
Fyi "Jupiter akan berada dalam jarak terdekat dengan Bumi dan tampil dalam pendar cahaya paling cemerlang sepanjang malam."
Happy Reading All.
***
Adhara baru saja selesai memakai Skin Care miliknya kini ia memilih untuk berada di ruang keluarga menonton televisi di sana, ia masih saja mengabaikan Chan dan hal tersebut tentu saja membuat dan rasanya frustasi karena Adhara yang masih saja terus mendiamkannya tanpa mau mengajaknya berbicara ataupun marah padanya.
Dan kini tengah berada di ruang kerjanya sambil menyelesaikan pekerjaannya yang belum dia selesaikan, mengingat Tadi ia harus pulang lebih awal karena masalah yang ditimbulkan oleh wanitanya tersebut. jadilah Tadi ia harus meninggalkan pekerjaannya demi Adhara Dan kini ia harus menyelesaikan nya dan membiarkan Adhara yang masih marah padanya.
Ia akan membujuk wanita nya tersebut nanti setelah ia selesai dengan pekerjaannya mengingat pekerjaannya harus diselesaikan malam ini juga.
Adhara ini Tengah duduk di ruang keluarga sambil menyilangkan kakinya yang ia selonjor kan. mengelus perutnya yang sudah membesar sambil melihat tayangan drama Korea di depannya yang tengah ia tonton.
"Katanya kalau lihat orang ganteng gini nanti anaknya ikutan ganteng, jadi buna bakalan sering-sering aja kamu buat nonton ajusshi ajusshi ganteng,” Ucap Adhara sambil mengelus perutnya tersebut sambil tersenyum melihat arah tayangan televisi di depannya yang tengah menampilkan drama Korea yang tengah hits.
“Ini mah definisi nemenin dari nol tapi suaminya nggak maju-maju,” ucap Adhara mengomentari tayangan di depannya yang tengah ia tonton tersebut.
“Lagi nonton apa hm?” tanya suara di samping Adhara sambil duduk di samping Adhara dan mengelus perut Adhara dengan begitu lembutnya. Nyaman, itulah yang saat ini Adhara rasakan saat tangan besar tersebut terus saja mengelus perutnya yang besar tersebut.
“Gak liat aku lagi nonton drakor?” tanya Adhara dengan begitu sinisnya pada laki-laki di sampingnya yang tak lain adalah Chan. Chan menghembuskan nafasnya kasar berusaha untuk bersabar menghadapi istrinya yang tengah marah tersebut.
“Masih marah sama aku?” tanya Chan dengan menatap wajah Adhara. Ia menatap Adhara dengan tatapan bersalahnya.
Chan kini bahkan sudah merebahkan kepalanya dengan menjadikan paha Adhara sebagai bantalannya namun Adhara malah hanya diam dan membiarkannya saja memilih untuk fokus dengan tayangan di depannya membuat Chan kini harus lebih bersabar menghadapi istrinya yang tengah hamil tersebut.
Seperti yang dikatakan oleh Mama dan Ibu mertuanya wanita hamil emosinya sulit ditebak dan mudah meledak-ledak jadi lebih baik ia bisa lebih sabar dan banyak mengalah pada Adhara. Dan itulah yang akan Chan lakukan seperti saat ini.
__ADS_1
“Sayang Buna masih marah nih sama ayah,” ucap Chan mengadukan nasibnya pada anaknya tersebut. Chan mengelus perut Adhara dengan begitu lembut sambil menciumi perut Adhara. Adhara masih saja tetap diam tanpa mau meresponnya.
“Bilangin dong sama Buna biar gak marah lagi sama ayah, ayah padahal cuma ngelakuin ini biar Buna gak masuk dalam masalah. Dan Lucine, ayah juga udah ngasih peringatan keras sama dia buat gak ganggu keluarga kita. Ayah juga janji buat gak lagi deket sama cewek lain kalau Buna gak suka,” ucap Chan yang kini sudah berbicara panjang lebar menjelaskan pada anaknya yang masih berada dalam rahim Adhara tersebut. Adhara hanya diam mendengarkan lalu segera mematikan televisinya membuat Chan di buat bingung juga terkejut mendengarnya.
