
FYI "Tyche adalah nama raksasa gas yang terletak di luar awan Oort tata surya. "
Happy Reading All.
***
Chan berjalan dengan langkah besarnya memasuki sebuah sebuah club malam. Laki-laki tersebut berjalan dengan wajah datarnya memasuki club malam yang selalu menjadi tempat hiburannya saat ia tengah begitu stres. Namun kali ini ia datang bukan untuk menghibur diri melainkan menemui seseoarang yang di kenalnya.
Mata laki-laki tersebut menjelajahi club tersebut mencari keberadaan gadis yang kini membuatnya begitu khawatir dengan keadaan gadis tersebut. Hingga matanya langsung terarah pada seoarang gadis yang kini tengah duduk seorang diri sambil menegak minuman beralkoholnya.
“Sial,” maki Chan lalu segera berjalan ke arah gadis tersebut yang kini berhasil memancing amarahnya. Setelah berada di dekat gadis tersebut dengan segera Chan mengambil minuman beralkohol milik gadis tersebut dengan wajahnya yang memerah menahan amarahnya.
“Apa yang lo lakuin hah?” tanya Chan dengan wajah merah padamnya yang malah di balas dengan senyuman oleh gadis yang menggunakan kaca mata serta topi hitam tersebut tersebut. Walau wajah gadis tersebut tertutupi namun Chan masih bisa mengenali gadis di depannya tersebut.
“Bersenang-senang,” ucap gadis tersebut dengan senyumannya yang semakin membuat Chan marah mendengarnya.
Ia tak menyangka gadis polos yang di kenalnya kini malah berubah menjadi begitu liar seperti ini. Chan menghembuskan nafasnya kini ia harus ekstra sabar menghadapi gadis yang tengah mabuk di depannya tersebut.
“Ayo pulang, gue anter lo ke hotel,” ucap Chan pada gadis tersebut lalu segera menyeret gadis tersebut untuk segera keluar dari sana sambil sesekali menangkir tangan nakal yang berusaha menyentuh gadis tersebut.
“Gimana sama permainan yang gue buat lo suka?” tanya gadis tersebut membuat Chan mengerutkan keningnya bingung sampai ia mengerti apa yang di bahas oleh gadis tersebut.
“Jadi lo?” tanya Chan dengan ekspresi tak percayanya yang malah membuat gadis tersebut tersenyum membuat Chan menghembuskan nafasnya kasar lalu segera membawa gadis tersebut masuk ke dalam mobilnya.
***
“Adhara,” suara panggilan tersebut membuat Adhara yang kini tengah berjalan ke luar dari kelasnya segera menoleh ke arah sumber suara yang tak lain adalah Antares.
Adhara mengerutrkan keningnya bingung menatap Antares yang kini tengah berjalan ke arahnya dengan wajah seriusnya yang kini semakin membuat Adhara bingung karena tidak biasanya laki-laki tersebut berwjah serius seperti itu., Mengingat bagaimana Antares selalu bertingkah konyol. Bagi Adhara kini malah ekspresi tersebut sangat tidak cocok dengan tingkah laki-laki tersebut.
“Gue mau ngomong sama lo, bisa ikut gue?” tanya Antares pada Adhara yang kali ini mengerutkan keningnya sebelum menjawabnya dengan anggukan.
“Gue bilang Arche dulu,” ucap Adhara pada Antares yang menjawabnya dengan anggukan.
Lalu setelahnya gadis tersebut segera mengirim pesan pada Arche jika kali ini ia akan pulang bersama dengan Antares. Setelah memberi kabar pada Arche dan mendapatkan balasan dari Arche dengan segera ia dan Antares pergi bersama.
__ADS_1
Dan ternyata laki-laki tersebut mengajaknya menuju taman yang tak terlalu jauh dari kampus mereka. Adhara mengerutkan keningnya namun akhirnya tetap saja Adhara mengikuti laki-laki tersebut yang kini sudah membawanya memasuki sebuah taman dan duduk di salah satu kursi taman yang berada di kolam ikan.
"Ngapain lo bawa gue ke sini?" Tanya Adhara dengan mengerutkan keningnya bingung menatap laki-laki tersebut dengan penuh tanda tanya.
Antares kini malah hanya diam sambil menatap Adhara dengan tatapam serius nya. Melihat hal tersebut Adhara justru semakin di buat 0enasaran oleh laki-laki di depannya ini.
