Atmosphere

Atmosphere
Deimos


__ADS_3

Info : Deimos adalah nama bulan yang berada di Mars.


Happy Reading All.


***


Mobil bastian melaju dengan kecepatan sedang hingga akhirnya kedua orang tersebut sampai di depan apartemen yang sederhana yang Adhara tinggali. Saat sampai di parkiran apartemen bisa ia lihat tiga mobil mewah yang berjejer dengan indahnya.


Bisa di tebak siapa pemilik ketiga mobil mewah tersebut, mengingat apartemen yang Adhara tinggali adalah kelas menengah kebawah yang tak mungkin memiliki mobil mewah tersebut. Bastian sepertinya setelah ini harus mempersiapkan dirinya untuk berjaga-jaga kalau saja ketiga laki-laki yang begitu di takuti tersebut malah mengikutinya.


“Dhara lo yakin biarin gue pulang sendiri?” tanya Bastian untuk yang kesekian kalinya. Adhara sampai menghela nafasnya karena bosan mendengar pertanyaan tersebut yang entah sudah berapa kali Bastian tanyakan.


“Bastian lo tenang aja, noh tiga orang nya ada di apartemen gue, jadi lo bisa pulang dengan tenang,” ucap Adhara sambil memberikan senyumannya pada Bastian menenangkan laki-laki tersebut jika semuanya akan baik-baik saja.


Bastian menghela nafasnya kasar lalu mengangguk. Ia bersumpah ini terakhir kalinya ia mengikuti rencana jahat Adhara tersebut. Ia terlalu takut untuk menghadapi ketiga penguasa sekolah tersebut. Jika namanya tak dicoret dari sekolah saja itu adalah sebuah keberuntungan mengingat siapa ketiga penguasa tersebut.


Berbanding terbalik dengan orang-orang yang menyebut mereka sebagai pangeran sekolah, bagi Bastian mereka adalah seorang penguasa yang tak boleh dibantahkan karena mereka adalah anak-anak dari donatur terbesar sekolah juga pemilik sekolah, ya Antariksa adalah anak dari pemilik sekolah.


“Awas aja kalau gue masuk rumah sakit, lo harus ikutan,” ucap Bastian dengan ancamannya membuat Adhara terkekeh lalu mengacungkan jempolnya pada Bastian.


“Gue duluan, hati-hati ya, Thank juga buat hari ini,” ucap Adhara dengan senyumannya lalu segera keluar dari mobil Bastian melambaikan tangannya seperti pada laki-laki itu.


Setelah mobil Bastian melaju meninggalkan parkiran apartemen Adhara segera memasuki gedung apartemennya untuk menuju unit apartemen gadis itu. Adhara berjalan dengan santai menuju apartemennya.


Setelah sampai Adhara segera membuka kunci apartemen yang ia bawa. Melihat ketiga laki-laki itu berada di apartemennya dengan duduk bersebelahan tak membuat Adhara terkejut ia malah cukup terhibur dengan kedatangan ketiga laki-laki itu.


“Loh ada 2A juga?” tanya Adhara pura-pura terkejut dan langsung menuju kamarnya tanpa menghiraukan tatapan penuh tanya ketiga laki-laki tersebut.


“Adhara,” panggil Chan pada gadis itu saat Adhara belum sampai di kamarnya.


Adhara segera berbalik menatap ketiga laki-laki yang kini menatapnya kesal. Dalam hati Adhara tertawa melihat tingkah laki-laki tersebut. Ide Sky ini cukup menghibur baginya. Jika saja Sky ada di sini sekarang pastilah gadis itu sudah tertawa dengan terpingkal-pingkal.


“Kenapa?” tanya Adhara dengan wajah polosnya yang sungguh ingin di buat perkedel oleh ketiga laki-laki tersebut.


“Kemana aja lo?” tanya Arche mewakili pertanyaan sahabatnya.


Arche yang biasanya terlihat begitu tenang kini malah menjadi yang pertapa bertanya membuat Antariksa dan Chan segera menoleh ke arah Arche dengan wajah bingungnya.


“Cuma makan doang,” ucap Adhara menjawabnya dengan jujur.

__ADS_1


Lagi pula untuk apa berbohong jika ketiga orang tersebut saja sudah mengikutinya sedari tadi. Arche terlihat menghela nafasnya kasar dan selanjutnya menyerahkan nya pada sahabatnya.


“Jangan gampang percaya sama cowok dia belum tentu baik buat lo, siapa yang tahu dia bakalan nyakitin elo?” tanya Antariksa dengan begitu serius menasihati Adhara.


“Meskipun dia ketua osis siapa yang tahu dia punya niat jelek sama lo,” ucap Arche menimpali.


