
Happy Reading All.
***
Adhara terus memikirkan ucapan Nora tadi, pembicaraan mereka masih terngiang-ngiang di kepala Adhara. Apa kali ini cintanya bertepuk sebelah tangan? Bahkan Arche terlihat biasa saja saat tahu Adhara tinggal bersama Chan.
Hati kecil Adhara meminta gadis itu untuk segera mundur, Adhara menghela nafasnya kasar. Ia memang harus bisa sadar diri dan ikhlas menerima untuk bisa mundur. Tapi kalau gak bisa ya gak papa maju aja trobos aja.
Adhara kini duduk di samping Chan sedangkan di samping kirinya adalah Sky hingga kini ia diapit oleh Chan dan dan Sky. Di depannya adalah Arche, di samping Arche laki-laki itu diapit oleh Antariksa juga Nora.
Pandangan Adhara tak luput dari laki-laki itu yang tengah berbincang dengan Nora. Pandangan Adhara terus tertuju pada mereka. Jujur saja ia merasa kesal melihat kedekatan mereka. Namun, Adhara cukup sadar diri selain di sana ia adalah kekasih Chan, Nora juga sudah lebih dulu mengenal Arche.
Adhara menatap makanan di depannya tanpa minat, namun ia tetap memakannya. Chan terus memperhatikan gerak gerik gadis di sampingnya itu. Ia bahkan tahu jika sedari tadi Adhara terus melihat ke arah sahabatnya, Arche.
“Kenapa gak di makan Ra?” tanya Arche saat melihat Adhara hanya mengaduk makanannya. Adhara melihat ke arah Arche lalu menggeleng sambil tersenyum. Begitupun yang lainnya yang kini juga melihat ke arah Adhara.
“Eh gak papa kok,” ucap Adhara menggeleng dan mulai memakan makananya. Arche meletakkan dagin yang berada di sumpitnya pada Adhara membuat Adhara tersenyum senang berbeda dengan Nora yang terlihat begitu datar, begitupun dengan Chan.
Entah mengapa ia merasa kesal melihat perhatian Arche pada Adhara, ia merasa tak suka saat melihat sahabatnya itu yang begitu perhatian pada Adhara. Chan menggeleng tegas menghilangkan pikirannya sendiri yang mengatakan jika ia cemburu.
“Jangan terlalu perhatian dia punya Chan,” peringat Antariksa yang malah membuat Arche terkekeh lalu menatap sahabatnya itu sambil tersenyum.
“Tatapan gak bisa bohong,” ucap Arche yang malah penuh tanda tanya di kepala mereka, Antariksa yang mendengarnya begitu terkejut lalu mengalihkannya dengan memakan makananya sendiri.
Mereka melanjutkan makanan mereka dengan sesekali mengobrol bersama. Namun, tatapan Adhara tak bisa lepas dari Arche yang tengah memakan hotpot tersebut dengan lahap. Laki-laki itu terlihat begitu tampan dalam segala kondisi.
“Adhara jangan liatin Arche mulu, nanti Chan cemburu loh,” ucap Sky sambil menyenggol tangan Adhara menyadarkan gadis itu yang memang sedari tadi terus melihat ke arah Arche. Sebenarnya Sky hanya ingin menggoda Adhara namun kini malah dua orang yang kena.
“Engga,” ucap Adhara dan Chan kompak. Mereka selanjutnya saling tatap membuat orang -orang di sekitar mereka langsung menyoraki mereka.
“Cie kompakan, bisa gitu ya kalau udah pasangan tuh,” goda Sky lagi sambil terkekeh. Adhara hanya memutar bola matanya malas. Gadis ini ternyata begitu menyebalkan.
“Ribet banget hidup lu,” ucap Adhara sambil menyodorkan daging yang ada di sumpitnya pada Sky untuk menyumpal mulut gadis itu agar tidak banyak bicara.
“Siapa juga yang cemburu sama orang modelan gini,” ucap Chan yang tanpa sadar mengatakannya dengan nada cemburu yang begitu ketara.
__ADS_1
Sebenarnya Chan sangat malas mengakui ini tapi hatinya tak bisa berbohong kalau dia memang sedikit cemburu pada Arche. Entah sejak kapan perasaan ini mulai muncul. Tapi dengan sikap Adhara yang begitu baik dan ceria tak sulit menyukai gadis itu.