Chan segera menegakkan tubuhnya saat melihat Adhara yang kini sudah menatapnya dengan tatapan tajamnya.
“Gendong, aku mau ke kamar mau tidur,” ucap Adhara dengan manjanya yang membuat Chan kini tersenyum dengan begitu lebar mendengarnya, jika sudah seperti ini ia tahu pasti wanitanya tersebut sudah mau memaafkannya.
“Ayo sayang,” ajak Chan yang dengan segera menggendong Adhara menuju ke arah kamar mereka dengan senyumannya yang terlihat jelas.
“Lain kali jangan diulangi,” ucap Adhara pada Chan memperingati suaminya tersebut agar tak lagi mengulangi kesalahan yang sama mengingat kini ia menjadi mudah sekali cemburu.
“Iya ibu negara,” ucap Chan dengan senyumannya. Setelahnya Adhara mengeratkan pelukannya pada Chan membuat Chan tersenyum senang karenanya.
***
Antares kini tengah berada di rumah Sky, kini ia masih membujuk gadis nya tersebut untuk memaafkannya. Bahkan kini Antares sudah membawa banyak sekali coklat juga makanan kesukaan Sky. Orang tua Sky yang melihat hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Sky, maaf ya. Aku tadi cuma khawatir sama kalian mangkanya aku telfon Chan,” ucap Antares menjelaskan pada Sky yang kini malah terlihat fokus pada coklatnya mengabaikan Antares di sampingnya yang kini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Akan sulit memang untuk meluluhkan Sky.
“Sky,” panggil Antares pada Sky yang kali ini menatap Antares dengan tatapan tajamnya yang membuat Antares kini mengalihkan tatapannya dari Sky. Sky menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah Antares dengan serius.
“Aku juga pasti bisa jaga diri sendiri dan jaga Adhara, aku cuma pengen ngasih pelajaran buat Lucine biar dia gak ganggu rumah tangga Adhara dan Chan,” ucap Sky pada Antares yang kini sontak menoleh ke arah Sky dan menatap Sky balik.
“Aku tahu tapi aku tetep ngerasa khawatir Sky,” ucap Antares pada Sky. Ia hanya tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Sky apalagi di sana juga ada Adhara yang tengah hamil siapa yang tahu jika Lucine melakukan sesuatu yang buruk pada kedua perempuan tersebut.
“Udah lah, aku tau aku salah,” ucap Sky akhirnya membuat Antares menghela nafas kasar mendengar ucapan Sky yang malah seperti menyalahkan diri sendiri dan Antares yang paling benar.
__ADS_1
“Sky bukan gitu maksud aku,” ucap Antares pada Sky.
“Aku gak papa, udah lupain aja,” ucap Sky pada Antares sambil memegang wajah Antares menangkup wajah laki-laki tersebut dengan senyumannya berusaha untuk meyakinkan laki-laki tersebut jika ia baik-baik saja.
Antares menghela nafasnya lega melihat hal tersebut karena merasa Sky tak lagi marah padanya.
“Mending kamu bantuin aku ngabisin ini aja, kamu sengaja ya beli banyak coklat biar aku gemuk?” tanya Sky dengan memicingkan matanya curiga pada Antares yang kini kembali gelagapan mendengar pertanyaan Sky tersebut. Ia takut jika ia salah bicara malah akan membawa pertengkaran lagi bagi mereka. Melihat reaksi ANtares tersebut Sky sontak meledakkan tawanya karena merasa lucu melihat respon Antares.
“Aku bercanda aja kali, makasih ya,” ucap Sky dengan senyumannya yang membuat Antares bisa menghembuskan nafasnya lega mendengar hal tersebut lalu mengelus puncak kepala Sky lembut.
Setelahnya mereka melanjutkan acara makan mereka karena disana Antares membawa banyak sekali makanan. Mereka sesekali tertawa dan bercanda bersama menikmati waktu mereka bersama.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
__ADS_1
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya