Atmosphere

Atmosphere
S2 Gerhana Bulan Parsial


__ADS_3

Fyi "Gerhana Bulan Parsial terjadi ketika sebagian satelit Bumi tersebut melintasi bayangan paling gelap Bumi atau Umbra."


Happy Reading All.


***


Suasana sepi dan hening di kampus memang begitu menenangkan membuat siapapun yang berada di dalamnya akan nyaman jika berlama-lama di sana saat membutuhkan ketenangan. Apa lagi dengan fasilitas yang memang begitu memadai membuat siapapun akan betah berlama-lama di sana.


Seperti Sky, kini ia tengah berada di perpustakaan bersama dengan Antares yang kini tengah membaca bukunya begitupun dengan Sky. Beberapa bulan lagi ia sudah akan menghadapi ujian semester jadilah kini ia semakin rajin belajar.


“Main mulu sih sama Adhara, jadi keteran kan,” ucap Antares pada Sky yang kali ini hanya mendengus mendengarnya dan melanjutkan kegiatannya untuk membaca buku di depannya lagi. Tanpa menghiraukan Antares, Sky tetap pada bukunya, kini gadis tersebut terlihat begitu serius pada apa yang tengah ia baca.


Antares yang sudah mulai bosan dengan buku nya akhirnya memilih untuk membuka ponselnya dan bermain game di ponselnya tersebut. Membiarkan Sky dengan kesibukannya. Hingga saat mereka tengah sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing tiba-tiba saja ada yang meletakkan air mineral di depan Sky membuat mereka berdua kompak menoleh ke orang yang memberikan air mineral tersebut.


Sky tersenyum ke arah laki-laki yang memberikannya air mineral tersebut berbeda dengan Antares yang kali ini sudah memelototkan matanya melihat hal tersebut. Antares kini bahkan sudah bangun dari tempatnya dan hendak mengejar laki-laki yang dengan berani menggoda tunangannya tersebut.


“:Wah berani lo deketin tunangan gue,” ucap Antares yang sudah akan mengejar laki-laki yang kini tertawa melihat Antares tersebut. Namun Sky yang melihatnya segera menahan Antares dengan tawanya melihat Antares yang kini tengah kesal tersebut.


“Malah ketawa lagi, ngejek banget dia,” ucap Antares dengan emosinya yang membuat Sky kini semakin terkekeh mendengar hal tersebut. Antares dengan sikap cemburu dan teman satu tim nya yang suka sekali menggodanya memang perpaduan yang pas untuk menghibur Sky. Ya laki-laki yang tadi memberikan Sky minum adalah teman satu tim basket Antares.


“Udah lah dia cuma bercanda,” ucap Sky pada Antares yang kini sudah kembali lagi duduk di posisinya. Memangnya siapa lagi yang berani untuk menggoda Sky jika Antares berada ada didekat gadis tersebut.  selain tim basket laki-laki tersebut Antares memang tidak begitu dekat dengan teman laki-lakinya yang lain.  laki-laki tersebut hanya menghabiskan waktunya bersama dengan Sky tentu saja ia tidak akan memiliki waktu untuk bersama dengan  temannya yang lain.


"Emang ngeselin mereka tuh, miris banget Emang jadi jomblo,”  ucap  Antares merasa kesal dengan tingkah teman basketnya tersebut yang suka sekali membuatnya kesal dengan cara menggoda Sky.


 "kamu udah kan belajarnya ini udah sore kita harus putar balik,”  ucap Antares pada Sky yang kali ini  akhirnya kan kepalanya  dan membereskan buku-buku yang ia pinjam untuk ia kembalikan di tempat pengembalian buku.  Ia juga membereskan alat tulisnya dan laptop yang ia gunakan. Setelah selesai mereka segera keluar bersama.


Di perjalanan Antares terus saja menggenggam tangan Sky dengan begitu erat menunjukkan bahwa gadis tersebut adalah miliknya dan tidak ingin membiarkan siapapun untuk mengambilnya dari laki-laki tersebut. Sky yang berjalan di sampingnya hanya bisa tersenyum dengan bahagia melihat sikap posesif dari tunangannya tersebut.

