Atmosphere

Atmosphere
S2 Pleiades


__ADS_3

Fyi "Pleiades atau yang dikenal pula dengan M45 adalah gugusan bintang yang terletak di konstelasi Taurus."


Sky dengan senyumannya segera menghampiri Adhara yang saat ini masih berada di atas motor sport miliknya, memang semenjak ia sudah  bisa mengendarai motor tersebut Adhara malah tak pernah lagi mengendarai motor matic nya.


“Awas kena marah lo bawa motor ini, ngilu gue liat perut lo Ra,” ucap Sky pada Adhara saat melihat sahabatnya tersebut yang malah dengan santainya menggunakan motor Sport dengan perutnya yang cukup besar tersebut.


“Emang kenapa?” tanya Adhara bingung dengan wajah polosnya kini ia menatap Sky dengan penuh tanda tanya.


“Segala tanya kenapa lagi, ngeri kegencet gue Ra anak lo tuh,” ucap Sky pada Adhara sambil melihat ke arah perut Adhara. Adhara hanya menjawabnya dengan anggukan lalu memberikan kunci motornya pada Sky.


“Lo aja yang bawa kalo gitu,” ucap Adhara yang membuat Sky menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya. Lalu dengan segera ia menaiki motor tersebut yang segera diikuti oleh Adhara yang menaiki motor tersebut.


Kedua perempuan tersebut akhirnya melajukan motor mereka menuju parkiran mobil kampus tersebut. Kini tujuan mereka adalah mencari gadis yang dengan berani mencari masalah dengan mereka. Mencari masalah dengan Adhara memang bukanlah pilihan yang tepat. Lihat saja di saat perutnya sudah membesar pun kini gadis  tersebut tak ada takutnya.


Saat mereka memasuki kampus tersebut kini banyak yang melihat ke arah mereka dengan tatapan kagumnya apalagi saat melihat Adhara turun dari motornya, para laki-laki banyak yang menatap Adhara dengan tatapan kagumnya namun saat melihat ke arah perut Adhara mereka sontak merasa sedih karena ternyata Adhara sudah menikah.


“Kenapa sih pada liatin perut gue? Bayi nih isinya bukan seblak sama bakso,” gerutu Adhara saat melihat banyak laki-laki yang kini melihat ke arah perutnya. Sky yang mendengar hal tersebut hanya bisa terkekeh melihat Adhara yang masih sempat saja menggerutu padahal target mereka sudah akan pergi.


“Lanjut nanti deh, udah mau pergi tuh mereka,” ucap Sky sambil menunjuk ke arah mobil berwarna merah yang sudah akan pergi dari parkiran. Melihat hal tersebut dengan segera Adhara menghampiri mobil tersebut dan berdiri di depannya. Sky yang melihat hal tersebut segera mengikuti dan berdiri di samping Adhara.


“Keluar lo,” ucap Adhara pada penghuni di dalam mobil tersebut yang sontak membuat mobil yang awalnya sudah menyala tersebut segera mati dan orang di dalam sana dengan segera keluar dari dalam mobilnya.


Lucine yang baru saja keluar dari mobilnya mengerutkan keningnya bingung melihat keberadaan Adhara yang kini tengah melihatnya dengan tatapan datarnya.


“Mau apa lo?” tanya Lucine dengan mengerutkan keningnya bingung saat melihat Adhara yang kini sudah menatapnya dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


“Lo pikir apa yang mau gue lakuin sama pelakor kayak lo?” tanya Adhara dengan senyuman sinisnya pada Lucine yang kini sudah di kawal oleh kedua sahabatnya yang kini berada di kedua sisi nya.


“Sorry nih ya, gue gak suka ngasih pelajaran sembunyi-sembunyi gue sukanya terang-terangan,” ucap Adhara dengan senyuman sinisnya pada gadis tersebut lalu ia segera melempar sebuah foto pada Lucine yang segera ditangkap oleh gadis tersebut.


Lucine memelototkan matanya melihat foto tersebut lalu segera merobeknya dengan wajahnya yang kini sudah merah padam menahan amarahnya. Adhara yang melihat reaksi tersebut tersenyum dengan begitu sinisnya.


“Ck ck ck, dari keluarga terhormat gak menjamin sikap terhormat ya,” ucap Sky sambil menggelengkan kepalanya melihat foto tersebut.


Sebelumnya Adhara memeng meminta Sky untuk mencari tahu tentang gadis tersebut dengan begitu jelas agar mereka bisa membalas apa yang dilakukan oleh Lucine tersebut.


“Lo pikir dengan semua ini lo bisa menghalangi gue buat dapetin salah satu dari milik kalian?” tanya Lucine dengan amarahnya, kini gadis tersebut bahkan sudah mengepalkan tangannya marah dengan sikap Sky dan sikap Adhara yang sudah begitu berani padanya.


Kini malah membuatnya menjadi semakin kesal dengan tingkah kedua gadis tersebut membuatnya semakin bersemangat untuk menjadi pelakor. Sangat tidak tahu malu memang.


“Gue gak peduli kalau akhirnya lo malah masih mau ngerebut laki gue, tapi apa lo pikir laki gue masih mau sama cewek yang udah dipake sana sini? Gue saranin lo buat cek sih takutnya kena penyakit menular,” ucap Adhara dengan begitu sinisnya pada Lucine yang kini semakin mengepalkan tangannya mendengar hal tersebut.


“Akan mudah buat gue buat dapetin tunangan lo atau laki lo, ngeliat dari sikap lo yang brandalan gini. Dan ya gue jauh lebih cantik dari lo berdua,” ucap Lucine dengan senyuman sinisnya yang kini malah membuat Adhara dan Sky sontak tertawa mendengarnya menganggap jika ucapan tersebut hanya lelucon saja.


“Lawak lo. Cantik doang dalem nya udah banyak debu nya. Ya mungkin Allah ngasih cantikan lo karena gak mau buat gue terlalu sempurna sebagai manusia kali ya, ya kali nanti manusia biasa speak bidadari gini,” ucap Adhara dengan percaya dirinya yang membuat Sky kini berusaha menahan tawanya melihat sikap percaya diri dari Adhara yang sudah kelewat batas.


“Kita tunggu dan liat aja siapa yang akhirnya bakal jadi pemenangnya,” ancam Lucine dengan wajah sinisnya pada Adhara dan Sky yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan tersebut.


“Baiklah kita tunggu saja, apa ****** kayak lo bisa menang? kalau menang berarti ada something,” ucap Adhara dengan senyuman sinisnya pada gadis tersebut yang kini ikut tersenyum sinis.


Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berada di sana. Hingga tanpa mereka tahu kini dua orang laki-laki tengah berjalan ke arah mereka dengan tatapan lelahnya.

__ADS_1


“Adhara, Sky,” ucap sebuah suara yang sontak membuat mereka dengan kompak mengalihkan tatapannya dan melihat ke arah laki-laki yang kini tengah berjalan ke arah mereka.


“Chan?” tanya Adhara dengan tatapan tak percayanya hingga tatapan mereka langsung tertuju pada Antares yang kini menjadi tersangka.


Lucine yang melihat hal tersebut sudah tersenyum senang, mengira jika kedua laki-laki tersebut akan membelanya. Buktinya kini Chan sudah menatap tajam ke arah Adhara juga Sky. Namun Adhara kini juga menatap Chan tak kalah tajamnya.


“Mati lo Antariksa,” ucap Adhara bergeming di samping Sky yang kini menjawabnya dengan anggukan.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya


__ADS_2