
Happy Reading All.
***
Seperti yang telah Chan janjikan pada Adhara, kini sepasang kekasih tersebut tengah menikmati perjalanan menuju tempat yang entah kemana Chan akan membawanya untuk melihat senja. Dengan motor Antariksa yang dipinjam Chan.
Adhara memeluk Chan dengan erat membuat membuat senyuman laki-laki itu terus mengambang di balik helm fullface nya.
“Suka?” tanya Chan dengan sedikit mengeraskan suaranya membuat Adhara mengangguk dengan semangat.
“Tapi pusing kalo pake helm,” ucap Adhara mengeluhkan helm yang digunakannya membuat Chan terkekeh mendengarnya.
“Demi keselamatan lo juga,” ucap Chan dengan senyumannya membuat Adhara mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada Chan.
“Kita mau kemana?” tanya Adhara dengan rasa penasarannya yang sedari tadi ia tahan.
“Lihat senja,” ucap Chan membuat Adhara cemberut mendengarnya. Sedari tadi saat ia bertanya Chan selalu mengatakan jika akan mengajak Adhara melihat senja. Namun entah kemana laki-laki itu akan membawanya.
“Terserah deh ngeselin banget tau gak,” ucap Adhara dengan berteriak pada Chan.
“Ya emang kita mau lihat senja kan,” ucap Chan masih dengan pendiriannya untuk memberikan kejutan pada Adhara kemana mereka akan pergi.
“Iya deh iya, asal jangan ajak gue ke surga aja,” ucap Adhara membuat Chan memelototkan matanya mendengar ucapan gadis itu.
“Jangan bicara sembarangan,” peringat Chan yang membuat Adhara seketika membekap mulutnya.
Setelahnya tak ada lagi yang memulai pembicaraan, hingga tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah pantai yang terpampang begitu indah. Adhara yang melihatnya menatap penuh binar pada pemandangan lautan lepas di depannya itu.
“Pantai?” tanya Adhara dengan begitu berbinar dan segera turun dari motor berjalan lebih dulu menuju hamparan pasir tersebut.
Chan yang melihatnya tersenyum, Adhara kini terlihat menggemaskan hanya karena melihat pantai. Bahkan ia sampai lupa untuk melepaskan helm yang digunakannya.
__ADS_1
“Adhara helm nya mau di pakai terus?” tanya Chan dengan tawanya membuat Adhara memelototkan matanya sambil memegang kepalanya dan benar saja jika helm nya masih berada di tempatnya.
Adhara segera berjalan ke arah Chan lalu memberikan helmnya tersebut pada laki-laki itu. Chan yang melihatnya sampai di buat tertawa, gadis itu memang begitu menyukai hal yang berbau alam sampai lupa jika ia masih mengenakan helm.
“Chan ayo cepet jalan,” ucap Adhara yang sudah lebih dulu berlari meninggalkan Chan yang berjalan dengan santai. Chan yang mendengarnya segera mengejar gadis itu.
Setelah mendapatkan Adhara, Chan segera memeluk gadis itu dengan begitu erat dari belakang lalu mengangkatnya dan memutar nya.
“Lo tahu dengan keberadaan lo di sisi gue, gue jadi ngelupain segala beban yang gue rasain. Terima kasih Adhara,” ucap Chan membuat Adhara tersenyum mendengarnya. Setelahnya Chan melepaskan pelukannya dari Adhara lalu membawa Adhara untuk menghadapnya.
“Lo milik gue Adhara. Gak akan ada siapapun yang bisa ngambil lo dari gue. Bahkan jika itu takdir, gue bahkan menantang takdir demi lo,” ucap Chan dengan suaranya yang dibuat begitu keras sambil tersenyum dengan begitu lebar.
Setelahnya ia kembali memeluk Adhara dengan begitu erat yang juga dibalas dengan pelukan yang tak kalah erat oleh Adhara.
“Gimana kalau lo yang ninggalin gue?” tanya Adhara yang dibalas dengan gelengan pasti oleh Chan.
“Apapun yang terjadi gue gak akan ngelupain lo,” ucap Chan dengan kesungguhan yang terdengar jelas dalam ucapan laki-laki itu.
“Ok jadi sekarang gue pengen main sama lautan dulu,” ucap Adhara lalu melepaskan pelukannya dari Chan dan berlari menuju lautan lepas yang berada di depannya. Chan lebih memilih untuk duduk di hamparan pasir yang berada di sana sambil melihat Adhara yang terus berlarian di lautan lepas tersebut.
Setelah puas bermain-main dengan air, Adhara segera berjalan ke arah Chan dengan menggigil karena bajunya yang sudah basah akibat obat yang menerjangnya. Adhara segera duduk di samping Chan. Chan yang melihat gadis nya itu kedinginan segera melepaskan jaketnya lalu memakaikannya pada Adhara.
“Lagian tadi udah di suruh pake jaket gak dengerin sih, dasar bandel,” ucap Chan sambil menyentil hidung Adhara membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya.
Chan mengambil kedua tangan Adhara lalu ia saling gosokkan telapak tangan gadis itu, setelahnya ia tempelkan di pipi Adhara membuat gadis itu merasa hangat, hal tersebut terus ia lakukan secara berulang. Setelah dirasa Adhara merasa sedikit hangat, Chan menarik Adhara kedalam pelukannya.
Matahari yang sudah begitu setia menemani di sepanjang hari itu kini perlahan mulai bergulir di ufuk barat, untuk mengganti tugasnya pada bulan yang selalu setia menunggu. Adhara yang melihat indahnya pemandangan di depannya tak hentinya mengucapkan kata pujian pada sang pencipta keindahan tersebut.
“Kenapa lo suka senja?” tanya Chan pada Adhara sambil melihat ke arah kekasihnya itu.
“Karena senja menghantarkan kedamaian, warna nya yang indah bagai salam perpisahan. Tapi salam perpisahan itu adalah salam perpisahan yang mengatakan jika ia akan kembali besok,” ucap Adhara menjelaskannya pada Chan sambil tersenyum dengan begitu lebar.
__ADS_1
“Senja juga seperti penyemangat, memberi semangat seolah mengatakan jika pada kita sudah melakukan hari dengan baik. Sampai bertemu di hari esok, semoga hari esok bisa lebih baik lagi,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil melihat ke arah Chan yang kini juga melihat ke arah Adhara dengan senyumannya.
“Udah malem. Ayo pulang,” ajak Chan yang sudah lebih dulu berdiri. Adhara juga segera berdiri dengan bantuan Chan lalu mereka saling merangkul menuju motor mereka.
“Chan, gimana sama Arche atau Antariksa? Siapa yang kerumah lo?” tanya Adhara mengingat jika di antara kedua laki-laki itu diperintahkan untuk menuju rumah Chan.
“Antariksa, nanti gue tanya ke dia,” ucap Chan yang di balas dengan anggukan oleh Adhara.
“Semoga semua baik-baik saja,” ucap Adhara dengan begitu tulus, ia begitu tak ingin terjadi sesuatu pada Mama Chan mengingat bagaimana Papa Chan tersebut.
“Semua akan baik-baik aja, kalau ada apa-apa sama Mama. Gue rudal bokap gue,” ucap Chan dengan candanya yang langsung mendapatkan cubitan di perutnya oleh Adhara.
“Becanda mulu,” ucap Adhara dengan wajah keslanya membuat
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.