"Ada apa sih Res?" Tanya Adhara pada Antares yang kali ini menghembuskan nafasnya dalam sebelum laki-laki tersebut kini menggenggam tangan Adhara.
"Gue suka sama lo Ra," ucap Antares pada Adhara yang kini mengerjapkan matanya beberapa kali. Sebenarnya ia sudah tahu jika Antares menyukainya namun tetap saja mendapatkan pengungkapan seperti ini membuat Adhara terkejut di buatnya.
"Ares, sorry tapi lo tau kan gue udah punya pacar," ucap Adhara berusaha menjelaskan pada Antares yang kini menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum dengan begitu sendu pada gadis di depannya itu.
Tentu ia mengetahui hal tersebut, ia juga mengetahui betapa Adhara mencintai laki-laki tersebut. Namun perasaannya juga tidak dapat ia bohongi, ia tak berharap lebih pada Adhara. Ia hanya ingin mengatakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya.
"Gue tau," ucap Antares sambil menundukkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
"Dan karena itu gue nerima perjodohan yang orang tua gue atur buat gue," ucap Antares yang kini membuat Adhara terkejut mendengarnya.
"Ares gue gak mau kalau gue menjadi alasan dari sebuah keterpaksaan elo. Elo harus bahagia dengan jalan yang lo pilih sendiri," ucap Adhara pada Antares berusaha untuk menenangkan laki-laki tersebut. Memberikan pengertian pada Antares yang kali ini hanya menganggukkam kepalanya.
“Gue harap lo bisa bahagia Res, gue selalu berdoa untuk kebahagiaan lo. Semoga lo dan perjodohan lo malah bisa langgeng,” ucap Adhara pada Antares yang membuat laki-laki tersebut menjawabnya dengan anggukan.
“Boleh peluk gue?” tanya Antares pada Adhara yang membuat Adhara tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Ia menganggap pelukan ini adalah sebuah pelukan persahabatan.
Adhara mengelus punggung Antares dengan begitu lembut begitupun dengan Antares yang kini juga menenggelamkan kepalanya pada tengkuk Adhara sambil mengeratkan pelukannya. Begitu nyaman namun sayang ini mungkin saja adalah pelukan pertama juga terakhir untuknya dari Adhara.
“I love you Adhara, I love you,” ucap Antares yang setelahnya segera melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Adhara dalam.
Tanpa mereka ketahui sedari Antares memeluk Adhara ada yang terus menatap mereka dengan tangannya yang mengepal menahan amarahnya yang bagai siap kapan saja ia lepaskan.
***
Setelah berada lama di taman Adhara memutuskan untuk segera pulang dengan Antares yang mengantarnya untuk pulang. Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan mereka saling terdiam sampai akhirnya mereka tiba di rumah Adhara yang tak terlalu besar.
Adhara mengerutkan keningnya melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya. Namun menghiraukan rasa penasarannya gadis tersebut segera keluar dari mobil Antares.
__ADS_1
“Thanks ya Res, lo hati-hati,” ucap Adhara pada Antares yang menjawabnya dengan anggukan.
“Gue pergi,” ucap Antares lalu segera pergi begitupun dengan Adhara yang segera masuk ke dalam rumahnya.
Saat sampai di ruang tamu Adhara di buat terkejut dengan ke beradaan seoarang laki-laki yang kini berada di sana dengan wajah datarnya dan tengah berbincang dengan kedua orang tua nya.
“Chan?” tanya Adhara dengan tatapan tidak percayanya lalu berlari ke arah laki-laki tersebut dan langsung memeluknya ia masih tak menyangka jika kini Chan berada di depannya. Padahal sebelumnya laki-laki tersebut mengatakan jika ia akan terlambat satu semester.
Jadi apa kini ia tengah di tipu oleh laki-laki tersebut?
“Kamu gimana kamu bisa ada di sini?” tanya Adhara setelah melepaskan pelukannya pada Chan bahkan gadis tersebut tidak malu sama sekali meskipun kini ada kedua orang tuanya di sana.
“Aku cuma bercanda pas bilang kalau aku bakalan telat satu semester,” ucap Chan dengan kekehannya yang membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan kekasihnya tersebut membuat kedua orang tuanya hanya bisa menggeleng melihat hal tersebut lalu memilih untuk pergi memberi waktu dan ruang untuk sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1