
Fyi "Bintang Katai merah adalah bintang deret utama dengan kelas M atau K yang berukuran sekitar 0.08-0.5 M⊙ dan bersuhu rendah (sekitar 2500-400 Kelvin). Karena suhunya yang rendah tersebut membuat bintang ini berwarna merah, dan juga karena ukurannya yang kecil tersebut membuat bintang ini terlalu redup untuk terlihat sehingga terlalu sulit untuk diamati."
Happy Reading All.
***
Setelah melakukan perjalanan yang memakan waktu begitu lama kini akhirnya Adhara sudah sampai di sebuah Apartemen yang tak lain adalah milik Chan. Hari sudah sore saat ia di apartemen kekasihnya tersebut. Selama Adhara berada di Inggris ternyata Mira benar-benar sudah menyiapkan segalanya termasuk juga seorang sopir untuk nya.
Chan sendiri kini berada di asrama, dan Adhara belum memberitahu laki-laki tersebut jika ia datang. Ia sengaja ingin memberi kejutan pada kekasihnya tersebut berharap dengan begitu hubungan mereka akan mulai membaik. Adhara untuk saat ini hanya ingin untuk beristirahat terlebih dulu karena sudah merasa begitu lelah setelah perjalanannya. Apalagi ini pertama kalinya ia keluar negeri.
“Wah capek banget, jauh banget perjalanannya” ucap Adhara yang kini sudah merebahkan tubuhnya di kasur king size yang berada di sana. Entah kamar siapa yang kini ia tempati, Adhara sama sekali tidak peduli karena ia juga sudah merasa begitu lelah dan langsung memasuki kamar yang dekat dengannya. Tanpa peduli kamar siapa yang saat ini ditempatinya, lagi pula kamar tersebut pastilah milik Chan karena ia tinggal sendiri, apalagi kini laki-laki tersebut juga tinggal di apartemen.
“Paling bener ini tuh tidur di rumah aja sih, jalan jauh seharian kalau dimanfaatin di rumah udah keliling dunia dengan paru kapuk nih gue,” ucap Adhara lagi-lagi dengan keluhannya. Karena memang kini ia merasa begitu lelah.
Tak tahan dengan badannya yang terasa lelah dan lengket gadis tersebut memutuskan untuk segera menuju ke arah kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa lelah tersebut.
Setelah membersihkan tubuhnya gadis tersebut memilih untuk istirahat seperti nya ia terkena jet lag. Ia baru sampai saat jam sudah menunjukkan pukul tiga dan kini jam sudah menunjukkan pukul 3.54.
Dan kini gadis tersebut sudah terlelap dalam tidur nya. Hingga tanpa sadar ternyata ia sudah tertidur begitu lama hingga kini jam sudah menunjukkan pukul 8.10 malam. Adhara segera membuka matanya dan melihat ke arah jam yang berada di dinding kamar yang kini ditempatinya.
Adhara segera bangkit dari tidur nya saat melihat ternyata sudah malam. Dengan segera gadis tersebut berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya lalu segera keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih fresh. Saat sampai tadi Adhara tidak terlalu meneliti kamar tersebut dan kini ia baru saja jika di kamar tersebut begitu banyak foto dirinya juga sahabat mereka yang terpajang di sana.
“Manis banget sih,” ucap Adhara sambil melihat ke arah sekeliling kamar yang begitu banyak foto merek ataupun foto mereka bersama dengan sahabat mereka.
Bisa Adhara tebak jika kamar tersebut adalah milik Chan karena di lemari nya pun banyak barang-barang Chan. Merasakan perutnya yang begitu lapar dengan segera Adhara keluar dari kamar tersebut, berjalan ke arah dapur untuk melihat apa saja yang bisa ia makan di sana.
Namun saat Adhara membuka kulkas ternyata tak ada satupun yang dapat ia makan. Hanya ada air mineral di sana. Juga minuman beralkohol hal tersebut membuat Adhara memelototkan matanya melihat hal tersebut. Beberapa hari yang lalu Chan memang datang ke apartemennya tersebut karena merasa malas berada di Asrama dan ia juga yang mengisi kulkasnya dengan minuman beralkohol tersebut untuk menenangkan pikirannya yang kalut karena Adhara.
