Atmosphere

Atmosphere
S2 Delta Aquarids


__ADS_3

Fyi "Hujan meteor dengan nama Delta Aquarids ini mencapai puncak aktivitas antara tanggal 28 sampai 29 Juli"


Happy Reading All.


***


Antares dan Izar berjalan bersama di koridor kampus, dengan banyak tatapan mata yang terus melihat ke arah mereka dengan tatapan yang memuji. Wajah tampan dan tubuh yang atletis membuat siapapun merasa kagum dengan laki-laki tersebut. Namun tentu berbeda dengan Adhara dan mungkin beberapa orang lain juga yang tak terlalu peduli dengan laki-laki tersebut.


"Gue kemarin ketemu sama Nora di tempat latihan tembak milik om gue," ucap Izar saat mereka tengah berjalan menuju kelas mereka. 


Antares berjalan dengan begitu gagahnya dengan satu tangannya yang berada di dalam saku celana nya dan satunya lagi memegang tas nya.


"Dia bener pembunuh bayaran?" Tanya Antares dengan begitu santainya yang dijawab dengan gelengan oleh Izar.


"Hanya pengunjung," ucap Izar yang kembali dijawab dengan anggukan oleh Antares. Namun tak lama ia segera menghentikan jalannya dan terlihat berpikir dengan serius sebelum ia menatap Izar dengan tatapan curiga. 


Izar menatap bingung pada sahabatnya tersebut dan ikut menghentikan langkah.


"Kenapa?" Tanya Izar dengan menaikkan sebelah alisnya bingung menatap sahabat nya tersebut dengan tatapan penuh tanya.


"Gue jadi curiga kalau lo suka sama tuh cewek. Gak biasanya lo penasaran sama urusan orang apalagi cewek," ucap Antares pada Izar. Ia begitu mengenal temannya tersebut karena tak hanya berteman mereka juga adalah sepupu.


"Ngaco lo," ucap Izar yang terlihat salah tingkah lalu segera pergi dari sana meninggalkan Antares yang kini sudah menatap Izar dengan senyumannya. Ia tahu ada yang berbeda dari temannya tersebut.


Antares berlari untuk mengejar Izar. Namun saat ia melewati gang koridor lain ia malah melihat Adhara yang tengah berjalan seorang diri sambil memainkan ponselnya membuat laki-laki tersebut mengurungkan niatnya untuk mengejar Izar dan lebih memilih untuk mengejar Adhara.


"Zar, lo duluan aja gue ada urusan," ucap Antares berteriak pada Izar yang setelahnya segera berlari untuk mengejar Adhara. 


Tak lama dapat ia lihat Adhara yang kini berjalan seorang diri sambil memainkan ponselnya dan tersenyum sendiri seperti orang gila. Antares dengan otak jahilnya berjalan pelan ke arah Adhara lalu dengan jahilnya mengagetkan Adhara hingga ponsel gadis tersebut hampir saja terjatuh jika Antares tidak segera menangkapnya.


"Bego, anak setan lo. Hp gue hampir masuk ugd gara-gara lo nih," ucap Adhara sambil memukuli Antares dan mengambil ponselnya dengan wajah marahnya. 


"Gue anak orang Ra, bukan anak setan," ucap Antares sambil menitipkan bibirnya.


"Gak peduli gue, mau lo ada DPR atau Dinosaurus sekalipun. Enyah lo," ucap Adhara kesal sambil menyentil kening Antares. Merasa kesal dengan laki-laki tersebut yang masih saja merecoki hidupnya.


"Pulang kampus lo sibuk gak?" Tanya Antares yang kini malah mengikuti Adhara berjalan mundur agar bisa melihat wajah Adhara yang hanya sibuk memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Sibuk," ucap Adhara singkat. Meskipun ia tak sibuk pun lebih baik ia jawab saja sibuk.


"Besok?" Tanya Antares lagi tak mau mengalah. Kali ini ia benar-benar ingin  berjuang untuk gadis tersebut.


"Intinya kalo sama lo sibuk mulu," ucap Adhara lalu mendorong badan Antares kesamping. Ia malas jika harus meladeni laki-laki yang sampai saat ini masih tak diketahui namanya tersebut.


"Dasar gak waras," ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya. Ia tak tahu jika kini malah harus berhadapan dengan laki-laki seperti itu.


