalah istri saya, jadi jangan larang dia untuk masuk lagi lain kali,” ucap Chan menjelaskan pada bawahannya tersebut yang kini terlihat semakin terkejut. Karena siapa yang tak tahu bagaimana Chan begitu anti dengan seorang perempuan dan kini laki-laki tersebut malah sudah memiliki istri. Bahkan Chan terlihat begitu mencintai Adhara.
“Mrs. Maafkan kami, kami tidak mengetahuinya,” ucap Rigel mewakili sambil menunduk ke arah Adhara yang kali ini hanya mengangguk.
“Sudah lah, lagi pula semua ini salahnya yang membuat peraturan aneh,” ucap Adhara pada bawahan Chan tersebut, Chan yang mendengarnya malah mengerucutkan bibirnya lucu dan ini kali pertama mereka melihat Chan yang biasanya hanya berwajah datar kini malah menampilkan ekspresi imut tersebut.
“Udahlah ayo masuk,” ajak Adhara lalu segera masuk dengan Chan yang merangkul Adhara memasuki ruangannya.
"Wah aku tidak menyangka Mr. Chan sudah memiliki istri," ucap Rigel sambil menggelengkan kepalanya yang membuat Kale yang baru satu bulan bekerja bersama Chan juga dibuat terkejut.
"Jadi apa yang membuat Nyonya Alba dateng?" Tanya Chan setelah duduk di sofa yang kini juga sudah diduduki oleh Adhara. Adhara meletakkan makanan yang dibawanya di atas meja di depan sofa tersebut lalu memberikan dokumen pada Chan membuat Chan mengerutka kening nya bingung.
"Apa nih?" Tanya Chan bingung lalu membuka dokumen tersebut yang berisi semua persyaratan untuk melamar kerja.
"Gak, kamu gak boleh kerja," tegas Chan yang berhasil membuat Adhara kini menatap Chan dengan tatapan seriusnya. Chan menghembuskan nafasnya kasar melihat Adhara yang kini terlihat tak suka dengan jawabannya.
"Aku gak mau kamu kerja. Karena dengan begitu waktu aku buat sama kamu lebih sedikit," ucap Chan pada Adhara memberikan penjelasan pada wanita nya tersebut. Adhara menghembuskan nafasnya kasar lalu kini ia menatap Adhara dengan tatapan seriusnya.
"Aku bisa di kantor kamu kan," ucap Adhara pada Chan yang kali ini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Adhara.
"Aku gak mau kamu kerja," ucap Chan dengan tegasnya yang membuat Adhara kali ini menghembuskan nafasnya mendengar ucapan tersebut.
"Chan please. Aku bosen di rumah terus, aku juga bisa bantu-bantu kamu di sini," ucap Adhara tetap memaksa agar Chan mau untuk menerimanya sebagai karyawan. Tak memiliki kegiatan apapun membuat nya menjadi bosan.
__ADS_1
"Aku bilang engga ya engga Adhara. Lagian kamu bisa jalan-jalan sama Sky atau ngapain aja tapi engga untuk kerja. Aku gak mau kamu sakit sibuk sama kerjaan kamu," ucap Chan tak ingin jika ia di bantah.
"Gak mau aku mau kerja, meskipun setengah hari doang gak papa deh," ucap Adhara yang masih pada pendiriannya. Chan menghembuskan nafasnya kasar sambil memikirkan ucapan Adhara tersebut.
"Ok fine tapi kamu harus stop panggil aku pake nama, dan ya kamu kerja disini sebagai sekretaris aku," ucap Chan dengan tegasnya yang membuat Adhara terlihat berpikir sebentar sebelum menganggukkan kepalanya mendengar ucapan tersebut. Tak masalah jika memang begitu syaratnya lagi pula syarat dari Chan tidaklah sulit.
"Siap sayang," ucap Adhara dengan senyuman nya yang mengembang membuat Chan menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanitanya tersebut.