“Kak Chan mah gak mau ngaku padahal udah kelihatan banget loh dari cara ngomongnya aja kalau kakak cemburu,” ucap Sky yang masih saja suka menggoda Adhara dan Chan.
Sky menyenggol tangan Adhara sambil tersenyum menggoda membuat Chan dan Adhara sontak memelotot dan hal itu tak luput dari perhatian mereka.
“Tuh kan kompakan lagi,” ucap Sky dengan tawanya yang langsung pecah apalagi saat melihat wajah Adhara dan Chan yang langsung memerah.
Arche dan Nora juga ikut tertawa sedangkan Antariksa hanya diam. Melihat tawa Arche entah mengapa hati Adhara malah begitu sakit mendengarnya. Laki-laki itu tertawa tanpa beban seperti tak ada rasa cemburu sedikitpun yang tersimpan di sana.
Sepertinya kenyataan ini cukup untuk menampar Adhara hingga terjungkal dan memintanya untuk segera mundur atau berjuang dengan semangat dengan resiko patah hati.
“Lo bisa diem gak? Bawel banget,” ucap Antariksa tajam membuat Sky langsung terdiam saat mendengarnya. Jika sang kakak sudah berkata dengan tegas tersebut maka harus menurutinya jika tidak siap-siap saja mendapatkan kemurkaan dari kakaknya itu.
“Sudah-sudah mending lanjut makan lagi,” ucap Arche menengahi.
Mereka akhirnya kembali menyantap makanan mereka dengan sesekali Sky dan Adhara yang terlibat percekcokan yang kadang membuat orang di sekitarnya pening melihat hal tersebut.
“Ini sih acara makan-makan kagak jadi belajar bareng,” ucap Adhara sambil menyuapkan sayuran yang diambilnya.
“Asal lo aja sih yang bayar,” ucap Adhara malas. Ia bukan orang kaya yang bisa seenaknya menaktrik teman-temannya dengan tidak memperhitungkan uang yang dia miliki.
“Tenang aja,” ucap Sky sambil mengacungkan jempolnya.
“Besok latihan basket di pulang sekolah aja,” ucap Arche yang kini memulai pembicaraan untuk membahas acara ekskulnya.
“Setuju aja sih,” ucap Antariksa yang di balas anggukan juga oleh Chan.
“Besok gue infoin ke yang lain,” ucap Arche lagi. Kini ketiga laki-laki itu sudah terlibat obrolan sedangkan Adhara dan Sky juga kini tengah bercanda bersama hanya Nora yang diam memperhatikan orang di sekitarnya karena memang ia bukanlah orang yang mudah bergaul.
“Adhara lo liat deh si nenek sihir itu merhatiin Arche mulu,” bisik Sky di telinga Adhara, Adhara segera melihatnya dan memang benara Nora terus melihat pada Arche membuat Adhara mendengus.
“Biarin aja udah,” ucap Adhara sambil melanjutkan makannya.
Adhara makan dengan wajah kesalnya dan itu tak luput dari perhatian Chan.
__ADS_1
Chan mengambil sayuran untuk Adhara meletakkannya pada mangkuk gadis itu. Adhara melihat ke arah Chan dengan tatapan tak percaya, mengapa laki-laki itu jadi tiba-tiba baik begini? Pasti ada maunya.
“Jangan perhatiin mereka mulu, inget di sini status lo pacar gue,” ucap Chan berbisik pada Adhara membuat Adhara cemberut mendengarnya.
Adhara akhirnya hanya memilih diam dan memakan makanannya dengan sesekali berbincang dengan Sky atau Chan yang mengajaknya berbicara. Entah mengapa ia merasa laki-laki itu jadi banyak berbicara kali ini bahkan kadang tak jarang senyuman tipis ia perlihatkan. Melihat Chan yang seperti ini tanpa sadar membuat hati Adhara menghangat melihatnya.
Sepertinya benar apa yang Arche katakan, ketiga pangeran itu memiliki sisi baiknya dan buruknya sendiri yang masih tertutupi.
***
Thank for Reading all
Hai semua apa kabar?
Aku datang lagi nih dengan cerita baru yang pastinya gak kalah seru sama cerita sebelumnya.
Semoga kalian suka ya sama ceritanya maaf kalau masih banyak typo dan feel kurang dapet.
Jangan lupa untuk Like, Koment, tambah ke favorite.
See You Next Chapter all.
__ADS_1