
Happy Reading All.
***
Adhara meringis saat Antariksa terus memeriksa tangannya juga anggota tubuhnya yang lain, takut ada yang lecet dengan gadis tersebut. Tentu saja ia tak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu pada Adhara. Antariksa tentu tak akan segan untuk memberikan pelajaran bagi orang yang sudah membuat Adhata terluka.
“Gue gak papa Antariksa,” ucap Adhara dengan senyumannya berusaha menenangkan laki-laki itu yang terlihat begitu khawatir.
“Gimana lo bisa bilang gak papa saat tangan lo tergores gini?” sentak Antariksa dengan amarahnya yang sudah meledak-ledak.
Adhara hanya membalas laki-laki itu dengan sebuah senyuman menenangkan, lagi pula bagi Adhara luka tersebut hanya lah luka kecil yang tak berarti apa-apa baginya. Lagi pula kini Titania sudah mendapatkan balasannya dari Antariksa.
“Ini Cu ma luka kecil, gak mungkin uat gue mati juga kok,” ucap Adhara dengan senyuman menenangkannya yang malah terlihat begitu tengil bagi Antariksa.
“Gue gak akan mengampuni ketiga orang tersebut kalau sampai itu terjadi sama lo, termasuk Chan,” ucap Antariksa dengan amarahnya. Adhara hanya membalasnya dengan kekehan lalu mengelus tangan Antariksa menenangkan laki-laki itu.
Tak lama penjaga sekolah juga para guru yang melihat hal tersebut langsung berdatangan dan membantu Adhara juga Antariksa.
“Apa yang terjadi?” tanya salah satu guru yang merupakan guru BK yang berada di sana.
“Titania datang bersama dengan dua bodyguard nya dan menghajar Adhara lebih dulu, bahkan psikopat tersebut melukai tangan Adhara dengan pisau,” jelas Antariksa memandang Titania dengan wajah marahnya.
Amarah laki-laki itu terlihat begitu jelas siapapun pasti akan takut melihat Antariksa yang seperti itu. Para guru hanya bisa menggeleng melihat keributan yang dilakukan oleh para muridnya tersebut.
“Bawa mereka ke kantor polisi untuk Titania ikut ke ruang kepala sekolah,” ucap salah satu guru BK tersebut pada penjaga sekolah yang langsung membawa kedua bodyguards tersebut yang sudah membuat keributan juga membawa Titania yang merupakan dalang dari keributan tersebut.
Guru BK tersebut memang tidak pernah pandang bulu dalam memberikan hukuman pada muridnya, entah murid tersebut dari kalangan atas atau bahkan menjadi donatur tetap di sekolah pun jika ia memang salah maka akan dihukum.
Titania tentu saja tidak dibawa ke kantor polisi agar tidak membuat keributan dan membuat nama sekolah menjadi jelek karena insiden tersebut.
“Kita ke rumah gue sekarang,” ucap Antariksa yang langsung menarik Adhara menuju ke rumahnya menghiraukan panggilan dari guru BK yang memintanya untuk ikut ke dalam sekolah juga untuk mengobati luka Adhara.
__ADS_1
Di perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan. Adhara terlalu fokus melihat ke depan sedangkan Antariksa masih dengan kemarahannya berusaha fokus untuk menyetir.
Sampai tak lama akhirnya mereka langsung memasuki rumah Antariksa yang di sana sudah ada Mamanya yang menunggu mereka juga bersama Chan, Arche, juga Sky yang sudah lebih dulu datang.
“Bi cepat bawain kotak P3K sama air hangat dan kain bersih,” ucap Antariksa saat memasuki rumahnya dengan berteriak.
Adhara yang berada di sampingnya hanya bisa menggeleng melihat tingkah laki-laki itu, ketiga teman Adhara yang mendengar hal tersebut langsung menghampiri mereka dengan khawatir begitupun dengan Mama Antariksa yang langsung berdiri dengan raut khawatirnya.
“Apa yang terjadi Anta?” tanya Arpina dengan raut wajah khawatirnya pada sahabat anaknya itu yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
“Ini semua karena tunangan Chan, lo tau tunangan lo itu psikopat,” ucap Antariksa dengan amarahnya sambil menunjuk Chan dengan wajah kesalnya juga terlihat begitu marah.