"Oh iya aku bawa makan siang buat kamu," ucap Adhara sambil menunjukkan makan siang yang dibawanya. Namun baru saja Adhara akan membukanya Chan segera menahannya membuat Adhara kini mengerutkan keningnya bingung melihat Chan yang menahan nya.
"Kita makan di atas aja," ucap Chan pada Adhara lalu ia segera berdiri dan membawa kotak bekal nya tersebut lalu segera merangkul Adhara untuk menuju rooftop atas yang sudah di sulap menjadi tempat makan dan tempat istirahat yang begitu indah. Namun sayang tak semua karyawan bisa untuk menikmatinya karena rooftop tersebut khusus untuk karyawan yang sudah memiliki jawaban tinggi atau mereka biasa menyebutkan karyawan lantai 18 dari atas.
Di perjalanan begitu banyak yang menatap mereka dengan tatapan tak percaya. Meskipun tak semua dari mereka pernah menjumpai bos mereka secara langsung, namun info tentang bos tampan mereka yang begitu anti pada wanita sudah menyebar dengan begitu cepat.
"Apa aku tak salah lihat?"
"Apa ini benar bos kita?"
Mendengar berbagai ucapan tentang suaminya tersebut membuat Adhara memelototkan matanya. Bahkan kini malah ada yang terang-terangan menggoda Chan membuat Adhara semakin mendekatkan dirinya pada Chan.
"Harusnya tadi makan di ruangan kamu aja, panas aku denger omongan mereka," ucap Adhara pada Chan yang kini justru terkekeh mendengar ucapan Adhara.
"Resiko punya suami ganteng sih Yang," ucap Chan dengan senyumannya yang kini justru membuat para perempuan yang berada di sana semakin heboh melihat senyuman Chan yang sebelumnya tak pernah mereka lihat, ini pertama kalinya mereka melihat Chan tersenyum dan hal tersebut membuat laki-laki tersebut semakin tampan.
Adhara yang melihat hal tersebut dengan segera membekap mulut Chan karena tak ingin ada perempuan lain yang melihat ketampanan laki-laki nya itu. Chan semakin terkekeh melihat tingkah menggemaskan dari wanitanya itu.
"Udah sekarang mending kita ke sana," tunjuk Chan pada sebuah ruangan kaca yang terlihat privat. Adhara segera menjawabnya dengan anggukan lalu segera menuju ke arah ruangan tersebut bersama dengan Chan.
Ruangan besar yang didalamnya juga terdapat perkemahan seperti di luar ruangan tersebut. Juga terdapat ranjang jika turun ke tangga rahasia yang berada di sana. Adhara yang melihat hal tersebut benar-benar dibuat takjub. Bahkan disana juga ada lift. Merasa penasaran Adhara dengan segera masuk ke lift tersebut. Dan saat keluar ia terkejut melihat jika disini adalah ruangan Chan. Adhara akhirnya dengan segera kembali naik dan menghampiri Chan yang kini sudah menyengir seolah tau apa yang Adhara pikirkan.
"Jadi, bisa lewat ruangan kamu?" Tanya Adhara pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman lebarnya. Adhara menahan emosinya lalu menatap Chan tajam.
__ADS_1
"Terus ngapain lo ngajakin gue jauh-jauh lewat luar? Telinga gue panas loh denger omongan mereka, kaki gue capek jalan jauh," ucap Adhara pada Chan yang kali ini hanya terkekeh mendengar keluhan dari istrinya tersebut.
"Ya karena aku pengen ngenalin kamu ke mereka semua kalau aku udah punya istri kalo aku udah punya kamu yang cantik ini," ucap Chan sambil menangkup wajah Adhara dan mengecup seluruh wajah Adhara membuat wanita tersebut menghembuskan nafasnya kasar dan berusaha mengendalikan amarahnya.
Mendengar ucapan Chan tersebut tentu saja ia merasa senang karena dengan begitu membuktikan jika Chan begitu menyayanginya dan begitu mencintainya.
Hingga ia akhirnya mengurungkan niatnya untuk marah pada laki-laki tersebut.
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".
Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.
__ADS_1