__ADS_1
Adhara segera mengambil minuman beralkohol tersebut lalu membungkusnya dengan kantong kresek yang berada di sana. Merasa tak ada yang salah dengan penampilannya Adhara memutuskan untuk menuju kamarnya dan mengambil tas serta ponselnya. Sepertinya kali ini ia harus mencari Chan dan meminta makan pada kekasihnya tersebut serta membuang minuman beralkohol tersebut. Adhara tak peduli berapa harganya tapi lebih baik dibuang karena menurutnya itu berbahaya untuk kesehatan.
Saat Adhara keluar dari apartemen ia segera berjalan ke arah parkiran dan sudah menemui sopirnya yang masih berada di sana. Karena ia baru akan pergi setelah jam dua belas malam. Takut jika Adhara membutuhkannya. Dan benar saja kini Adhara membutuhkan sopir tersebut.
“Kita ke Asrama Chan,” ucap Adhara memerintah sopirnya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan. Lalu segera melajukan mobilnya ke tempat tujuan mereka. Selama perjalanan Adhara tak ada hentinya menghubungi Chan namun laki-laki tersebut sama sekali tidak menjawabnya yang membuat Adhara menghembuskan nafasnya kasar.
“Apa dia masih marah?” tanya Adhara pada dirinya sendiri. Namun sepertinya Chan memang masih marah padanya.
Namun tak lama panggilan tersebut dijawab namun bisa ia dengar suara dentuman musik yang begitu keras terdengar di sana.Yang membuat Adhara memelototkan matanya saat tahu jika kekasihnya tersebut kini tengah berada di club malam.
“Kamu dimana?” tanya Adhara setelah panggilan tersebut terjawab dengan nada yang menahan amarahnya.
“Adhara ini gue Alto temennya Chan yang waktu itu di Bandung,” ucap Alto memperkenalkan dirinya yang membuat Adhara berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk saat mengingat laki-laki tersebut, walau kini ia yakin jika Alto tak melihatnya.
“Chan sekarang lagi sama gue di club, kenapa Ra? Chan lagi ke kamar mandi,” ucap Alto dengan begitu lembutnya dan mengeraskan suaranya takut jika Adhara tidak dapat mendengarnya.
“Kita ke sini Pak,” ucap Adhara pada sopirnya yang kebetulan adalah orang Indonesia.
Setelahnya sopir tersebut segera melajukan mobilnya menuju tempat yang Adhara maksud. Hingga mereka akhirnya sampai di club ternama yang berada di sana tersebut.
“Nona untuk apa kita ke sini? Tuan Muda tidak akan suka jika Nona ke tempat seperti ini,” ucap sopir tersebut karena takut di pecat atau ia akan kena marah oleh tuannya karena membiarkan Adhara datang ke tempat seperti itu.
“Chan ada di dalam. Bapak tunggu sini dulu biar saya masuk dan bawa Chan,” ucap Adhara lalu segera keluar dari mobil tanpa menghiraukan sopirnya yang terus memanggilnya.
Saat memasuki tempat hiburan malam tersebut bau asap rokok dan alkohol langsung menyeruak di indra penciumannya. Suara musik yang begitu keras dan lampu yang terus berubah warna dengan sisi temaram. Bagai kompak untuk merusak tiga indra yang Adhara miliki.
Hingga setelah mencari dan beberapa kali menepis tangan nakal yang menggodanya akhirnya Adhara dapat melihat Chan yang kini tengah dikerumuni banyak wanita juga Alto dan teman-temannya yang berada di sana. Adhara bersumpah akan memberikan pelajaran untuk Alto yang sudah membohonginya dan tega membiarkan Chan dikerumuni banyak wanita.
__ADS_1
Bahkan saat Chan menepisnya Alto dan teman-temannya sama sekali tidak membantunya. Lihat saja apa yang bisa Adhara lakukan pada Alto. Mengingat tempat seperti ini Adhara jadi teringat dengan pertemuannya dengan Chan yang akhirnya membawa takdir mereka untuk bersama. Lalu sekarang apakah akan kembali takdir membawa mereka bersama dan memperbaiki hubungan mereka? Adhara tahu saat sedang stres Chan akan datang ke tempat seperti ini.
“Alto,” suara teriakan tersebut membuat Alto menoleh begitupun dengan teman-temannya. Melihat siapa yang memanggilnya ALto memelototkan matanya, Hingga sebuah bogeman mentah berhasil mendarat di wajah tampannya itu.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1