
FYI "Asteroid Troya Jupiter adalah kelompok besar dari benda langit yang berbagi orbit dengan planet Jupiter yang sama-sama mengelilingi matahari."
Happy Reading All.
***
Adhara kini menatap bosan ke arah Chan yang kini terlihat begitu sibuk dengan dokumen di depannya. Sedangkan ia sedari tadi hanya diam sambil memainkan ponselnya. Ia memang bekerja namun Chan hanya memberinya sedikit pekerjaan, juga hanya meminta Adhara untuk pergi meeting atau kemanapun laki-laki tersebut pergi, juga mengatur waktunya. Selebihnya Chan hanya memberinya sedikit pekerjaan. Dan setelah itu ia hanya bisa mengangguk sambil memainkan ponselnya atau hanya menatap Chan yang sibuk dengan pekerjaannya.
Merasa tak tahan lagi hanya berdiam diri dengan segera Adhara menghampiri Chan dan duduk di depan laki-laki tersebut lalu mengambil salah satu dokumen yang berada di sana lalu mulai membacanya. Chan yang melihat hal tersebut menatap Adhara dengan menggelengkan kepalanya.
“Bosen?” tanya Chan pada Adhara yang kini hanya menjawabnya dengan anggukan singkat.
“Udah aku bilang kan mending di rumah kamu bisa santai-santai atau bisa main sama Sky,” ucap Chan pada Adhara yang kini membuat wanita tersebut menatap serius pada Chan dengan wajah datarnya. Chan mengerutkan keningnya bingung melihat reaksi Adhara tersebut padahal ia tidak merasa salah bicara.
“Aku bosen karena kamu gak kasih kerjaan Chan, aku ke sini buat bantu kamu tapi kamu malah gak ngasih aku kerjaan sama sekali,” ucap Adhara sambil mengerucutkan bibirnya menatap Chan dengan tatapan kesalnya. Chan yang mendengar hal tersebut hanya terkekeh sambil mengacak rambut Adhara.
“Aku gak mau kamu capek aja,” ucap Chan pada Adhara yang kini membuat Adhara menghembuskan nafasnya kasar mendengar jawaban laki-laki tersebut. Jika begitu percuma bukan Chan membolehkannya bekerja jika Chan saja masih membatasi pekerjaannya.
“Aku gak papa Chan. Aku juga pengen kerja tau, dari pada aku gak ada aktivitas di rumah,” ucap Adhara pada Chan dengan nada merajuknya. Ia merasa Chan terlalu memanjakannya padahal ia ingin Chan membiasakan saja perlakuannya pada Adhara. Namun wanita tersebut tahu Chan bersikap seperti itu untuk memanjakan Adhara agar wanita tersebut merasa nyaman dan tak pergi meninggalkan nya.
“Sini, mending kamu baca ini, ini materi buat meeting nanti,” ucap Chan pada Adhara sambil mengambil dokumen yang ada di tangan Adhara dan memberikan dokumen lain untuk dibaca oleh Adhara. Adhara dengan segera mengambil nya lalu memilih untuk kembali ke mejanya namun Chan dengan segera menahannya membuat Adhara kini mengerutkan keningnya bingung.
“Di sini aja, biar pemandangan aku tetep indah,” ucap Chan dengan senyumannya yang malah membuat Adhara kini seolah ingin muntah mendengar ucapan tersebut. Chan yang melihat hal tersebut memelototkan matanya melihat reaksi Adhara tersebut.
“Dosa kamu Yang udah lah manggil aku gak ada embel-embel nya sekarang aku ngomong malah sok mau muntah,” ucap Chan pada Adhara yang kini hanya terkekeh mendengar hal tersebut. Adhara memilih untuk menarik kursi yang didudukinya lalu menggesernya di dekat Chan dan akhirnya memilih duduk di sana sambil membaca dokumen yang sudah diberikan oleh Chan.
“Udah kan?” ucap Adhara pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
Setelahnya mereka memilih untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Adhara terlihat serius dengan dokumennya begitupun dengan Chan.
