
Fyi "Chondrites adalah batuan yang berusia lebih dari 4,5 miliar tahun. Ini termasuk batuan paling primitif dan murni di tata surya dan tidak pernah meleleh. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Mengenal Meteor dan Meteorit Beserta Jenis-Jenisnya"
Happy Reading All.
***
Adhara menatap rumah besar yang sudah lama tak ia kunjungi dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, ada rasa sedih juga rindu, semua menjadi satu. Chan yang berada di samping Adhara menggenggam tangan gadisnya tersebut sambil mengelusnya dengan lembut berusaha untuk menenangkan gadis di sampingnya tersebut.
“Jangan sedih, Anta pasti gak suka liat kamu sedih. Inget pesan Anta, kamu harus bahagia,” ucap Chan sambil tersenyum menenangkan pada gadisnya tersebut. Walau sebenarnya ia juga merasakan apa yang Adhara rasakan namun ia berusaha untuk bersikap kuat di depan gadis tersebut.
Kini mereka tengah berada di depan rumah besar milik orang tua Antariksa. Hari ini Chan sengaja mengajak Adhara untuk berkunjung ke Jakarta hanya sekedar untuk berkunjung ke rumah Antariksa juga rumahnya dan rumah Arche. Mengingat ini adalah hari minggu dan tiga hari lagi Arche akan kembali ke AS jadilah kini mereka berencana untuk bertemu.
Adhara menghembuskan nafasnya dalam, setelah merasa yakin jika dirinya baik-baik saja dengan segera gadis tersebut turun dari mobil yang segera diikuti oleh Chan yang juga segera keluar dari mobilnya. Adhara masih terdiam di depannya sambil menatap rumah yang dulu sering dikunjunginya. Rumah yang dulu selalu penuh dengan tawa dari sahabat-sahabatnya juga kejahilan dari nya.
Chan menggenggam tangan Adhara, tersenyum ke arah Adhara dengan senyuman menenangkannya. Setelah mereka segera berjalan ke arah pintu masuk, mengetuk pintu beberapa kali hingga wanita paruh baya dengan wajah cantiknya membukakan pintu untuk Adhara.
“Adhara,” sapa wanita tersebut dengan terkejut namun ia tak bisa menyembunyikan wajah bahagianya saat melihat gadis di depannya tersebut.
Wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Antariksa tersebut dengan segera memeluk Adhara membuat Adhara juga membalas pelukan tersebut dengan air matanya yang dengan lancang malah keluar dengan sendirinya.
Arpina melepaskan pelukan mereka saat merasakan punggungnya yang terasa basah. Senyuman manis jelas terlihat di wajah cantik tersebut sambil menangkup wajah Adhara dengan lembutnya. Ia tahu pasti gadis di depannya tersebut masih merasa bersedih, begitupun dirinya namun kini ia berusaha menguatkan dirinya sendiri.
“Kenapa hm? Udah jangan sedih,” ucap Arpina sambil menghapus air mata gadis di depannya tersebut dengan lembut. Setelahnya wanita tersebut beralih memeluk Chan yang juga dibalas dengan pelukan oleh laki-laki tersebut.
“Ayo mending kita masuk dulu,” ajak Arpina pada kedua sahabat anaknya tersebut.
Mereka akhirnya segera masuk ke rumah yang sama sekali tidak berubah tersebut. Adhara melihat ke sekeliling, tak ada yang berubah dari rumah tersebut masih sama seperti terakhir kali. Mungkin karena memang Arpina yang tak ingin mengubah apapun.
Foto besar keluarga mereka terpajang di sana, hanya foto tersebut yang membedakan, foto yang sebelumnya tak ada namun kini sudah terpajang di sana. Tiga foto keluarga yang terpasang di sana. Foto keluarga saat masih ada kembaran Sky, foto keluarga saat kembaran Sky sudah tak ada, dan foto keluarga saat hanya tersisa Sky.
“Gimana kabar Mama?” tanya Adhara pada wanita paruh baya tersebut yang kini hanya tersenyum sambil menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
“Seperti yang kamu lihat, mama baik-baik aja. Tapi rumah sepi banget gara-gara Sky malah pindah,” ucap Arpina dengan kekehannya yang membuat Adhara merasa sedih mendengarnya. Gadis tersebut mengelus tangan Arpina sayang.