Adhara yang mendengarnya memejamkan matanya merasakan jika sebentar lagi sepertinya akan ada pertengkaran baru lagi. Rasanya ia sudah begitu lelah untuk mendengar pertengkaran lagi.
“Adhara lo gak papa?” tanya Chan dengan begitu khawatir lalu menghampiri Adhara dan melihat seluruh tubuh Adhara memeriksa takut ada yang lecet.
Benar saja saat melihat tangan kiri gadis itu sudah terluka walau tak terlalu dalam tetap saja luka tersebut begitu panjang dan pasti sangat sakit. Sky bahkan di buat meringis melihatnya sedangkan yang terluka malah terlihat biasa saja.
“Gue gak akan segan buat perhitungan sama lo kalo terjadi apa-apa sama Adhara,” ucap Antariksa dengan tegas dan menatap tajam pada Chan yang tersenyum sinis.
“Lo gak perlu melakukan itu karena gue yang akan membuat perhitungan itu sendiri,” ucap Chan tajam. Kini mereka malah saling bertatap dengan begitu tajam membuat Adhara mendengus melihatnya.
“Sudah, sudah tidak perlu berantem. Adhara kamu obati luka kamu dulu,” ucap Arpina sambil memberikan kotak P3K pada Sky juga air hangat serta kain bersih pada anak nya itu.
Tentu ia tak akan memberikannya pada salah satu dari ketiga laki-laki yang berada di sana seperti tengah beradu tatap dengan begitu tajam tersebut.
“Mama siapin makanan untuk kalian,” ucap Arpina lalu segera pergi dari sana meninggalkan kelima remaja tersebut untuk menuju ruang makan dan mempersiapkan makanan untuk mereka.
“Keluarga lo emang gila Chan, gimana bisa minta lo nikah sama psikopat kayak gitu?” tanya Sky tak habis pikir. Gadis itu dengan telaten membersihkan luka Adhara dengan sesekali ikut meringis saat gadis itu juga meringis.
Chan serta kedua temannya itu tak ada yang menghiraukan ucapan Sky karena terlalu fokus melihat Adhara yang tengah di obatinya. Sky bahkan di buat mendengus kasar karena merasa diabaikan oleh ketiga laki-laki itu.
__ADS_1
“Kalian harus hati-hati sama Titania, keluarga Chan dan juga keluarga Titania adalah keluarga yang begitu berpengaruh dan tak bisa diusik,” ucap Arpina yang baru saja dari dapur dan kini ikut duduk mengobrol dengan remaja-remaja tersebut.
Adhara menghela nafasnya dan membalasnya dengan anggukan karena memang keluarga Chan juga Titania selain tak bisa diusik juga merupakan keluarga tak waras yang sangat mementingkan jabatan juga hartanya.
“Dengan Antariksa dan Adhara yang membuat pelajaran untuk gadis itu, mama yakin setelah ini mereka tidak akan tinggal diam. Termasuk kamu Chan, keluarga kamu pasti tidak akan terima setelah mendengar kejadian ini,” ucap Arpina melanjutkan penjelasannya membuat Chan mengangguk.
Ia tahu itu bahkan ia begitu yakin jika setelah ini pasti akan ada orang suruhan keluarga yang datang ke apartemen Adhara. Chan sebenarnya tak ingin melibatkan Adhara namun semua sudah terlanjur dan sudah sejauh ini.
“Tapi Adhara harusnya kamu cukur aja tuh alisnya si Titania itu biar gundul sekalian, rugi dong kalau nanti dapat balasannya tanpa melakukan apapun,” ucap Arpina membuat Adhara terkekeh mendengarnya.
Ibu Antariksa tersebut memang begitu baik dan receh sangat mirip dengan dirinya mereka seperti sefrekuensi. Mereka tertawa bersama mendengar ucapan Mama Antariksa tersebut.
“Sudah, ayo kita makan dulu,” ucap Arpina mengajak kelima remaja tersebut menuju ruang makan untuk makan bersama.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
__ADS_1
See You Next Chapter All.