__ADS_1


Saat sampai di parkiran kini ternyata parkiran Tengah begitu ramai tepatnya begitu ramai karena banyak tim basket Antares yang tengah berada di sana.


“Ini pasangan Emang demen banget ya nempel mulu Udah kayak perangko,”  ucap salah satu teman Antares yang membuat Antares gini malah tersenyum dengan begitu bangganya memamerkan Sky pada mereka.


“Iyalah tunangan cantik gini ya kali kagak ditempel in mulu, yang ada nanti malah diambil sama kalian,”  ucap Antares menjawab ucapan dari temannya tersebut yang kini terkekeh mendengar jawaban Antares.  sedangkan Sky hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan tunangannya tersebut yang tengah membanggakan dirinya.


“Takut banget lu ya Kalah saing sama gue, emang seganteng itu sih gue,”  ucap teman Antares yang lainnya menimpali ucapan laki-laki tersebut yang kali ini hanya berdecak mendengar betapa percaya dirinya temannya tersebut.


“Tingkat percaya diri nya Emang udah di tingkat abnormal,”  ucap Sky yang kali ini ikut menimpali ucapan tunangannya tersebut hingga membuat kini mereka tertawa mendengarnya.


“Udahlah gue balik dulu udah sore nih,”  ucap Sky pada teman-teman Antares tersebut berpamitan untuk pulang lebih dulu mengingat hari yang sudah sore.


Sky kini langsung saja naik ke atas motor Antares membuat Antares gini juga terbengong melihatnya.


“Aku yang nyetir,” ucap Sky dengan begitu santainya dan segera meminta antara untuk naik ke atas motornya. sedangkan Gadis tersebut kini sudah berada di atas motor Antares tersenyum dengan senyuman lebar nya sambil memakai helm nya.


Setelah Antares naik atas motornya dengan segera kaki gas motornya dengan 1 kali tarikan membuat Antares hampir saja terjatuh jika tidak langsung berpegangan pada Sky. Sky Melambaikan tangannya pada teman-teman Antares sebelum akhirnya ia melajukan motornya meninggalkan wilayah kampus tersebut dengan Antares yang kini masih berpegangan di tangki motor tersebut


***


“Kamu di dalam sana lagi apa sih?”  tanya Andara pada anaknya yang kini masih berada dalam perutnya tersebut. Adhara kini tengah berada di kantor Chan, ia sengaja ikut ke kantor Chan tapi tak ada yang ia lakukan kecuali duduk dan bersantai sambil menunggu Chan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.


 “Besok kalau udah besar jangan kayak Ayah kamu yang sibuk sama kerjaannya aja,” ucap Adhara pada anaknya tersebut dan mengelus perutnya yang sudah membesar tersebut.


Chan yang mendengar ucapan Adhara sontak melihat ke arah Adhara sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya tersebut. Chan akhirnya dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai ia dengan segera berjalan ke arah Adhara lalu duduk di samping istrinya tersebut dan ikut mengelus perut Adhara.


“Jadi kalian pengen apa?” tanya Chan yang kini sudah duduk di samping Adhara membuat Adhara kini malah berdecih melihat tingkah Chan.

__ADS_1


“Emang harus di sindir dulu baru peka. Padahal aku udah bosen dari tadi,” ucap Adhara dengan mengerucutkan bibirnya pada Antares yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.


“Aku kan harus kerja Sayang, buat kalian juga kan,” ucap Chan berusaha untuk menenangkan istrinya tersebut membuat Adhara menghembuskan nafasnya kasar.


“Terserlah lah, aku laper,” ucap Adhara pada Chan yang tersenyum mendengarnya.


“Ya udah kalau gitu sekarang mending kita makan aja,” ajak Chan yang setelahnya segera mengajak Adhara untuk keluar dan mencari makan siang untuk mereka.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


__ADS_2