Malas untuk memikirkan tentang Antares, Adhara lebih memilih untuk segera masuk ke kelasnya.


***


Waktu yang begitu ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa akhirnya datang juga. Waktu pulang kampus yang begitu mereka inginkan. Berada di kampus dengan segala macam materi yang memusingkan terasa membuat kepala mereka ingin meledak saja rasanya. Namun beruntung kini Waktu pulang telah tiba.


"Langsung ke depan aja yuk, gue yakin mereka udah nunggu di depan," ucap Adhara pada Nora. Gadis tersebut hanya mengangguk lalu segera berjalan bersama menuju depan kampus untuk menemui Arche dan Chan yang mengatakan akan menjemput mereka dan akan pergi bermain.


"Hey cantik nya, mau di anter pulang gak?" Tanya suara dari belakang Adhara. Tanpa menoleh pun Adhara tahu siapa laki-laki tersebut. Kini suara laki-laki tersebut sudah begitu ia hafal mengingat Antares yang suka sekali mengganggu Adhara.


"Kagak," ucap Adhara kesal lalu segera menarik tangan Nora untuk segera pergi yang malah tetap saja di ikuti oleh Antares juga Izar. 


Hingga langkah kedua laki-laki tersebut terhenti saat melihat kedua gadis tersebut berjalan ke arah dua orang pria yang menunggu di depan mobil mereka masing-masing.


"Yang tinggi itu kakaknya Nora," ucap Izar yang berhasil membuat Antares menatap Izar dengan menyelidik.


Izar bisa tahu jika salah dari mereka adalah kakak Nora karena mobil yang berada di sana salah satunya adalah milik orang yang menjemput Nora kemarin.


"Ayo balik," ajak Izar tanpa menghiraukan tatapan curiga dari Antares. Ia lebih memilih untuk segera pulang dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.


Di sisi lain kini Adhara cs sudah berencana untuk sekedar jalan-jalan Orchid Forest, berhubung Adhara dan Nora hanya memiliki satu kelas untuk hari ini. 


***


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu kini mereka akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. Hawa segar benar-benar memanjakan kulit dan paru-paru mereka.


Pemandangan yang begitu indah bagai penyejuk bagi mata mereka. Adhara dan Nora kini sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Arche juga Chan di belakang mereka.


Adhara dan kameranya begitu aktif memotret berbagai pemandangan di sana. Nora hanya mengikuti saja dengan sesekali menunjuk pemandangan indah yang berada di sana agar Adhara memotret nya.

__ADS_1


"Tuh Ra, bagus noh si sana," ucap Nora sambil menunjuk ke arah depannya. Adhara segera mengarahkan kameranya. Namun saat ia sudah akan bersiap untuk menangkap pemandangan indah tersebut, pemandangan tersebut langsung berubah dengan dua orang laki-laki yang saling bergandengan tangan sambil menatap sinis pada Adhara dan Nora.


Adhara sudah menurunkan kamera nya dan menatap tak percaya dengan dua laki-laki yang begitu ia kenali tersebut. Begitupun dengan Nora. Kini mereka sudah bergidik ngeri melihat pemandangan di depan mereka itu.


"Bukan pacar sama temen gue," ucap Adhara sambil bergidik ngeri. Karena yang kini tengah berpegangan tangan tersebut adalah Chan dan Arche.


"Bukan abang sama sahabat gue juga," ucap Nora.


Kedua gadis tersebut akhirnya memilih pergi sambil menutupi wajah  mereka karena merasa malu dengan tingkah Chan juga Arche.


Arche dan Chan yang melihat hal tersebut malah memelototkan matanya. Mereka melakukannya untuk menarik perhatian Adhara dan Nora yang sibuk sendiri, kini malah mereka yang ditinggalkan dan kedua gadis tersebut dengan jahat ya jahat ya tak mau mengakui mereka.


"Lah, kita malah di tinggal," ucap Arche pada Chan yang kini melah sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Arche.


"Bukan temen gue," ucap Chan yang kini malah ikut tidak mengakui Arche. Arche tersenyum dengan sinis lalu mengejar Chan dan memukul laki-laki tersebut. Membuat mereka kini malah saling memukul. Adhara dan Nora yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah_ dan @wphilmiath_


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2