“Sudah Mama gak papa, Mama juga sekarang mulai kerja lagi meskipun gak sering,” ucap Arpina dengan kekehannya yang membuat Adhara menaikkan sebelah alisnya bingung.
“Mama kerja?” tanya Adhara pada Arpina yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.
“Mama mulai kerja di kantor Papa, tapi Papa malah sering ngasih Mama waktu libur,” ucap Arpina dengan kekehannya yang membuat Adhara ikut terkekeh mendengarnya.
“Oh iya kalian gimana kuliahnya?” tanya Arpina pada kedua remaja tersebut.
“Baik Ma,” ucap Adhara dengan senyumannya pada ibu Antariksa tersebut.
“Kalo Chan padat Ma,” ucap Chan dengan keluhannya yang membuat Arpina terkekeh mendengarnya.
Setelahnya mereka terus melanjutkan pembicaraan mereka, bercerita banyak hal tentang apa saja yang telah mereka lewatkan.
Setelah merasa puas berada disana sepasang kekasih tersebut memutuskan untuk menuju rumah Arche juga Sky. Karena memang tujuan mereka yang pertama adalah rumah Antariksa dan kini mereka memutuskan untuk ke rumah Arche.
Adhara dengan segera turun begitupun dengan Chan yang segera mengikuti Adhara turun dari mobil dan berjalan ke arah kedua sahabatnya tersebut. Adhara juga Nora sudah saling berpelukan dengan begitu bahagia bahkan kini mereka sudah seperti lama tidak bertemu. Padahal mereka baru tidak bertemu selama dua hari.
Mereka bahkan sampai berloncat-loncat sambil berpelukan membuat Chan dan Arche yang melihatnya malah tercengang melihat tingkah kedua gadis tersebut namun tak lama mereka malah juga ikut berpelukan dan berloncat-loncat seperti apa yang dilakukan Adhara juga Nora. Kedua gadis tersebut yang melihat tingkah Chan juga Arche melepaskan pelukan mereka lalu bergidik ngeri.
“Gue jadi ngeri,” ucap Adhara lalu menggandeng tangan Nora untuk pergi dari sana.
Bukannya menyudahi tingkah konyol mereka kedua laki-laki tersebut kini malah bergandengan tangan mengikuti langkah Adhara juga Nora yang memasuki rumah.
“Itu mereka kenapa?” tanya ibu Arche pada kedua gadis yang kini bersama dengannya. Ibu Arche menunjuk ke arah Arche juga Chan yang saling bergandengan tangan menunjukkan senyuman bangganya.
“Mana bangga banget lagi mukanya,” ucap suara lain yang baru saja menuruni tangga, laki-laki yang tak lain adalah ayah Arche. Menatap anaknya dengan tatapan ngeri.
Melihat kedatangan ayahnya dengan segera kedua laki-laki tersebut melepaskan gandengan tangan mereka dan saling menjauh, saling menatap jijik satu sama lain.
__ADS_1
“Kerasukan kayaknya,” ucap Ibu Arche yang membuat tawa keempat orang tersebut akhirnya terkekeh berbeda dengan Arche dan Chan yang kini sama-sama bergidik geli dengan tingkah mereka sendiri.
“Udah sini duduk dulu,” ucap ibu Arche pada kedua laki-laki tersebut yang segera membuat mereka berjalan ke arah sofa yang kini sudah di sisi kedua gadis serta satu wanita dan laki-laki paruh baya tersebut.
Arche diam-diam tersenyum dengan bahagia karena kini akhirnya keluarganya bisa lengkap dan berkumpul bersama. Tak ada lagi kebencian yang ada kini hanya saling menyayangi juga saling menjaga. Keluarga yang dari dulu ia impikan bisa seperti ini akhirnya hari ini semua terwujud. Ia bisa melihat kebahagian di keluarganya nya itu.
Tawa dan canda terus mengiringi pertemuan mereka. Apa lagi dengan sikap Adhara yang memang suka sekali bercanda membuat orang lain disekitarnya tertawa membuat suasana tersebut menjadi penuh dengan canda tawa.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1