Adhara hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan karena bagaimanapun semua ini hanya rencana untuk membuat Chan marah namun siapa sangka kedua sahabat laki-laki itu malah ikut marah pada nya dan ikut mengintrogasinya.


Di luar perkiraan yang ia kira Chan akan marah lalu menembaknya kini mereka malah terjebak dengan kedua sahabat laki-laki itu yang ikut mengintrogasinya.


“Berarti jangan percaya sama kalian juga dong, kan kalian cowok,” ucap Adhara yang langsung membuat ketiga laki-laki itu gelagapan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Adhara.


“Ya kan kita beda, kita lebih dulu kenal lo. Kita juga sekarang sahabat,” ucap Arche yang berusaha terlihat tenang. Adhara membalasnya dengan sebuah anggukan.


“Tapi gue kenal sama kalian bareng kok sama gue kenal Bastian kan kita sekelas,” balas Adhara yang kembali membuat mereka gelagapan.


Memang jika sudah melawan Adhara tak akan ada habisnya. Gadis itu sangat pandai berdebat entah bagaimana nanti suaminya menghadapi istri seperti Adhara tersebut. Sepertinya jika salah satu dari mereka adalah jodoh Adhara maka mereka harus siap dengan sikap keras kepala dan tak mau mengalah Adhara tersebut.


“Udah sana mandi lo bau,” ucap Antariksa dengan memerintah.


Mengalihkan topik pembicaraan agar gadis itu tak lagi membahas tentang  kepercayaan pada seorang laki-laki. Karena memang laki-laki yang bisa dipercaya itu sangat sulit dicari. Jika kalian sudah mendapatkannya maka jaga dia jangan di lepaskan kalau perlu di musiumkan.


“Adhara,” teriak ketiga laki-laki tersebut kompak sedangkan Adhara yang sudah kabur sedari tadi di buat tertawa begitu keras di kamarnya.


Sungguh sangat menghibur sekali ketiga laki-laki tersebut. Adhara bahkan tak menyangka laki-laki tanpa ekspresi dan perasaan seperti mereka bisa bertingkah menggemaskan seperti ini.


“Wangi gini dibilang bau,” ucap Chan sambil mencium bau ketiaknya mengendus bagaikan anjing pelacak.


“Udah lo emang bau sadar diri aja,” ucap Arche dengan tawanya membuat tawa Antariksa juga meledak mendengarnya.


“Sorry aja gue lebih wangi dari kalian berdua,” ucap Chan lalu segera menuju kamarnya untuk mengambil handuk dan ingin membersihkan tubuhnya.


Kedua sahabatnya hanya bisa tertawa mendengar ucapan laki-laki tersebut.


Chan segera menuju kamar mandi dan hendak mandi tapi baru saja membuka pintu Chan dibuat terkejut dengan Adhara yang tengah berada di dalamnya dan sudah membuka seragam bagian atasnya menyisakan tanktop dan pakaian dalam serta rok gadis itu.


Baru saja Adhara akan menjerit Chan segera membekap mulutnya membuat Adhara gelagapan. Chan mengisyaratkan agar gadis itu tak bersuara. Adhara membalasnya dengan anggukan lalu barulah Chan membuka bekapan gadis itu.


“Lo sih gak di kunci pintunya,” ucap Chan menyalahkan Adhara yang langsung memelototkan matanya.

__ADS_1


“Udah tau tadi gue mau mandi kenapa lo ikutan,” sanggah Adhara tak ingin disalahkan.


Chan menghela nafasnya kasar mendengarnya jawab gadis itu yang ada benarnya.


“Chan kulkas lo gak ada minumannya?” teriak Arche dari luar kamar mandi.


Adhara baru saja akan menjawabnya namun Chan segera membekap mulut gadis itu.


“Minum yang ada aja kenapa sih ribet banget,” ucap Chan dengan dengusan kasarnya membuat Arche berdecak.


Setelahnya Chan segera keluar dari kamar mandi dan menghampiri Arche yang tengah menuang air putih pada gelasnya.


“Kenapa gak jadi mandi?” tanya Arche dengan kerutannya saat melihat Chan yang masih menggunakan baju yang tadi digunakannya dan handuk yang disampirkan di bahunya.


“Baru inget kalau gue masih wangi,” ucap Chan santai membuat tawa Arche seketiga meledak.


Chan segera membawa Arche menuju ruang tamu agar laki-laki itu tak tahu jika Adhara berada di dalam sana. Detak jantung Chan bahkan sudah berdetak dengan tidak normal sedari ia melihat Adhara tadi di kamar mandi.


Sungguh hari sialnya sekarang.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2