***
Arche kini berjalan di koridor kampusnya untuk menuju ruang sekretariat namun tatapannya tak sengaja langsung tertuju pada Delia yang kini berjalan dengan temannya. Namun saat melihat keberadaan Arche, gadis tersebut malah memilih melewati jalan lain. Bahkan Arche dapat melihat kebingungan di wajah temannya akibat ulah Delia tersebut.
Gadis tersebut memang masih kuliah di tempat yang sama dengan Arche karena ia mengambil S2 di fakultas yang sama juga, sebenarnya semua itu ia lakukan tak hanya karena ia menyukai jurusan yang diambilnya namun juga untuk Arche. Namun siapa sangka kini mereka malah begitu jauh.
“Kayaknya dia bener-bener nyerah,” ucap Arche menghembuskan nafasnya kasar. Entah mengapa kini ia malah merasa ada yang kurang, seperti kehilangan sesuatu yang biasanya selalu mengganggunya. Arche menggelengkan kepalanya.
“Engga, gue gak suka sama dia,” ucap Arche dengan tegas lalu memilih untuk segera menuju ruangan yang akan dituju nya daripada ia terus memikirkan tentang hal terus mengganggunya tersebut.
“Lagi pula gue juga kan yang nyuruh dia pergi, jadi gak mungkin gue ngerasa kehilangan. Dia bukan apa-apa buat gue,” ucap Arche yang masih meyakinkan hatinya dan berusaha menghilangkan segala pemikiran aneh di hatinya dan segera ingin menyelesaikan urusannya.
***
“Gue deg degan,” ucap Sky pada Antares yang kini menatap datar pada Sky. Entah apa yang membuat gadis tersebut begitu gugup padahal yang akan mereka temui adalah orang tua Sky bukan orang tua Antares
“Ini baru orang tua lo, bukan orang tua gue loh,’ ucap Antares dengan sinis pada Sky yang kini menatap kesal ke arah Sky lalu memilih untuk segera keluar dari mobilnya meninggal Antares yang kini segera mengejar Sky dengan menghembuskan nafasnya kasar melihat gadis yang tengah merajuk tersebut.
Namun saat sampai di depan rumah Sky, Antares mengerutkan keningnya melihat mobil yang seperti ia kenali. Sky yang melihat Antares yang malah berhenti, dengan segera Sky menghampiri Antares dan menatap Antares dengan bingung.
“Kenapa?” tanya Sky pada Antares yang akhirnya menggelengkan kepalanya lalu segera mengajak Sky untuk masuk. Sky yang bingung hanya mengangkat bahunya lalu memilih untuk mengikuti Antares mengabaikan laki-laki tersebut.
Saat sampai di rumahnya Sky langsung masuk setelah mengucapkan salam. Bisa ia tebak jika kini orang tuanya tengah ada tamu karena suara mereka yang cukup keras terdengar. Dan bisa ia dengar jika kini ibunya tersebut seperti tengah membahas perjodohannya, membuat Sky menghembuskan nafasnya kasar.
Padahal ia sudah mengatakan jika ia akan membawa kekasih untuk menemui orang tuanya tersebut. Apa ibunya tersebut tak mempercayainya karena waktu yang diberikan sudah akan habis? sangat tidak sabaran, gerutu Sky lalu menggandeng Antares untuk masuk agar ibunya tersebut bisa melihat jika kini ia tak datang sendiri.
__ADS_1
Ia ingin menunjukkan pada orang tuanya juga orang tua laki-laki yang akan dijodohkan dengannya tersebut jika kini ia datang bersama dengan kekasih nya, dan akan membatalkan pertunangan tersebut. Meskipun hubungannya dengan Antares hanya sandiwara.
“Mama,” sapa Sky saat sampai di ruang tamu membuat orang yang berada di sana sontak melihat ke arah Sky juga Antares dengan tatapan terkejutnya.
“Mama,” ucap Antares juga tak kalah terkejut nya. Begitupun dengan Sky yang kini sontak melihat ke arah Antares dengan tatapan terkejut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".
__ADS_1